Teater King Lear Hadirkan Momentum Diplomasi Budaya Indonesia-Jepang

  • 17 Sep 2026 03:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gagasan pementasan King Lear berawal dari pengalaman Bambang Prihadi belajar di Suzuki Company Toga sejak 2015.
  • Kolaborasi Indonesia-Jepang diarahkan menjadi kerja seni jangka panjang, bukan hanya untuk satu pertunjukan.
  • Kerja sama diharapkan membuka ruang belajar dan berkarya bagi seniman muda Indonesia melalui ekosistem seni.

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Pengurus Harian Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) Bambang Prihadi menggagas pementasan teater kolaborasi Indonesia dan Jepang. Bambang memastikan gagasan menghadirkan King Lear berawal dari pengalaman belajar di Suzuki Company Toga.

Pertemuan strategis lintas negara ini diinisiasi bersama Yayasan Bumi Purnati guna mempererat hubungan kebudayaan global. Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan Restu Kusumaningrum serta membuka pembicaraan mengenai kerja sama seni antara Indonesia dan Jepang.

"Saya belajar di Suzuki Company Toga sejak 2015, kemudian bertemu Restu untuk membicarakan peluang kerja sama seni bersama. Dari pertemuan itu, kami membahas bagaimana Indonesia dan Jepang membangun sinergi melalui Bumi Purnati serta Suzuki Company Toga," ujarnya dalam konferensi pers pertunjukan teater King Lear, Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2026.

Ia menjelaskan, Suzuki Company Toga berkembang sejak 1976 dari sebuah rumah petani menjadi kawasan seni yang luas. Kawasan tersebut memiliki sejumlah fasilitas pertunjukan dan tempat tinggal yang digunakan seniman internasional untuk berkegiatan sekaligus belajar bersama.

"Di kawasan itu, banyak seniman dunia datang untuk belajar sistem pelatihan, sekaligus memahami kehidupan yang dibangun Tadashi Suzuki. Tempat itu menjadi ruang belajar berbagai seniman dunia, bukan hanya untuk tampil, tetapi juga memahami proses berkesenian bersama," ucapnya.

Menurutnya, perjalanan Tadashi Suzuki membangun kawasan tersebut menunjukkan konsistensi panjang dalam mengembangkan kehidupan teater dan kesenian dunia. Pengalaman itu kemudian menjadi inspirasi untuk menghadirkan kerja kolaboratif yang tidak berhenti pada satu pertunjukan saja bersama Indonesia.

"Kami ingin membangun kolaborasi yang bukan sekadar berlangsung sebentar, tetapi menjadi kerja seni berjangka panjang bersama para seniman. Melalui persahabatan dengan Scott dan Tadashi Suzuki, kami terus membuka peluang kerja sama dengan seniman Indonesia secara berkelanjutan," katanya.

Ia berharap kolaborasi King Lear dapat memperkuat hubungan komunitas seni Indonesia dan Jepang melalui proses kreatif. Kerja sama tersebut juga diharapkan memberi ruang bagi seniman muda Indonesia untuk belajar dan berkembang dalam ekosistem seni.

"King Lear menjadi bagian dari perjalanan panjang membangun sinergi seni, sekaligus mempertemukan pengalaman Jepang dengan kekayaan Indonesia. Kami berharap kerja sama ini terus tumbuh dan membuka ruang bagi generasi muda untuk berkarya dalam dunia seni bersama," ucap Bambang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....