Dua Pementasan Teater Indonesia Akan Tampil di La Biennale di Venezia 2026

  • 07 Mei 2026 20:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia melalui Bumi Purnati Indonesia membawa dua pementasan teater, Under the Volcano dan Hikayat Perahu/The Tale of Boat, ke Festival Teater Internasional Biennale Venezia 2026.
  • Direktur festival Willem Dafoe menilai Indonesia memiliki kekuatan budaya unik dalam seni pertunjukan, mulai dari musik, tari, teater hingga bela diri.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia akan tampil dalam ajang Festival Teater Internasional Ke-54 di La Biennale di Venezia 2026 melalui independen produser, Bumi Purnati Indonesia. Dua pementasan yang akan dibawa ke festival bergengsi tersebut adalah Under the Volcano dan Hikayat Perahu/The Tale of Boat.

Pementasan Under the Volcano disutradarai oleh Yusril Katil dan terinspirasi dari syair Lampung Karam karya Muhammad Saleh. Sementara itu, Hikayat Perahu/The Tale of Boat disutradarai oleh Sri Qadariatin, lahir dari interpretasi Syair Perahu karya penyair, Hamzah Fansuri.

Festival Teater Internasional Ke-54 akan berlangsung pada 7-21 Juni 2026 sebagai bagian dari rangkaian Biennale Venesia 2026. Aktor Hollywood Willem Dafoe dipercaya menjadi direktur festival teater tahun ini.

Direktur Artistik, Restu Kusumaningrum mengatakan Indonesia akan membawa sekitar 20 seniman untuk menampilkan dua produksi berbeda. Ia menyebut pementasan Under the Volcano sebelumnya telah diproduksi sejak 2014, sementara Hikayat Perahu akan menjalani world premiere di Venesia.

“Produksi ini memang tidak mudah karena kami sengaja membawa aktor dari Sumatera Barat dan pemusik dari Aceh. Kami mengangkat kebudayaan tua Melayu sebagai akar besar budaya Indonesia yang terus menjadi pijakan kami,” kata Restu di Kediaman Duta Besar Italia di Jakarta Selatan, Kamis, 7 Mei 2026.

Menurutnya, Willem Dafoe memilih Indonesia karena dinilai memiliki kekuatan budaya yang berbeda dalam seni tari, musik, teater, hingga bela diri. Ia menambahkan kedua pertunjukan akan memadukan musik live, rekaman, tari, dan akting dalam satu kolaborasi panggung.

“Mr. Willem Dafoe melihat Indonesia mempunyai sesuatu yang berbeda di dalam seni tari, musik, teater, dan bela diri. Karena itu Indonesia dianggap pantas hadir untuk memeriahkan festival ini,” ujarnya.

Direktur Istituto Italiano di Cultura Jakarta, Michele Carvallaro, menyebut kehadiran Indonesia di Biennale Teatro menjadi penting dalam hubungan budaya Indonesia-Italia. Ia mengatakan Biennale merupakan salah satu institusi budaya paling penting di Italia yang menjadi panggung seni internasional.

“Kami bangga Indonesia hadir di Biennale Theatre tahun ini. Kehadiran dua produksi Indonesia ini sangat penting karena Biennale adalah panggung besar untuk menunjukkan tradisi seni pertunjukan Indonesia kepada dunia,” kata Michele.

Michele juga mengungkapkan pihaknya tengah menyiapkan sejumlah proyek kolaborasi budaya bersama Bumi Purnati Indonesia di masa mendatang. Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan budaya kedua negara.

“Bumi Purnati adalah partner kami dan kami sedang mengembangkan beberapa proyek bersama di Indonesia. Kami berharap publik bisa mengikuti berbagai kolaborasi budaya yang akan diumumkan dalam waktu dekat,” ujarnya.

Festival tersebut akan menghadirkan sekitar 200 seniman dunia dalam 55 acara. Programnya mencakup 11 produksi dan ko-produksi, 10 pertunjukan perdana dunia, dua perdana Eropa, serta empat perdana Italia.

Sebanyak 610 proposal pementasan diajukan ke festival yang mengusung tema 'Alter-Native'. Tema itu menggabungkan makna perubahan, identitas pribadi, serta asal-usul budaya dalam melihat dan memahami dunia yang beragam.

Selain Indonesia, festival akan diramaikan sejumlah pertunjukan dari berbagai negara. Di antaranya Cries dari Yunani, Mugen Noh Othello dari Jepang, hingga Star Returning: Venice dari Selandia Baru.

Selain pertunjukan langsung, Biennale Venesia 2026 juga akan disiarkan secara daring melalui program La Biennale on Air. Program siniar resmi itu tersedia di Spotify, Apple Podcasts, Amazon Music, YouTube, dan situs resmi Biennale Venesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....