'King Lear' Suguhkan Tragedi Shakespeare di Gedung Kesenian Jakarta

  • 16 Sep 2026 18:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bumi Purnati Indonesia dan The Japan Foundation menghadirkan teater King Lear di Gedung Kesenian Jakarta, 16–17 September 2026.
  • Tadashi Suzuki membawa interpretasi berbeda terhadap karya Shakespeare dengan menyoroti kehilangan kekuasaan dan kendali manusia.
  • Bumi Purnati Indonesia membangun kerja seni jangka panjang melalui kolaborasi dan keterlibatan generasi muda di berbagai bidang seni.

RRI.CO.ID, Jakarta - Bumi Purnati Indonesia bersama The Japan Foundation menggelar pertunjukan teater King Lear di Gedung Kesenian Jakarta. Pertunjukan yang diangkat dari karya William Shakespeare itu berlangsung selama dua hari mulai 16-17 September 2026.

Sutradara King Lear, Tadashi Suzuki mengatakan bahwa pertunjukan tersebut menjadi bagian penting perjalanan artistiknya bersama SCOT sejak 1984. Di tangannya, tragedi Shakespeare tidak hanya bercerita mengenai seorang raja yang keliru membagi wilayah kekuasaannya.

"Pertunjukan ini menghadirkan kisah manusia yang kehilangan kendali atas dunia yang selama ini diyakininya mampu dikendalikan. Kehilangan kekuasaan sebagai pengalaman manusia yang dapat dirasakan melalui tubuh, ruang, serta hubungan antarmanusia," katanya dalam konferensi pers pertunjukan teater King Lear, Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta Pusat, Rabu, 16 September 2026.

Ia menyampaikan, King Lear menjadi karya yang mempertemukan tragedi klasik Shakespeare dengan bahasa panggung khas Suzuki. Pertunjukan tersebut juga memperlihatkan bagaimana kekuasaan, kehilangan, dan hubungan keluarga menjadi persoalan manusia yang terus relevan.

Ia menekankan bahwa kehadiran King Lear di Jakarta menjadi upaya mempertemukan karya teater internasional dengan penonton Indonesia. Pertunjukan selama dua hari tersebut memberikan kesempatan kepada penonton untuk menyaksikan langsung interpretasi Suzuki terhadap salah satu tragedi Shakespeare.

Direktur Artistik dan Independen Produser Bumi Purnati Indonesia, Restu Kusumaningrum menceritakannya bagaimana proses terciptanya teater tersebut. Ia mengatakan bahwa memiliki persahabatan yang cukup lama bersama Scott dan Tadashi Suzuki.

"Selama 5 tahun bersama Scott dan Tadashi Suzuki, beliau guru saya, beliau yang menghantarkan saya untuk melihat kembali kekayaan dari bangsa. Saya berkomitmen akan membangun dunia seni, kebudayaan bangsa saya dan saya ajak sahabat saya," ujarnya.

Ia mengatakan bahwa keterlibatan itu mencakup berbagai bidang, mulai dari seni tari, musik, teater, hingga bidang seni lainnya. Ia menilai pembangunan ekosistem seni membutuhkan proses panjang, sehingga seluruh pihak perlu berjalan bersama dan saling membantu.

Ia menyebut hubungan persahabatannya dengan Scott dan Tadashi Suzuki menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan tersebut. Melalui hubungan itu, Bumi Purnati Indonesia berupaya membangun kerja seni jangka panjang sekaligus membuka ruang bagi generasi muda.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....