Chamber Music Festival 2026 Hadirkan Eksplorasi Musik Bersenar lewat Jakstrings

  • 29 Agt 2026 20:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Chamber Music Festival 2026 bertajuk Jakstrings menghadirkan musik kontemporer berbasis instrumen bersenar.
  • Festival yang berdiri sejak 2001 menjadi ruang mahasiswa dan alumni mengembangkan gagasan bermusik lintas generasi.
  • Permainan gitar ensemble menuntut kekompakan tempo, keseimbangan suara, serta komunikasi antarpemain saat pertunjukan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Komite Musik Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) menggelar perhelatan Chamber Music Festival 2026 dengan tajuk "Jakstrings". Pertunjukan musik ini merupakan sebuah seni musik kontemporer yang menjadikan instrumen bersenar sebagai titik temu penciptaan, dan ekspresi bunyi.

Gitaris Klasik, Hery Budiawan menyampaikan bahwa acara Chamber Music Festival sudah berdiri sejak tahun 2001 silam. Awalnya, acara tersebut merupakan perkumpulan para mahasiswa Jakarta yang ingin menyalurkan berbagai gagasan bermusik di tanah air.

"Semuanya itu yang anggotanya adalah mahasiswa dan alumni. Mayoritas mahasiswa aktif, 90 persen dan 10 persennya alumni, ini sudah generasi ke sepuluh," ujarnya saat konferensi pers Chamber Music Festival 2026, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Sebagai pemain gitar klasik, ia merasakan permainan gitar ensemble memiliki tantangan tersendiri dibandingkan memainkan gitar secara individual pertunjukan. Menurutnya, keterbatasan volume membuat pemain harus memahami posisi setiap instrumen agar keseimbangan suara dalam ensemble tetap terjaga bersama.

"Karena volumenya kecil, kami perlu memahami bagaimana mengatur kedudukan suara agar bentuk ensemble terasa dan terdengar seimbang. Setelah ensemble terbentuk, muncul tantangan baru karena setiap pemain memiliki tempo masing-masing yang harus disatukan melalui latihan bersama," katanya.

Tantangan berikutnya muncul ketika setiap pemain memiliki tempo berbeda, sehingga latihan bersama menjadi penting untuk menyatukan permainan anggota. Para pemain kemudian belajar menyepakati tempo dan membangun kekompakan, sehingga setiap bagian musik dapat terdengar menyatu dalam pertunjukan.

"Kami belajar menyepakati tempo dan bermain bersama, menggunakan konduktor, tetapi situasinya bergantung pada kebutuhan konser yang berlangsung. Penggunaan konduktor menyesuaikan situasi pertunjukan, terutama ketika pemain membutuhkan arahan untuk menjaga tempo dan kekompakan selama konser," ucapnya.

Penggunaan konduktor, menurutnya, menyesuaikan kebutuhan pertunjukan dan kondisi permainan agar komunikasi antarpemain tetap berjalan lancar selama konser. Pengalaman tersebut juga mendorong lahirnya sejumlah ensemble kecil yang memperkaya ruang kolaborasi dan kreativitas musik berbasis instrumen bersenar.

Perkembangan ensemble membuat para musisi memiliki lebih banyak kesempatan mengeksplorasi bentuk permainan serta mempertemukan gagasan musik yang beragam. "Dari Jakarta dan Senar lahirlah ensemble-ensemble kecil, sehingga ruang bermain bersama berkembang dan memiliki warna berbeda," katanya.

Jakstrings menjadi ruang bagi para musisi untuk mengembangkan permainan bersama sekaligus mempertemukan beragam gagasan musik kontemporer lokal Indonesia. Festival ini menunjukkan bahwa musik ensemble bukan sekadar bermain bersama, tetapi juga membangun kepekaan tempo dan keseimbangan bunyi.

Konser Chamber Music Festival 2026 sudah di bisa dinikmati sejak tanggal 28-30 Agustus 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Konser ini menghadirkan para pemain musik klasik seperti, Asep Hidayat, Hery Budiawan, dan Noah Revevalin

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....