Asep Hidayat Dorong Generasi Muda Kenal Karya Komponis Klasik Indonesia

  • 30 Agt 2026 03:22 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Asep Hidayat berkomitmen memperkenalkan karya komponis Indonesia kepada generasi muda melalui pertunjukan musik Chamber Music Festival 2026.
  • Jakstrings menampilkan karya komponis lintas generasi dengan teknik permainan cello yang unik dan jarang dimainkan.
  • Karya musik klasik Indonesia perlu diperluas pengenalannya agar tidak kalah dikenal dibandingkan karya komponis mancanegara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Cellois Klasik, Asep Hidayat berkomitmen memperkenalkan karya komponis Indonesia kepada generasi muda melalui Chamber Music Festival 2026. Upaya tersebut dilakukan untuk memperluas wawasan sekaligus mengenalkan kekayaan musik klasik Indonesia kepada masyarakat luas.

Menurutnya, karya komponis Indonesia perlu terus dimainkan dalam berbagai pertunjukan agar semakin dikenal generasi muda. Langkah itu juga menjadi bagian dari edukasi musik, terutama bagi pemain cello pemula hingga tingkat lanjutan.

Ia menilai permainan cello dalam pertunjukan Jakstrings menunjukkan beragam teknik yang tidak umum dimainkan pemain cello. Ia bahkan membawakan karya dari sejumlah komponis lintas generasi dengan pendekatan permainan yang menarik.

"Semalam kami melihat bagaimana karya Slamet Abdul Sjukur hingga Michael Asmoro dimainkan bersama karya komponis muda Indonesia lainnya. Permainan tersebut memperlihatkan teknik baru yang jarang dimainkan pemain cello, sekaligus memberi pengalaman musikal bagi penonton," katanya saat konferensi pers Chamber Music Festival 2026, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu, 29 Agustus 2026.

Ia menyebut kemampuan memainkan teknik tersebut tidak dimiliki semua pemain cello karena membutuhkan keterampilan khusus. Menurutnya, pengalaman itu dapat menjadi pembelajaran berharga bagi pemain pemula untuk meningkatkan kualitas teknik permainan.

"Hal tersebut menjadi edukasi bagi pemain pemula, terutama pemain cello, untuk terus mengembangkan kemampuan teknik permainan mereka. Kemampuan seperti itu luar biasa dan belum tentu semua pemain cello mampu melakukannya dengan baik," ucapnya.

Ke depan, ia berharap pertunjukan musik klasik semakin sering menghadirkan karya komponis Indonesia dari berbagai generasi. Dengan demikian, karya tersebut tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mendapat perhatian dunia internasional.

Ia mengatakan pengenalan komponis Indonesia penting dilakukan karena masyarakat masih lebih familiar dengan karya musik klasik mancanegara. Padahal, Indonesia memiliki banyak komponis dan karya musik yang memiliki karakter serta kekayaan musikal tersendiri.

"Harapannya, karya komponis Indonesia terus dihadirkan agar semakin dikenal luas, terutama oleh generasi muda. Indonesia sebenarnya memiliki banyak karya musik klasik yang layak diperkenalkan kepada masyarakat dunia," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....