Benarkah Musik Berpengaruh pada Hewan?
- 29 Agt 2026 01:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Musik dapat memengaruhi perilaku hewan, termasuk anjing dan kucing, dengan respons yang bervariasi tergantung jenis musik.
- Penelitian dari VCA Animal Hospitals menunjukkan bahwa musik dapat membantu mengurangi stres pada anjing dan kucing dalam kondisi tertentu.
- Setiap hewan memiliki respons unik terhadap musik, sehingga efektivitas musik dalam menurunkan stres tidak selalu sama untuk semua hewan peliharaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Musik ternyata tidak hanya didengarkan manusia, tetapi juga dapat memengaruhi perilaku sejumlah hewan. Anjing dan kucing, misalnya, dapat menunjukkan respons berbeda terhadap jenis musik tertentu.
Melansir VCA Animal Hospitals, musik dapat membantu mengurangi stres pada anjing dan kucing dalam kondisi tertentu. Namun, respons setiap hewan terhadap musik dapat berbeda dan tidak selalu memberikan efek yang sama.
Pada anjing, musik klasik, soft rock, dan reggae disebut dapat membantu membuat hewan lebih rileks. Sebaliknya, musik dengan tempo cepat atau suara keras dapat meningkatkan kegelisahan pada beberapa anjing.
Menariknya, anjing juga tidak selalu memberikan respons yang sama ketika mendengarkan musik berulang kali. Beberapa penelitian menunjukkan anjing lebih tenang ketika mendengarkan variasi lagu dibandingkan musik yang sama terus-menerus.
Musik juga dapat membantu anjing menghadapi kondisi yang memicu stres, termasuk ketika ditinggalkan pemiliknya. Anak anjing juga dapat mendengarkan musik saat menjalani pelatihan kandang atau waktu istirahat.
Sementara itu, musik khusus kucing dapat dibuat dengan meniru suara mendengkur atau suara burung yang lebih familiar. Kucing menunjukkan kondisi lebih rileks ketika mendengarkan musik yang dirancang khusus berdasarkan tempo dan frekuensi komunikasinya.
Selain itu, menurut jurnal penelitian ARMADA Multidisiplin (2025), pengaruh musik juga ditemukan pada ayam petelur. Dalam penelitian, ayam diperdengarkan musik gamelan Jawa selama delapan jam setiap hari.
Kebiasaan ayam berubah menjadi lebih sering beristirahat, duduk tenang, atau tidur ringan setelah mendengarkan musik. Sebaliknya, ayam yang tidak mendengar musik lebih banyak menunjukkan kegelisahan, kepakan sayap berlebihan, dan peningkatan perilaku agresif.
Efek menenangkan itu ternyata berbanding lurus dengan produktivitas telur yang dihasilkan. Kelompok yang diperdengarkan musik mampu menghasilkan 92 butir telur per 100 ekor setiap harinya.
Sebaliknya, kelompok ayam yang tidak mendengar musik hanya menghasilkan 78 butir telur per 100 ekor dalam periode yang sama. Terdapat juga peningkatan kualitas yang mencakup bobot telur, ketebalan cangkang, serta warna kuning telur.
Sementara itu, melansir Universitas Sebelas Maret, musik klasik dinilai lebih baik dari musik jazz dalam produksi susu harian sapi perah. Sapi yang mendengarkan musik klasik memproduksi susu lebih banyak dari sapi yang mendengarkan musik jazz.
Temuan tersebut menunjukkan musik berpotensi memengaruhi respons dan performa hewan dalam kondisi tertentu. Namun, hasil penelitian tidak serta-merta berarti semua hewan akan memberikan respons serupa terhadap musik.
Karena itu, jenis musik dan kondisi hewan menjadi hal yang perlu diperhatikan ketika musik digunakan. Volume suara juga sebaiknya dijaga agar tidak justru membuat hewan merasa terganggu.
Musik memang dapat memberikan pengaruh terhadap sebagian hewan, tetapi efeknya tidak selalu sama. Respons tersebut dapat dipengaruhi jenis hewan, jenis musik, kondisi, serta karakter masing-masing hewan. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....