Tantangan Aktor Film Munafik dalam Menghafal Ayat Rukiah
- 13 Agt 2026 03:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Produksi Intensif: Selain hafalan ketat, seluruh pemain dan kru menjalani proses syuting maraton selama 35 hari melintasi Jawa Barat hingga Jawa Timur.
- Tantangan Peran: Dimas Aditya mengalami tekanan mental saat menghafal ayat-ayat rukiah demi kelancaran dan ketepatan pembacaan makhraj/tajwid Al-Qur'an.
- Pendampingan Ahli: Proses syuting didampingi konsultan ustaz rukiah asli untuk memastikan adegan berjalan natural dan sesuai kaidah agama.
RRI.CO.ID, Jakarta - Proses adaptasi film horor religi populer "Munafik" ke versi Indonesia menghadirkan tantangan tersendiri bagi jajaran pemain utamanya. Tidak sekadar menuntut akting emosional yang menguras energi, film ini juga mewajibkan para aktor mendalami tata cara dan bacaan rukiah sesuai kaidah.
Aktor Dimas Aditya, yang dipercaya memerankan karakter Ustaz Anwar, mengungkapkan intensitas persiapan yang dijalaninya selama proses pra-produksi. Ia mengaku sempat berada di titik terberat hingga berniat mundur akibat besarnya beban tuntutan peran.
Guna menjaga kelancaran dan ketepatan pembacaan ayat suci, tim produksi menghadirkan ustaz ahli rukiah secara langsung di lokasi syuting sebagai konsultan. Pendampingan ketat ini dilakukan untuk memastikan setiap bacaan memenuhi kaidah tajwid dan makhraj Al-Qur'an secara sempurna.
Disiplin tinggi diterapkan saban hari selama sesi persiapan naskah (reading). Para pemeran diwajibkan menyetorkan hafalan ayat-ayat Al-Qur'an dan mengulanginya dari awal apabila terjadi kesalahan pelafalan.
"Setiap hari kita harus stor hafalan Mbak. Jadi kalau misalnya salah suruh ulang lagi, sampai aku stres," kata Dimas, sebagaimana dilansir dari Youtube Pro3Siniar, Rabu, 12 Agutus 2026. Pengalaman intensif tersebut bahkan terbawa hingga ke alam bawah sadar dan membuatnya indigo saat tidur di rumah.
Aktris senior Izabel Jahja, yang memerankan tokoh Umi, turut membenarkan tingginya kedisiplinan dan beban mental yang dirasakan para pemeran ustaz. Ia menyaksikan langsung bagaimana para aktor berlatih keras demi menyajikan performa yang autentik tanpa celah kesalahan.
"Mereka berdua latihan dengan ustaz dan sehari-harian waktu reading cukup stres karena ingin benar-benar sampai kata demi kata itu tidak ada kesalahan," ujar Isabel. Hal ini dilakukan untuk menjaga rasa hormat terhadap teks keagamaan sekaligus menjawab ekspektasi tinggi penonton.
Di samping kerumitan pendalaman karakter dan hafalan ayat, proses produksi film ini juga diwarnai tantangan fisik. Seluruh tim menjalani jadwal pengambilan gambar maraton selama 35 hari di berbagai lokasi dengan kondisi medan dan cuaca yang ekstrem.
Perjalanan syuting memboyong kru dan pemain melintasi berbagai wilayah, mulai dari kawasan dingin Puncak, Sukabumi, hingga pelosok Jawa Timur. Medan berat yang diwarnai hujan lebat serta lumpur menuntut stamina ekstra dari seluruh jajaran yang terlibat.
Kendati harus melalui persiapan panjang dan medan syuting yang menguras stamina, para pemain mengaku puas dengan hasil kerja keras tim. Film adaptasi ini diharapkan mampu memberikan sajian horor religi yang berkualitas tinggi bagi penikmat sinema Indonesia.
Film "Munafik" versi Indonesia diproyeksikan bakal menyapa para pecinta bioskop Tanah Air pada September 2026. Perbincangan seru, cerita di balik layar, serta keseruan wawancara selengkapnya dapat Anda saksikan melalui kanal YouTube PRO3SINIAR di https://www.youtube.com/watch?v=t5R0LseSpCQ.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....