SHOW Token Perkuat Industri Film Indonesia Lewat 'Ketok Mejik'

  • 09 Agt 2026 12:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • SHOW Token terlibat sebagai Executive Producer film drama komedi Ketok Mejik.
  • Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen investasi US$100 juta di Asia Tenggara.
  • Ketok Mejik mengangkat kisah kehidupan, keluarga, dan perjuangan dengan balutan komedi.

RRI.CO.ID, Jakarta - SHOW Token terlibat sebagai Executive Producer dalam film drama komedi Ketok Mejik yang diproduksi Haha Production. Keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen investasi ekosistem senilai US$100 juta untuk mendorong perkembangan industri kreatif di Indonesia.

Film arahan Yogi S. Calam itu dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Sebelumnya, Ketok Mejik telah menggelar special screening di Surabaya dan Malang pada 1-2 Agustus 2026.

CEO SHOW Token, Akshay Melwani, mengatakan keterlibatan dalam film tersebut menjadi salah satu bentuk nyata realisasi investasi di Asia Tenggara. Ia menilai film lokal dengan cerita yang dekat dengan masyarakat memiliki peluang untuk bersaing sekaligus menciptakan nilai ekonomi berkelanjutan.

“Dukungan kami dalam film Ketok Mejik bersama Haha Production adalah pembuktian komitmen berkelanjutan SHOW Token, Ini merupakan bagian dari aksi besar senilai US$100 juta untuk memajukan sinema Indonesia,” ujar Akshay, dalam keterangan yang diterima RRI.CO.ID, Sabtu, 8 Agustus 2026.

Menurut Akshay, ekosistem SHOW Token juga ingin membuka ruang lebih besar bagi masyarakat untuk terlibat dalam perjalanan sebuah karya. “Kami ingin membuktikan bahwa karya lokal dan dekat dengan masyarakat mampu memiliki daya saing yang kuat,” ujarnya.

Audiens tidak hanya ditempatkan sebagai penonton, tetapi juga dapat berperan sebagai bagian dari komunitas pendukung industri kreatif. “Ini adalah pergeseran paradigma penting, di mana audiens bertransformasi menjadi mitra pendukung utama ekosistem kreatif,” katanya.

Sementara itu, Ketok Mejik tidak hanya mengandalkan komedi sebagai daya tarik utama. Film tersebut turut membawa cerita mengenai konflik keluarga, persoalan kehidupan, serta perjuangan orang-orang biasa dalam menghadapi berbagai tekanan.

Cerita berpusat pada sebuah bengkel yang menjadi tempat bertemunya sejumlah karakter dengan persoalan masing-masing. Bengkel tersebut kemudian menjadi simbol ruang untuk memperbaiki hubungan, konflik emosional, hingga harapan yang sempat rusak.

Karakter Ben diperankan oleh Ananta Rispo, seorang cucu yang mewarisi bengkel milik kakeknya sekaligus utang yang ditinggalkan. Ia ditemani beberapa karakter seperti, Made diperankan Tarra Budiman, Saged oleh Dodit Mulyanto, dan Unung yang dimainkan Arief Didu.

Melalui komedi yang dekat dengan keseharian masyarakat, film ini mencoba menghadirkan cerita mengenai pemulihan diri, pengorbanan, dan hubungan keluarga. Pendekatan tersebut membuat Ketok Mejik tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga pesan mengenai perjuangan menghadapi kehidupan.

Keterlibatan SHOW Token dalam film ini menambah daftar proyek layar lebar yang mendapat dukungan ekosistem berbasis teknologi tersebut. Kolaborasi dengan Haha Production diharapkan dapat memperluas ruang bagi karya lokal sekaligus mendorong pertumbuhan industri kreatif nasional.

Ketok Mejik dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026. Film ini diharapkan menjadi salah satu karya yang mempertemukan hiburan, cerita kehidupan, dan perkembangan ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....