Film "Siti Si Vampir", Cerita Horor dengan Sentuhan Komedi

  • 09 Agt 2026 16:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Film Siti Si Vampir menghadirkan konsep vampir yang berbeda dari cerita horor tradisional dengan format drama komedi.
  • Film ini menampilkan Satine Zaneta dan Ciccio Manassero dalam penampilan pertama mereka bersama di satu layar.

RRI.CO.ID, Jakarta – Film Siti Si Vampir menawarkan drama komedi dengan konsep vampir yang berbeda dari cerita horor pada umumnya. Film arahan Rahabi Mandra tersebut mengisahkan Siti, gadis biasa yang tiba-tiba masuk ke lingkungan elite, menyentil kesenjangan kelas sosial.

Film produksi Bahagia Tanpa Drama itu mempertemukan Satine Zaneta dan Ciccio Manassero untuk pertama kalinya dalam satu layar. Keduanya tampil sebagai karakter vampir dalam film yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Dalam official first look yang dirilis, Satine terlihat kebingungan setelah terbangun dari tidur dan mendapati dirinya memiliki gigi taring. Sementara Ciccio tampil sebagai sosok vampir dengan penampilan serba hitam yang justru terlihat menawan.

Alih-alih menghadirkan suasana mencekam, potongan adegan perdana film justru memperlihatkan situasi komedi. Cerita kemudian berkembang dengan membawa persoalan keluarga sekaligus kritik terhadap kehidupan sosial.

Produser Siti Si Vampir, Celerina Judisari, mengatakan ide membuat film tentang vampir sebenarnya telah lama menjadi keinginannya. Namun, konsep tersebut akhirnya dikembangkan menjadi cerita yang memadukan komedi, drama keluarga, dan satir sosial.

"Siti Si Vampir menghadirkan pendekatan yang berbeda, sebuah drama komedi dengan lapisan drama keluarga dan satir sosial," ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026. "Perjalanan dimulai ketika Siti yang biasanya bangun tidur di rusun, tiba-tiba terbangun di kamar mewah."

Sutradara Rahabi Mandra mengatakan sosok vampir dalam film tersebut digunakan sebagai gambaran mengenai kehidupan kelompok kelas atas. Perubahan kehidupan Siti menjadi cara untuk memperlihatkan bagaimana seseorang dari lingkungan sederhana menghadapi dunia elite.

"Di Indonesia, vampir itu metafora yang pas untuk kelas atas," ujarnya. "Sedangkan Siti ibarat anomali, anak rusun yang mendadak digigit nasib menjadi elite."

Menurut Rahabi, konflik Siti tidak hanya berkaitan dengan perubahan fisiknya setelah menjadi vampir. Film tersebut juga mengajak penonton melihat kesenjangan sosial melalui pengalaman seseorang yang tiba-tiba memperoleh akses ke lingkungan kelas atas.

Selain Satine dan Ciccio, film ini turut dibintangi Ajil Ditto dan Shania Gracia. Para pemain tersebut menjadi bagian dari ansambel yang diharapkan menghadirkan warna baru dalam drama komedi tersebut.

Siti Si Vampir diproduksi Bahagia Tanpa Drama bersama Vidsee, AZ Films, Spectrum Film, dan PK Films. Film ini dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 22 Oktober 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....