Denny Sumargo Bagikan Kisah di Balik Film 'Baby Udon'

  • 04 Agt 2026 00:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Denny Sumargo mengungkap kisah pertemuannya dengan Fanny Kondoh di podcast yang menjadi awal lahirnya film Baby Udon.
  • Denny akhirnya menjadi produser sekaligus memerankan Hajime Kondoh setelah tergerak oleh kisah perjuangan Fanny dan keluarganya.
  • Produser Eksekutif LYTO Pictures, Andi Suryanto, berharap Baby Udon dapat menginspirasi masyarakat tentang cinta, keteguhan, dan perjuangan membangun keluarga.

RRI.CO.ID, Jakarta - Denny Sumargo membagikan kisah di balik keputusannya menjadi produser film Baby Udon. Menurutnya, semua berawal dari pertemuannya dengan Fanny Kondoh dalam sebuah episode podcast yang membuka jalan lahirnya film tersebut.

Densu, panggilan akrabnya, mengaku awalnya hanya mengenal Fanny sebagai figur yang sempat viral di media sosial. Namun, pandangannya berubah setelah mendengar langsung kisah perjuangan Fanny bersama mendiang suaminya, Hajime Kondoh.

“Awalnya itu, saya podcast dengan Fanny, saya kurang tahu beliau itu siapa, viral di medsos beli kuburan dan sedekah. Terus pas podcast itu dia cerita perjalanannya dia, kenapa dia beli kuburan dan kenapa dia sedekah, ternyata suaminya sakit,” kata Densu saat konferensi pers di XXI, Senayan City, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Dalam podcast itu, Fanny menceritakan perjuangan mereka menjalani program bayi tabung hingga menghadapi cobaan saat Hajime didiagnosis mengidap kanker. Kisah tersebut membuat Denny tersentuh dan merasa cerita itu memiliki pesan yang layak dibagikan kepada lebih banyak orang.

“Dalam podcast itu intuisi saya ngomong, bagus nih kalau dijadikan film. Dari situ saya merasa kisah ini sangat kuat dan menyentuh,” ujarnya.

Fanny sempat mendapat ketertarikan dari sejumlah rumah produksi. Namun, menurut Densu, Fanny belum menemukan pihak yang dianggap tepat untuk mengangkat kisah hidupnya ke layar lebar.

Melalui istrinya, Olivia Sumargo, Densu kemudian mengetahui bahwa Fanny berharap dirinya dapat terlibat dalam proyek tersebut. Awalnya, ia mengaku ragu karena belum pernah memproduksi film layar lebar.

“Terus istri saya (Ci Oliv) nanya kira-kira bisa gak bikin film ini? Saya diem tuh mikir, membayangkan dulu gambaran adegan-adegan dramanya seperti apa, wah susah nih bakal capek,” katanya.

Meski demikian, Densu akhirnya memutuskan menerima tantangan itu. Ia kemudian mulai menyusun tim produksi yang dinilai mampu menerjemahkan kisah Fanny dan Hajime secara utuh.

Sutradara Fajar Bustomi menjadi salah satu nama pertama yang bergabung dalam proyek tersebut. Setelah itu, tim produksi juga menggandeng penulis skenario Oka Aurora untuk mengembangkan cerita ke dalam naskah film.

Menurut Densu, proses berikutnya adalah mencari pemeran yang tepat untuk menghidupkan karakter dalam film. Ia meyakini setiap cerita akan menemukan aktor yang paling sesuai untuk memerankan tokohnya.

Setelah melalui proses pencarian dan audisi, Caitlin Halderman dipilih untuk memerankan Fanny Kondoh. Densu mengatakan keputusan tersebut juga melibatkan Fanny agar sosok yang tampil di layar dapat merepresentasikan kisah aslinya.

“Ekspresinya itu membuat saya langsung tahu dalam hati saya kalau dia pemerannya. Tapi saat itu saya nggak putuskan, karena menurut saya yang pantas memutuskan itu selain produser adalah Fanny Kondoh aslinya,” ucap Densu.

Selain menjadi produser, Densu akhirnya turut memerankan Hajime Kondoh. Ia mengaku menerima peran tersebut karena ingin memastikan kisah perjuangan Fanny dan Hajime dapat disampaikan dengan penuh rasa hormat.

Sementara itu, Produser Eksekutif LYTO Pictures, Andi Suryanto, mengatakan merasa terhormat dapat berkolaborasi dengan Sumargo Films mengangkat kisah nyata Fanny Kondoh. Menurutnya, perjalanan hidup Fanny dan mendiang Hajime Kondoh menyimpan pesan tentang cinta, keteguhan, dan arti sebuah keluarga.

“Cerita Fanny saya rasa sudah amat menginspirasi begitu banyak orang dan semua merasa terharu melihat bagaimana perjuangannya. Dari awal berkenalan dengan almarhum Hajime Kondoh sampai usahanya untuk mendapatkan Baby Kazkaz,” ujar Andi.

Andi juga mengapresiasi Fanny Kondoh yang telah mempercayakan kisah hidupnya untuk diadaptasi menjadi film. Ia berharap film tersebut dapat menginspirasi banyak orang, khususnya pasangan yang sedang berjuang membangun keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....