‘Kado untuk Ibu’ Angkat Kehangatan Keluarga lewat Petualangan Sehari Penuh Makna
- 30 Jul 2026 02:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film 'Kado untuk Ibu' mengisahkan perjalanan seorang anak bernama Ara untuk memberikan hadiah ulang tahun kepada ibunya dengan makna kasih sayang yang mendalam.
- Produser Chand Parwez menjelaskan bahwa cerita dikemas dengan kombinasi unik antara drama, kehangatan, dan humor untuk dinikmati seluruh anggota keluarga.
- Perjalanan selama satu hari dalam film ini mempertemukan Ara dengan berbagai pengalaman berharga dan 'keluarga' baru yang membentuk nilai-nilai penting.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film ‘Kado untuk Ibu’ menghadirkan kisah keluarga yang mengangkat makna kasih sayang melalui perjalanan sederhana seorang anak. Cerita tersebut dikemas dengan perpaduan drama, kehangatan, dan humor yang ditujukan untuk dinikmati seluruh anggota keluarga.
Produser Chand Parwez menjelaskan cerita berpusat pada Ara (Luisa Adreena) yang ingin memberikan hadiah ulang tahun untuk ibunya. Perjalanan selama satu hari tersebut mempertemukan Ara dengan ‘keluarga’ baru serta berbagai pengalaman berharga.
“Perjalanan Ara untuk memberikan kado untuk ibunya itu mempertemukan arah dengan keluarga barunya. Disana kita juga melihat bahwa semua sedang berjuang untuk keluarganya, untuk memberikan mereka kasih sayang dan perhatian,” ucap Chand saat acara Press Screening dan Press Conference ‘Kado untuk Ibu’ di Epicentrum XXI, Jakarta, 29 Juli 2026.
Film ini juga menyoroti nilai-nilai kekeluargaan yang dinilai semakin dibutuhkan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Melalui kisah yang menghangatkan hati, penonton diajak merefleksikan hubungan dengan keluarga dari sudut pandang berbeda.
Chand menilai anak-anak memiliki cara berpikir yang seringkali lebih dewasa, sehingga dapat menjadi refleksi untuk orang dewasa. Kehadiran sejumlah karakter anak kemudian dikembangkan untuk menghadirkan perspektif polos yang mampu menyentuh penonton.
“Mereka mempunyai pola pikir yang begitu dewasa yang membuat kita yang dewasa justru bisa bercermin dari mereka. Kado untuk Ibu bukan film anak-anak, tapi film keluarga yang sangat penting untuk kita nikmati bersama-sama,” katanya.
Sementara itu, penulis M. Ali Ghifari mengungkapkan ide cerita berawal dari pengalaman menerima hadiah dari anaknya. Gagasan sederhana tersebut kemudian berkembang menjadi naskah yang menempatkan hubungan ibu dan anak sebagai inti cerita.
“Jadi waktu ide ini pertama diobrolin, saya dapet kado dari anak saya. Dari situ, saya terpikir, gimana kalau ibu yang ngasih kita kehidupan, dikasih kado sama anaknya,” ucap Ali dalam kesempatan yang sama.
Di sisi lain, sutradara M. Amrul Ummami mengembangkan cerita melalui pemilihan pemeran yang dinilai mampu menghidupkan karakter masing-masing. Setiap tokoh dirancang saling terhubung sehingga membentuk rangkaian kisah yang utuh dan emosional.
“Kita mengembangkan lewat cast yang luar biasa, sehingga mereka semua mampu menghidupkan masing-masing karakter. Disitu baru saya tahu bahwa anak-anak yang di depan ini adalah professional actor juga,” kata Amrul dalam kesempatan yang sama.
Melalui Kado Untuk Ibu, M. Amrul Ummami ingin menghadirkan cerita tentang pentingnya mempererat hubungan keluarga. Film yang tayang pada 6 Agustus ini diharapkan mampu mengingatkan penonton akan kehangatan keluarga. (Shafa)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....