'Black Fingers' Viral di TikTok, Ini Asal-Usul dan Maknanya

  • 30 Jul 2026 16:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tren black fingers atau indigo fingers yang viral di TikTok terinspirasi dari tradisi masyarakat adat Amazon yang menggunakan buah jagua sebagai pewarna alami.
  • Buah jagua memiliki makna budaya yang kuat, mulai dari perlindungan spiritual, penanda status sosial, hingga digunakan dalam berbagai ritual adat.
  • Popularitas tren ini didorong penggunaan bahan alami, tampilan estetis yang unik, serta warna hitam yang bertahan sekitar 10–14 hari sebelum memudar alami.

RRI.CO.ID, Jakarta - Belakangan ini, media sosial TikTok diramaikan tren menghias jari tangan menggunakan henna hitam yang menarik perhatian warganet. Tren tersebut terinspirasi dari tradisi masyarakat adat di kawasan hutan hujan Amazon, Amerika Selatan.

Sejumlah suku, seperti Tikuna, Yagua, Tsáchila, dan Emberá, memanfaatkan pewarna alami sebagai bagian penting dari identitas budaya mereka. Berbeda dengan henna Timur Tengah, masyarakat adat Amazon menggunakan buah jagua untuk menghasilkan warna kehitaman pada permukaan kulit.

Pewarna alami dari buah jagua mampu bertahan selama beberapa hari. Sehingga sering digunakan dalam berbagai kegiatan adat setempat.

Seiring berkembangnya media sosial, gaya menghias jari tersebut mulai diadaptasi anak muda di berbagai negara. Tren tersebut kemudian dikenal sebagai black fingers atau indigo fingers, yang memadukan inspirasi budaya tradisional dengan estetika modern.

Meski populer sebagai tren fesyen zaman sekarang. Gaya menghias jari tersebut tetap memiliki akar budaya yang kaya akan nilai sejarah.

Asal-Usul dan Makna Tradisi Jagua

Suku asli Amazon mengoleskan Jagua pada jari dan tubuh untuk menangkal roh jahat, dan melindungi jiwa. Serta menghindari penyakit yang disebabkan oleh ilmu hitam.

Cairan buah Jagua juga berfungsi sebagai pengusir serangga alami saat mereka berburu atau beraktivitas di dalam hutan. Mewarnai kulit dengan pola tertentu menjadi penanda status sosial, upacara kedewasaan, ritual pernikahan, atau persiapan sebelum berperang.

Gaya memblok warna hitam penuh pada ujung jari (black fingers) juga berakar dari tradisi Elukami di Afrika. Di mana noda gelap pada tangan melambangkan koneksi spiritual dan estetika sakral.

Mengapa Tren Ini Populer Kembali?

Ada sejumlah alasan mengapa tren ini menjadi populer ditengah kalangan anak muda. Salah satunya terdapat dari bahan alami untuk mewarnai jari menjadi hitam tanpa risiko kimia dari "Black Henna".

Selain berbahan dasar alami yang terkandung di dalam buah Jagua. Banyak orang menyukai tampilan ujung jari hitam pekat karena memberikan kesan magis, gotik, dan unik.

Berbeda dengan henna yang cenderung memiliki ketahanan warna yang sangat lama. Noda hitam pada ujung jari ini akan bertahan selama 10 hingga 14 hari sebelum akhirnya pudar secara alami.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....