BTN Indonesia Fashion Week 2026 Resmi Dibuka, Ulos Jadi Inspirasi Utama

  • 29 Jul 2026 15:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia Fashion Week 2026 resmi dibuka di Jakarta Convention Center pada 29 Juli 2026 dengan memasuki penyelenggaraan ke-14 ajang bergengsi ini.
  • Tema Ulos Simetria mengangkat kain tradisional Sumatera Utara sebagai simbol keseimbangan, harmoni, persatuan, dan inovasi dalam konteks industri mode modern.
  • IFW 2026 bertujuan memperkuat peran budaya lokal sebagai fondasi perkembangan dan pertumbuhan industri fashion Indonesia ke depan.

RRI.CO.ID, Jakarta - BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 resmi dibuka di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa, 29 Juli 2026. Memasuki penyelenggaraan ke-14, ajang ini mengangkat tema ,Ulos Simetria’ dengan menempatkan Sumatera Utara sebagai Official Theme.

Tema tersebut mengangkat Ulos bukan hanya sebagai kain tradisional, tetapi juga simbol keseimbangan, harmoni, persatuan, dan inovasi. Melalui tema itu, IFW 2026 ingin memperkuat peran budaya lokal sebagai fondasi perkembangan industri mode Indonesia.

Presiden Indonesia Fashion Week, Poppy Dharsono, mengatakan Ulos Simetria mencerminkan pentingnya menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi. Menurutnya, industri mode Indonesia harus mampu menggabungkan kearifan lokal dengan daya saing global.

Presiden Indonesia Fashion Week sekaligus Ketua Umum Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono (Foto:RRI/Fathiyah Nur Zalfa)

“Melalui tema Ulos Simetria, kami ingin menegaskan industri mode Indonesia harus terus menjaga keseimbangan antara tradisi dan inovasi. Yaitu antara kearifan lokal dan persaingan global, serta antara nilai budaya dan masa depan industri kreatif," kata Poppy di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa, 29 Juli 2026.

BTN Indonesia Fashion Week 2026 juga menjadi wadah bagi ratusan desainer, pemilik merek, rumah mode, perajin, hingga pelaku UMKM. Kehadiran mereka diharapkan dapat memperkuat ekosistem fesyen nasional sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pengembangan pasar.

Di atas panggung peragaan, kekayaan wastra Ulos diterjemahkan ke dalam berbagai rancangan kontemporer tanpa meninggalkan nilai filosofinya. Perpaduan tersebut menunjukkan bahwa warisan budaya dapat berkembang mengikuti tren sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Direktur Network & Retail Funding BTN, Rully Setiawan, mengatakan Indonesia Fashion Week kini berkembang menjadi lebih dari sekadar ajang pamer karya. Menurutnya, kegiatan ini turut mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif melalui peningkatan transaksi, investasi, pariwisata, dan perluasan akses pasar.

"Indonesia Fashion Week telah berkembang menjadi lebih dari sekadar panggung kreativitas. Ajang ini menjadi penggerak ekonomi kreatif, mempertemukan pelaku usaha, membuka akses pasar, meningkatkan transaksi dan investasi, memperkuat pariwisata, serta bagi perekonomian nasional," ujar Rully.

Penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week 2026 berlangsung pada 29 Juli hingga 3 Agustus 2026. Selama lima hari, pengunjung dapat menikmati fashion show, pameran dagang, forum kreatif, talkshow, hiburan, hingga festival kuliner.

Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu Bobby Nasution, berharap Ulos semakin dikenal di tingkat internasional. Ia juga mendorong generasi muda dan para desainer untuk terus mengembangkan warisan budaya Batak tersebut.

"Kami berharap Ulos semakin dikenal di mata dunia dan tidak hanya di bidang fashion, tetapi juga pariwisata, termasuk di kalangan Generasi Z. Saya berharap para desainer lebih banyak melirik Ulos karena warisan budaya Batak ini sangat kaya," ucap Kahiyang.

Show yang ditampilkan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Provinsi Sumatera Utara dalam upacara pembukaan BTN IFW 2026 (Foto:RRI/Fathiyah Nur Zalfa)

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menilai kekayaan wastra Nusantara menjadi kekuatan utama industri fesyen Indonesia. Pemerintah pun terus mendorong perluasan pasar ekspor melalui jaringan Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di 32 negara.

"Kementerian Perdagangan memandang kekuatan utama fashion Indonesia terletak pada kekayaan wastra Nusantara. Kami juga melihat banyak potensi ekspor dan terus mengupayakan perluasan pasar internasional melalui Atase Perdagangan maupun ITPC di 32 negara," kata Dyah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....