Film 'Bandit' Raih Penghargaan Tertinggi di Festival Film Amerika Serikat
- 07 Jul 2026 15:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film Bandit meraih Grand Jury – Narrative Feature Prize, penghargaan tertinggi di Dances With Films (DWF): LA 2026, setelah mengungguli 279 film dari berbagai kategori.
- ilm garapan sutradara Brian L. Tan mendapat sambutan positif saat pemutaran perdana dunia di Los Angeles dan dinilai menjadi pencapaian penting bagi perfilman Indonesia.
- Keberhasilan Bandit memperkuat pengakuan internasional terhadap kualitas sineas Indonesia sekaligus membuka peluang lebih luas bagi karya Tanah Air di pasar global.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film aksi-thriller Indonesia Bandit menorehkan prestasi di kancah internasional setelah meraih Grand Jury Prize: Best Narrative Feature. Penghargaan tersebut diterima di ajang Dances With Films (DWF): LA 2026.
Film garapan sutradara Brian L. Tan itu berhasil mengungguli 279 film dari berbagai kategori yang berkompetisi di festival film independen tersebut. Penghargaan diumumkan pada malam puncak DWF: LA 2026 di TCL Chinese Theatre, Hollywood, Los Angeles, pada 28 Juni 2026.
Sebelum membawa pulang penghargaan, Bandit menjalani pemutaran perdana dunia pada 26 Juni 2026. Penayangannya mendapat sambutan positif dari penonton, diaspora kreatif Indonesia, serta perwakilan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Los Angeles.
Konsul Jenderal RI di Los Angeles, Purnomo A. Chandra, menyebut penghargaan tersebut sebagai catatan penting bagi industri kreatif Indonesia. Menurutnya, keberhasilan Bandit menunjukkan kualitas dan profesionalisme insan perfilman Indonesia yang semakin diakui di tingkat internasional.
"Raihan penghargaan tertinggi untuk film Bandit di festival film independen terkemuka di Amerika Serikat merupakan catatan sejarah yang penting bagi industri kreatif Indonesia," ujar Purnomo, dalam keterangan resmi KJRI Los Angeles.
Film Bandit diproduksi oleh Adaptif Films bersama Viking Sunset Studios Bali. Sebelum tampil di DWF: LA 2026, film ini juga telah diputar di JAFF 2025 dan Bali Nale 2026.
Film tersebut mengisahkan Gatra, seorang pria yang kembali terlibat dalam dunia kriminal demi menyelamatkan istrinya yang sedang hamil. Namun, aksi pencurian mobil yang dilakukannya justru menyeretnya ke dalam pusaran kekerasan, misteri, dan perburuan yang mengancam nyawanya.
Gatra bersama Tiar, mantan rekannya mencuri sebuah mobil Mercedes-Benz G-Wagon untuk mendapatkan uang dengan cepat. Tanpa mereka sadari, mobil itu menyimpan sesosok mayat di bagasi yang kemudian memicu rangkaian konflik berbahaya.
Film bergenre neo-noir action thriller itu dibintangi Wafda Saifan, Roy Sungkono, Claresta Taufan, Rifnu Wikana, Bukie B. Mansyur, dan lainnya. Keberhasilan tersebut semakin memperkuat kiprah film Indonesia di festival internasional sekaligus membuka peluang lebih besar di pasar global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....