Imajinari Hadirkan 'Operasi Pesta Copet', Film Komedi tentang Copet, Ini Ceritanya
- 21 Jun 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Imajinari mengumumkan film drama komedi Operasi Pesta Copet yang akan tayang pada Agustus 2026.
- Film ini menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod dan dibintangi Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, serta Kawai Labiba.
- Selain mengangkat aksi pencopet di festival musik, film ini juga memuat kritik sosial terkait tekanan ekonomi dan kemiskinan struktural.
RRI.CO.ID, Jakarta - Rumah produksi Imajinari memperkenalkan film terbarunya berjudul Operasi Pesta Copet. Sebuah drama komedi yang mengangkat kisah komplotan pencopet yang beraksi di tengah kemeriahan festival musik.
Film ini sekaligus menjadi debut penyutradaraan Edy Khemod dan dijadwalkan tayang di bioskop pada Agustus 2026. Dibintangi oleh Iqbaal Ramadhan, Kristo Immanuel, Zulfa Maharani, dan Kawai Labiba.
Melalui teaser poster yang telah dirilis, para pemain tampil dengan karakter yang berbeda dari peran-peran sebelumnya. Salah satu yang mencuri perhatian adalah penampilan Iqbaal Ramadhan dengan gaya baru yang jauh dari citra yang selama ini melekat padanya.
Mengambil latar festival musik Pestapora, film ini menghadirkan cerita tentang aksi nekat para pencopet di tengah puluhan ribu penonton. Selain menyuguhkan unsur komedi, film ini juga mengangkat sisi kehidupan di balik hiruk-pikuk industri hiburan dan festival musik.
Produser Ernest Prakasa mengatakan proyek ini menjadi salah satu produksi paling ambisius yang pernah dikerjakan Imajinari. Menurutnya, penggunaan lokasi festival musik yang sesungguhnya menghadirkan tantangan tersendiri selama proses produksi.
“Operasi Pesta Copet menjadi produksi Imajinari yang paling nekat sejauh ini. Film dengan set festival asli Pestapora dengan puluhan ribu penonton, yang menceritakan tentang operasi copet di konser,” ujar Ernest dalam keterangan tertulis, Minggu, 21 Juni 2026.
Ia menjelaskan gagasan film tersebut sebenarnya sudah muncul sejak 2023 ketika Edy Khemod pertama kali menyampaikan ide ceritanya. Setelah melalui proses pengembangan selama tiga tahun, proyek tersebut akhirnya siap diproduksi dan ditayangkan.
Ernest menilai film ini memiliki relevansi sosial yang kuat karena berangkat dari keresahan kemiskinan struktural yang masih terjadi di masyarakat. Karena itu, selain menghadirkan hiburan, film ini juga berupaya menyampaikan kritik sosial melalui cerita yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Edy Khemod mengungkapkan bahwa ide cerita Operasi Pesta Copet terinspirasi dari pengalaman nyata bersama band Seringai. Menurutnya, kasus pencopetan di konser musik merupakan persoalan yang kerap dihadapi penonton, musisi, maupun penyelenggara acara.
“Cerita ini berangkat dari kisah nyata yang saya alami bersama Seringai. Namun di sini saya juga ingin menyampaikan kritik sosial lewat copet konser, tentang adanya tekanan ekonomi dan tidak adanya pilihan lain dalam hidup,” kata Edy.
Bagi Iqbaal Ramadhan, film ini menjadi pengalaman baru baik di depan maupun di belakang layar. Selain berperan sebagai salah satu karakter utama, ia juga terlibat sebagai produser kreatif dalam proyek tersebut.
Iqbaal bahkan mengaku sempat mengalami kejadian lucu saat syuting berlangsung di area Pestapora. Penampilannya yang begitu berbeda membuat dirinya sempat tidak dikenali.
“Saking jametnya, saya ditahan sama satpam Pestapora. Jadi pas lagi syuting di area Pestapora, satpamnya bilang ke saya, ‘Mas, maaf lagi ada yang syuting,’” ujarnya.
Film ini diproduseri oleh Ernest Prakasa, Dipa Andika, James Erlangga, dan Iqbaal Ramadhan. Sementara Direktur Festival Pestapora, Kiki Aulia Ucup, turut bergabung sebagai produser eksekutif.
Operasi Pesta Copet hadir sebagai film yang menggabungkan dunia festival musik, komedi, dan kritik sosial. Film ini akan tayang di bioskop Indonesia pada 27 Agustus 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....