Film 'Lobang Buaya' Karya Hanung Bramantyo Raih Apresiasi di BIFAN 2026
- 13 Jun 2026 15:44 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film Lobang Buaya atau The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy terpilih dalam program B Extreme pada BIFAN 2026 di Korea Selatan
- Programmer BIFAN Martin Lee memuji film tersebut karena berhasil memadukan horor, misteri, dan drama detektif dengan refleksi sejarah yang kuat
- Hanung Bramantyo menyebut keikutsertaan filmnya di BIFAN sebagai kehormatan besar setelah sebelumnya mendapat sambutan positif di IFFR 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Film 'Lobang Buaya' karya sutradara Hanung Bramantyo kembali mencatat prestasi internasional setelah terpilih dalam ajang ‘Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026’ di Korea Selatan. Film yang menggunakan judul internasional ‘The Hole, 309 Days to the Bloodiest Tragedy’ tersebut masuk program bergengsi B Extreme.
Sebelumnya, film yang juga dikenal dengan judul ‘Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi Berdarah’ itu telah menjalani penayangan perdana dunia. Film tersebut ditayangkan dalam ‘International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026’ yang merupakan salah satu festival film bergengsi di Eropa.
Pada penyelenggaraan BIFAN 2026, 'The Hole' berhasil menembus kategori B Extreme yang memiliki reputasi khusus. Program tersebut mengurasi film-film dengan visi berani, intens, penuh ketegangan, serta imajinasi tanpa batas.
Film hasil kolaborasi Adhya Pictures dan Dapur Film itu mendapat perhatian dari tim kurator internasional. Apresiasi tersebut salah satunya datang dari Programmer BIFAN, Martin Lee, yang menilai penyutradaraan Hanung Bramantyo sangat kuat.
"Berlatar belakang sejarah yang penuh gejolak, film ini secara cerdik memadukan serangkaian pembunuhan misterius dengan elemen horor, misteri, dan drama detektif. Lewat penyutradaraan yang matang dan penceritaan yang kuat, film ini menyajikan ketegangan genre yang mencengkeram sekaligus refleksi mendalam atas tragedi sejarah," ujar Martin Lee.
Menanggapi apresiasi tersebut, Hanung Bramantyo menyampaikan rasa syukur atas pencapaian film terbarunya. Ia juga mengaku antusias membawa isu sejarah Indonesia ke panggung perfilman genre internasional.
Hanung menilai pendekatan genre dapat menjadi medium untuk mengangkat refleksi sejarah secara berbeda. "Bagi saya, genre horor dan thriller adalah ruang yang sangat jujur untuk membedah ketakutan terbesar sebuah bangsa,” ujarnya.
“Bisa membawa film ini ke BIFAN, khususnya di program B Extreme yang terkenal berani, adalah sebuah kehormatan besar. Kami tidak sabar melihat bagaimana penonton internasional merespons kegilaan dan ketegangan yang kami tawarkan," ucap Hanung.
Film 'The Hole' mengambil latar Indonesia pada era 1960-an yang dipenuhi ketegangan politik dan sosial. Ceritanya berpusat pada serangkaian pembunuhan misterius dengan korban yang ditemukan tewas setiap tanggal 30.
Setiap korban dalam kasus tersebut ditemukan memiliki lubang misterius pada tubuhnya disertai pesan aneh. Proses penyelidikan kemudian mengarah pada rahasia kelam terkait propaganda, kepercayaan, dan sisi gelap sejarah bangsa.
Kisah film ini terinspirasi dari peristiwa Gerakan 30 September yang menjadi latar utamanya. Film tersebut dibintangi oleh Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Iskak Khivano, dan Anya Zen sebagai pemeran utama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....