Harry Pantja Beberkan Proses Produksi Program TV Uji Nyali

  • 06 Jun 2026 20:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Harry Pantja mengungkap proses produksi program uji nyali dilakukan terpisah, dengan pengambilan gambar pendukung dan penelusuran peserta biasanya dilaksanakan pada waktu berbeda.
  • Menurut Harry, reaksi ketakutan peserta bersifat alami, sementara tim produksi hanya merekam dan menyunting momen yang dianggap paling relevan untuk tayangan.
  • Viralnya tantangan menginap di kamar berhantu di Bekasi dari komunitas Jepang Annya Obake memicu kritik warganet, terutama karena persyaratan yang dinilai janggal dan munculnya dugaan penipuan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presenter Harry Pantja mengungkap proses produksi program uji nyali yang pernah dilakukan di Lawang Sewu dahulu. Menurutnya, pengambilan gambar dilakukan terpisah antara kebutuhan produksi umum dan pelaksanaan uji nyali bagi peserta.

Ia menjelaskan proses syuting untuk pemukaan, penutupan, pengambilan gambar pendukung, serta testimoni dilakukan dalam satu hari. Sementara itu, pelaksanaan penelusuran dan uji nyali peserta biasanya dilakukan pada hari berbeda sesuai kebutuhan produksi.

Pengambilan gambar umumnya dimulai menjelang malam untuk mendapatkan suasana lokasi yang sesuai kebutuhan tayangan televisi. Tim produksi kemudian melanjutkan proses perekaman hingga dini hari sebelum aktivitas lingkungan sekitar mulai terdengar.

"Biasanya kami mulai mengambil gambar pendukung sejak waktu magrib untuk mendapatkan suasana yang sesuai kebutuhan program. Setelah lewat tengah malam, proses penelusuran peserta dimulai dan berlangsung hingga menjelang waktu subuh tiba," ujarnya dalam siniar via Obrolan Santai kanal YouTube, Selasa, 26 Maret 2024 lalu.

Ia mengatakan ekspresi ketakutan yang ditampilkan peserta selama program berlangsung merupakan reaksi yang muncul secara alami. Menurutnya, tim produksi berupaya menangkap momen spontan yang terjadi selama proses penelusuran berlangsung di lokasi.

Ia menambahkan durasi tayangan yang terbatas membuat tim harus menyesuaikan materi hasil perekaman dengan kebutuhan program. Karena itu, proses penyuntingan dilakukan untuk memilih bagian yang paling relevan dan menarik bagi penonton.

"Reaksi peserta yang terlihat takut saat penelusuran memang terjadi secara alami selama proses berlangsung di lokasi. Kami berusaha merekam momen tersebut agar dapat menggambarkan pengalaman peserta secara utuh kepada penonton," katanya.

Terkait jumlah peserta, ia menjelaskan tim produksi selalu menyiapkan peserta cadangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan. Langkah tersebut dilakukan apabila peserta utama menghentikan tantangan lebih cepat dari perkiraan selama proses berlangsung.

Menurutnya, sistem cadangan menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran produksi program sesuai durasi yang telah ditentukan. Dengan demikian, proses syuting tetap dapat berjalan meski terjadi perubahan situasi saat pelaksanaan uji nyali.

Sebelumnya, viral di media sosial tentang adanya komunitas horor asal Jepang, Annya Obake, membuat tantangan tinggal di kamar berhantu. Dari sekian banyaknya lokasi yang diterima, Bekasi menjadi salah satu wilayah pilihannya.

"Dibutuhkan segera, lowongan kerja paruh waktu. Gaji Rp4,2 juta perhari. Total Rp8,4 juta untuk dua hari," tulis pengumuman mereka di X, Kamis, 4 Juni 2026.

Tantangan uji nyali akan dimulai, pada tanggal 8 dan 9 Juni 2026, di sebuah kamar, di wilayah Bekasi, Jawa Barat. Hanya peserta dengan usia 20 tahun ke atas yang bisa mengikuti acara ini.

Selama mengikuti tantangan tersebut, peserta akan menempati kamar yang disiapkan selama dua hari. Dan harus mentaati peraturan yang telah disediakan oleh panitia.

Alih-alih menarik minat publik, tawaran imbalan jutaan rupiah tersebut justru menuai kritik dari warganet. Sejumlah persyaratan yang dianggap janggal serta munculnya dugaan penipuan membuat kredibilitas penyelenggara dipertanyakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....