Ebru Aydin: Umrah-Haji Jadi Ruang Refleksi Spiritual Generasi Muda
- 20 Mei 2026 07:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Fotografer Ebru Aydin menilai umrah dan haji sebagai ruang refleksi spiritual bagi generasi muda Muslim di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan.
- Ia mengangkat kisah emosional jamaah, termasuk Hakim, yang menunjukkan bahwa perjalanan spiritual merupakan hak setiap orang tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang.
- Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai pameran “Labbayk: Here I Am” menghadirkan pengalaman spiritual Islam melalui pendekatan visual dan kisah personal yang lebih humanis.
RRI.CO.ID, Jakarta - Fotografer Muslimah, Ebru Aydin menilai perjalanan umrah dan haji memiliki makna spiritual yang mendalam bagi banyak generasi muda Muslim. Menurutnya, ibadah tersebut menjadi ruang refleksi di tengah kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan.
Ia menjelaskan bahwa ibadah tersebut menjadi ruang refleksi untuk memahami kembali makna kehidupan. Terutama pada tujuan hidup, serta hubungan sesama manusia dan juga Tuhan.
"Saya melihat banyak anak muda membutuhkan peningkatan spiritual. Terutama di tengah kehidupan yang sibuk dan penuh kecemasan," katanya kepada wartawan usai pameran fotografi 'Labbayk: Here I am', Pusat Kebudayaan Belanda (Erasmus Huis), Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2026.
Ia mengatakan, pengalaman spiritual seperti umrah dan haji membuat banyak orang kembali mempertanyakan nilai-nilai penting dalam hidup. Termasuk tentang kebaikan, tujuan hidup, dan hal-hal yang benar-benar bermakna bagi diri mereka.
Sebagai fotografer, ia juga mengaku banyak menemukan kisah emosional dari para peserta yang ia dokumentasikan dalam pamerannya. Menurutnya, hampir seluruh narasumber menunjukkan sisi emosional saat menceritakan pengalaman spiritual mereka.
Ia mengaku tersentuh melihat banyak laki-laki yang menunjukkan sisi emosionalnya ketika membicarakan pengalaman umrah maupun haji. "Saya bisa melihat bahwa topik ini sangat dekat dengan hati mereka," ujarnya.
Ia menceritakan kisah jemaah Haji, Hakim yang sempat dianggap tidak perlu menjalankan umrah karena kondisi kesehatannya. Namun, Hakim menolak pandangan tersebut dan mempertanyakan mengapa dirinya harus dikecualikan dari mimpi spiritual itu.
"Dia berkata kepada saya, ‘Apakah saya tidak boleh memiliki mimpi untuk pergi?’. Tentu saja, itu sangat menyentuh kami semua," ujarnya, menjelaskan.
Baginya, kisah tersebut menunjukkan bahwa perjalanan spiritual merupakan hak dan harapan setiap orang. Hal itu berlaku tanpa memandang kondisi fisik maupun latar belakang seseorang.
Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menilai pameran fotografi 'Labbayk: Here I Am' menghadirkan pengalaman spiritual umat Islam. Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan melalui medium visual dan kisah personal yang lebih humanis.
Ia mengatakan, pendekatan tersebut memungkinkan masyarakat melihat dimensi spiritual Islam dari perspektif yang lebih humanis. Cara ini, kata dia, dapat memperkaya pemahaman budaya yang tidak selalu terwakili dalam ruang politik maupun diplomasi formal.
"Pameran ini sangat penting. Karena melalui foto dan kisah pribadi kita dapat memahami pengalaman spiritual secara lebih manusiawi," ucapnya.
Ia menambahkan, penyampaian kisah-kisah spiritual tersebut diharapkan dapat memperkenalkan nilai-nilai budaya Islam kepada masyarakat luas. Serta juga mendorong penghargaan terhadap keberagaman dalam tatanan sosial global yang semakin plural.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....