Pemerintah Bentuk Satuan Operasional Armuzna jelang Puncak Ibadah Haji
- 19 Mei 2026 18:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Pemerintah membentuk Satuan Operasional Armuzna
- 2. Keberangkatan jemaah haji dari Makaah ke Arafah dengan tiga gelombang
- 3. Keberangakatan jemaah haji dari Makkah ke Arafah dimulai 25 Mei 2026
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah RI membentuk Satuan Operasional Armuzna untuk menyiapkan skema-skema pergerakan jemaah secara bertahap dan terukur serta berbasis mitigasi kepadatan. Satuan Operasional Armuzna bertujuan memastikan jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan puncak haji dengan aman dan lancar.
"Guna kemudian menyiapkan skema-skema pergerakan jemaah secara bertahap dan terukur. Serta berbasis mitigasi kepadatan," kata Juru Bicara Kementerian Maria Assegaff, dalam keterangan pers, Selasa, 19 Mei 2026.
Maria mengatakan pelaksanaan puncak haji menjadi fase yang sangat krusial. Jemaah haji Indonesia dan jutaan jemaah haji dari berbagai negara akan bergerak secara bersamaaan menuju tempat yang sama yaitu Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
Maria menjelaskan pergerakan jemaah haji Indonesia dari Makkah menuju Arafah, dimulai pada 8 Zulhijah 1447 Hijriyah atau Senin 25 Mei 2026. Ia mengatakan keberangkatan jemaah haji akan dibagi menjadi tiga tahap atau gelombang yakni pada pagi hari pukul 6.00 waktu Arab Saudi (WAS).
Selanjutnya pukul 11.30WAS dan pukul 17.30 Waktu Arab Saudi. Maria meminta jemaah untuk mempersiapkan diri dan tidak berkerumun atau menunggu di lobby hotel sebelum jadwal keberangkatan untuk menghindari penumpukan di lobby hotel.
"Harapannya nanti pada pukul 24 Waktu Arab Saudi seluruh jemaah telah diberangkatkan menuju ke Arafah. Tentu kami menghimbau kepada seluruh jemaah agar tidak berada di lobby hotel sebelum jadwal keberangkatan masing-masing," kata Maria.
Ia juga mengingatkan jemaah untuk bersama rombongan kloter, membawa barang secukupnya. Jemaah diingatkan pula menjaga kesehatan dan membawa identitas sehingga tidak ada yang tertinggal.
Kementerian Haji dan Umrah akan melakukan sweeping di Mekkah. Upaya tersebut untuk memastikan jemaah haji Indonesia tidak ada yang tertinggal di Makkah.
"Kami akan lakukan sweeping menyeluruh di wilayah Mekah untuk kemudian memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal di Mekah. Sesampai di Arafah , jemaah akan bermalam dan mempersiapkan diri untuk melakukan wukuf pada keesokan harinya yang merupakan puncak ibadah haji," jelasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....