Film ‘Semua Akan Baik Baik Saja’ Usung Akting Improvisasi dan Emosi Natural
- 07 Mei 2026 00:51 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Baim Wong usung pendekatan akting improvisasi dengan kebebasan eksplorasi emosi pemain.
- Film diarahkan sebagai medium emosional yang berdampak, mengutamakan kejujuran dan karya berbasis “hati”.
- Reza Rahadian sebut proses syuting seperti pertunjukan langsung dengan banyak adegan satu kali pengambilan tanpa ulang.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film layar lebar Semua Akan Baik Baik Saja menonjolkan pendekatan akting berbasis improvisasi dan kebebasan ekspresi pemain. Sutradara memberi ruang luas bagi aktor untuk menggali emosi tanpa bergantung penuh pada skenario.
Sutradara sekaligus produser Baim Wong menilai proses kreatif film harus memberi dampak nyata bagi penonton melalui cerita. Ia percaya karya yang dibuat dengan hati mampu memengaruhi cara pandang penonton terhadap kehidupan.
| Baca juga: Baim Wong Hadirkan Film Bertema Keluarga |
Menurutnya, film bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium perubahan yang dapat menyentuh sisi emosional penonton. Ia menegaskan bahwa kejujuran dalam berkarya menjadi kunci agar pesan film tersampaikan dengan kuat.
“Saya paling tidak suka kalau karya hanya dinilai tanpa melihat niatnya, semua harus dibuat dengan hati. Kalau film bisa berdampak dan mengubah penonton, itu menjadi nilai lebih bagi semua yang terlibat,” ujar Baim Wong saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta, Rabu 6 Mei 2026
Ia juga mengungkapkan proses pemilihan lokasi dilakukan secara spontan berdasarkan situasi yang ditemukan di lapangan. Salah satu set bahkan dipilih dari rumah warga yang kemudian diubah demi kebutuhan visual cerita.
Dalam proses casting, ia mengandalkan insting sebagai aktor untuk menentukan kecocokan karakter dengan pemain yang dipilih. Pendekatan ini membuat proses diskusi lebih banyak berfokus pada pengembangan adegan dibandingkan sekadar membaca naskah.
“Diskusi kami lebih sering tentang perubahan adegan daripada sekadar membaca naskah bersama para pemain. Saya ingin pemain merasa nyaman sehingga ide mereka bisa berkembang secara alami di dalam adegan, katanya.
Sementara itu, aktor Reza Rahardian menilai metode penyutradaraan yang digunakan memberi pengalaman berbeda dalam proses akting. Ia menyebut pendekatan tersebut membuat para pemain seperti tampil dalam pertunjukan langsung tanpa banyak pengulangan adegan.
Menurutnya, teknik pengambilan gambar satu kali tanpa pengulangan menuntut konsentrasi tinggi dari seluruh pemain di lokasi. Hal itu sekaligus menciptakan energi spontan yang membuat adegan terasa lebih hidup dan autentik.
"Prosesnya seperti bermain di panggung, karena banyak adegan dilakukan dalam satu pengambilan tanpa pengulangan. Pengalaman ini menarik karena memberi kebebasan berekspresi namun tetap terarah sesuai visi sutradara,” kata Reza.
Film ini diharapkan mampu memberikan pengalaman emosional berbeda bagi penonton melalui pendekatan akting yang lebih natural. Dengan eksplorasi yang kuat, karya ini diharapkan meninggalkan kesan mendalam setelah ditonton.
Film "Semua Akan Baik-Baik Saja" mulai tayang di bioskop Indonesia pada 13 Mei 2026. Para pemainnya di antaranya Reza Rahadian, Christine Hakim, Arie Ilham, Raihaanun, Happy Salma, Aquene Djorghi, serta Malika Shaquena. (Agnes Claudia Ohoira)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....