Reza Rahadian Dukung Gerakan Budaya Sensor Mandiri LSF

  • 26 Nov 2025 08:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Program Lembaga Sensor Film (LSF) Nonton Bareng Film ‘Keadilan (The Verdict)’ digelar di XXI Plaza Senayan, Selasa (25/11/2025). Acara ini turut menghadirkan dua pemeran dalam film tersebut, Reza Rahadian dan Adam Farrel.

Keduanya membagikan pengalaman selama proses syuting kepada penonton yang hadir. Reza dan Adam juga menceritakan pendalaman karakter yang mereka jalani untuk berperan di film 'Keadilan (The Verdict)'.

Dalam sesi doorstop, Reza mengapresiasi program nobar yang diinisiasi LSF tersebut. Ia menilai kegiatan ini mampu mempertemukan film dengan penonton secara lebih dekat.

Saat ditanya tentang pentingnya peran LSF bagi seorang aktor, Reza memberikan jawaban tegas. Ia menyebut LSF sangat penting karena lembaga itu memberi akses pertama untuk peredaran film melalui surat tanda lulus sensor.

“Pasti penting karena kan disitulah kita mendapatkan akses pertama untuk bisa mengedarkan film juga. Surat tanda lulus sensor itu sudah menjadi suatu hal yang diperlukan,” kata Reza.

Reza juga menanggapi klasifikasi usia film ‘Keadilan (The Verdict)’ yang ditetapkan untuk 17 tahun ke atas. Ia mengatakan film ini membahas isu hukum sehingga penontonnya lebih tepat dari kelompok remaja akhir dan dewasa awal.

Dia juga menyampaikan pandangannya tentang perubahan kebijakan LSF yang kini tidak lagi sekadar memotong adegan secara sepihak. Reza menyebut banyak filmmaker menyambut baik kebijakan baru itu yang memberi ruang bagi pembuat film menentukan klasifikasi usia sendiri.

“Secara umum banyak sekali insan film yang merasa kalau ini solusi yang cukup baik,“ katanya. Kebijakan tersebut memberikan kejelasan sekaligus menghargai kreativitas pembuat film.

Reza juga menyoroti fenomena orang tua yang masih membawa anak menonton film dewasa. Namun ia melihat kesadaran masyarakat kini mulai meningkat, terutama sejak LSF mendorong budaya sensor mandiri.

Ketua LSF, Naswardi, turut memberikan pandangan tentang film tersebut. Ia menyampaikan LSF ingin mendekatkan penonton dengan film nasional agar apresiasi semakin meningkat.

Ia menjelaskan bahwa melalui kolaborasi dengan film ‘Keadilan (The Verdict)’, LSF berupaya memperkuat sosialisasi dan promosi literasi tontonan. “Kita berkolaborasi untuk menjadi bagian dari bagaimana sosialisasi, promosi dan juga apresiasi terhadap film ini semakin tinggi,” ujarnya.

LSF sendiri menargetkan 11.500 penonton mendapatkan edukasi budaya sensor mandiri sepanjang tahun ini. Strategi yang ditempuh adalah kolaborasi dengan film-film nasional yang rilis bersamaan dengan agenda literasi.

“Minimal 70 persen film nasional LSF bantu promosikan,” kata Naswardi. Program Nonton Bareng LSF ini diharapkan memperkuat Budaya sensor mandiri di masyarakat agar tercipta tontonan aman dan bertanggung jawab.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....