Museum Nasional Indonesia Targetkan 800 Ribu Kunjungan

  • 26 Apr 2026 03:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Museum Nasional Indonesia menargetkan 800 ribu pengunjung pada tahun 2026 seiring pembukaan pameran Pendar dan Numismatik, meningkat dari capaian 770 ribu pengunjung pada tahun sebelumnya.
  • Museum tetap mempertahankan harga tiket normal serta menjalankan program Aramsa, yaitu kunjungan gratis setiap Rabu minggu kedua pukul 16.00 WIB tanpa batas kuota.
  • Untuk menjaga kenyamanan pengunjung, pameran Pendar dan Numismatik akan menerapkan pembatasan 50 orang per sesi dengan durasi 30 menit, serta menghadirkan inovasi 'kids label' agar museum lebih ramah anak dan interaktif.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengelola Museum Nasional Indonesia menargetkan angka kunjungan sebanyak 800 ribu orang sepanjang tahun ini. Target tersebut dicanangkan seiring rencana pembukaan pameran terbaru bertajuk Pendar dan Numismatik.

Pihak pengelola mencatat jumlah pengunjung lembaga tersebut menyentuh 770 ribu orang pada tahun lalu. Berbagai program pendukung akan segera dikerahkan guna mencapai target kenaikan kunjungan ke depan.

"Tahun ini targetnya 800 ribu, tahun lalu 770 ribu, mudah-mudahan tahun ini tercapai. Harga tiket tetap normal dan tidak naik karena tahun kemarin sudah naik," kata Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin, Jumat, 24 April 2026.

Manajemen Museum Nasional Indonesia juga masih rutin menyelenggarakan program kunjungan khusus bagi masyarakat. Program bernama Aramsa itu memberikan akses kunjungan secara cuma-cuma tanpa perlu membayar biaya tiket masuk.

"Kita selalu punya Program Aramsa, jadi Aramsa itu gratis ke museum setiap Rabu minggu kedua. Mulai jam 4 sore dan berlaku untuk semua orang, tidak ada batas kuota," ucapnya.

Manajemen juga menetapkan kebijakan baru berupa pembatasan jumlah orang pada area pameran Pendar dan koleksi Numismatik. Ketentuan ini diterapkan demi menjaga tingkat kenyamanan sekaligus kualitas setiap kunjungan para tamu museum.

"Kita siapkan kuota 50 orang, dan diberi waktu 30 menit di dua ruangan. Tidak boleh lebih, karena nanti mengaturnya agak sulit" ujarnya.

Museum Nasional Indonesia juga meresmikan inovasi pendidikan yang bernama Kids Label dalam rangka merayakan HUT ke-248. Pendekatan edukasi teranyar ini difokuskan kepada para pengunjung keluarga terutama anak berusia lima sampai 12 tahun.

Tenaga Ahli Museum Nasional Indonesia Sabila Duhita Drijono merinci manfaat pembuatan label interaktif bagi kunjungan di museum. Inisiatif label ramah anak ini bertujuan guna membantu memantik proses interaksi antara para tamu kecil dengan koleksi.

"Label ini tidak hanya menjelaskan, tapi mengajak anak untuk berpikir dan berdiskusi. Harapannya, kunjungan ke museum jadi pengalaman yang hidup, bukan sekadar melihat benda," ujar Sabila.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....