Museum Nasional Rencanakan Buka Ruang Pamer Emas Tahun Ini

  • 26 Apr 2026 00:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Museum Nasional Indonesia (MNI) berencana membuka ruang pamer emas yang berada di lantai empat pada tahun ini, namun hingga kini masih dalam tahap persiapan dan belum resmi dibuka untuk publik.
  • Kepala Museum dan Cagar Budaya menyebutkan pembukaan ruang pamer tersebut bersifat fleksibel, dapat terealisasi tahun ini atau mundur hingga awal tahun depan, tergantung kesiapan.
  • Seluruh koleksi yang ditampilkan, baik di ruang pamer emas maupun numismatik, dipastikan merupakan benda asli, sementara koleksi numismatik sendiri menampilkan sejarah mata uang dari berbagai era di Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Museum Nasional Indonesia berencana membuka ruang pameran koleksi benda emas asli bagi masyarakat pada tahun ini. Rencana pembukaan area khusus tersebut dilakukan guna mengoptimalkan fungsi edukasi sejarah bagi seluruh lapisan masyarakat luas.

Fasilitas edukasi sejarah tersebut berada pada area lantai empat bangunan museum yang terletak di wilayah Jakarta Pusat. Kepala Museum dan Cagar Budaya Indira Estiyanti Nurjadin memberikan keterangan terkait rencana pengoperasian gedung baru koleksi tersebut pada Jumat, 24 April 2026.

"Jadi ruang pamernya berada di lantai empat. Sampai sekarang belum dibuka," ujarnya.

Esti menerangkan kesiapan pembukaan ruangan yang tetap memantau kesiapan teknis seluruh tim. Ia berharap seluruh fasilitas penyimpanan emas tersebut dapat menyambut kedatangan pengunjung umum dengan kondisi sangat memuaskan.

"Insaallah doakan saja, kalau bisa tahun ini. Tapi kalau tidak bisa, mungkin awal tahun depan," kata Esti.

Keberadaan ruang simpan koleksi berharga tersebut seringkali menjadi bahan pertanyaan utama banyak pengunjung Museum Nasional. Ruang Pamer Numismatik sebelumnya juga mengalami situasi penantian serupa dari masyarakat sebelum resmi dapat dikunjungi publik.

Pihak museum memiliki komitmen penuh dalam menyajikan standar orisinalitas setiap objek warisan budaya berharga nusantara. Langkah ini bertujuan guna menjamin tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kebenaran informasi yang disajikan oleh pengelola museum.

"Asli. Kalau ada yang replika pasti kita akan tulis. Di sini semua koleksinya asli," ucapnya.

Kurator Museum Nasional Indonesia Fifiana Wardani mengemukakan visi utama penyelenggaraan agenda pameran Numismatik dalam waktu dekat. Ia menerangkan keberadaan pameran mata uang sebagai upaya penting dalam mendokumentasikan nilai luhur serta simbol sejarah.

Seluruh pajangan barang sejarah akan menampilkan evolusi peradaban masyarakat sejak masa kerajaan lama hingga detik proklamasi Indonesia. Masyarakat bisa mengamati secara jernih jejak kekuasaan berbagai kerajaan masa lalu melalui bukti otentik instrumen alat bayar.

"Di antara uang yang dipamerkan ada uang gobog wayang, dan koin emas Syailendra setengah potong. Ada pula mohur, uang kasha Banten beraksara Arab, serta doit," ucap Fifi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....