Fauzan Zidni Terpilih Jadi Ketua Umum BPI 2026-2030

  • 13 Apr 2026 15:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Fauzan Zidni resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2026-2030, menggantikan Celerina Judisari dalam Kongres IV BPI di Jakarta.
  • Program utama Fauzan meliputi penguatan kualitas talenta film melalui sinkronisasi kurikulum, program magang, hingga pengiriman sineas muda ke sekolah dan laboratorium film internasional.
  • BPI berencana menyusun revisi UU Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan guna memperkuat kepastian hukum, mendukung kebebasan berekspresi, serta memberantas pembajakan film secara menyeluruh.

RRI.CO.ID, Jakarta - Fauzan Zidni terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2026-2030. Ia menggantikan Plt. Ketua Umum Celerina Judisari dalam Kongres IV BPI yang digelar di Hotel Mercure Cikini, Jakarta, pada 10-12 April 2026.

“Saya berterimakasih kepada stakeholder BPI yang telah memberi kepercayaan besar ini untuk menjalankan agenda bersama seluruh masyarakat film Indonesia. Semoga perfilman Indonesia semakin maju,” ujar Fauzan dalam siaran tertulis, Senin, 13 April 2026.

Fauzan menyiapkan sejumlah program utama, salah satunya peningkatan kualitas sumber daya manusia perfilman. Upaya tersebut akan dilakukan melalui sinkronisasi kurikulum, program magang, hingga pengiriman talenta muda ke sekolah film terbaik di luar negeri dan berbagai film lab internasional.

“Selain itu, BPI akan menyusun revisi UU Perfilman bersama Kementerian Kebudayaan untuk penguatan kelembagaan BPI. Penguatan profesi perfilman, penguatan dukungan pemerintah terhadap perfilman, kepastian hukum dan kemudahan investasi, serta perlindungan kebebasan berekspresi,” katanya.

Fauzan menambahkan, BPI juga memiliki agenda lain seperti gerakan anti pembajakan film secara menyeluruh. Selain itu, penyelenggaraan Festival Film Indonesia serta pelaksanaan fungsi BPI sesuai amanat UU Perfilman juga menjadi fokus.

Kongres yang dihadiri oleh 67 stakeholder ini turut memilih anggota Dewan Pengawas BPI. Mereka adalah Fajar Nugros, Agustina Kusuma Dewi, Nasaruddin Saridz, Danu Murti, dan Judith Dipodiputro.

Selain pemilihan pengurus, kongres juga membahas Rencana Induk Pengembangan BPI. Dokumen ini akan mendorong terwujudnya Rencana Induk Perfilman Nasional sesuai amanat UU Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman.

Rencana induk tersebut akan menjadi panduan strategis bagi ekosistem perfilman Indonesia dalam jangka panjang. Penyusunannya mengacu pada RPJPN dan Rencana Induk Pemajuan Kebudayaan.

Cakupan rencana ini meliputi pengembangan sumber daya manusia, infrastruktur produksi, distribusi, hingga promosi. Selain itu, juga mencakup kerangka regulasi untuk mendukung industri film yang inklusif dan berdaya saing hingga 2045.

Fauzan Zidni dikenal sebagai produser film dan eksekutif media dengan pengalaman lebih dari 14 tahun. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) periode 2016-2019 dan menjadi Dewan Penasihat sejak 2019.

Ia merupakan lulusan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Meraih gelar magister kebijakan publik dari Lee Kuan Yew School of Public Policy, National University of Singapore.

Beberapa film yang pernah diproduksinya antara lain What They Don't Talk About When They Talk About Love, Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak, Tukar Takdir, dan Perang Kota.

Fauzan juga sempat menjabat sebagai Executive Producer/Head of Original Content di The Walt Disney Company Indonesia pada 2022-2024. Ia memimpin tim yang menghasilkan sejumlah konten original dan proyek pengembangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....