Kemenbud–Mizan Production Rencana Ingin Buat Film Biopik Syekh Yusuf Al-Makassari

  • 07 Apr 2026 10:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah mendorong produksi film Syekh Yusuf Al-Makassari untuk memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat internasional.
  • Kemenbud menyiapkan berbagai skema seperti Dana Indonesia Raya, development fee, hingga afirmasi film sejarah.
  • Mizan Group menyambut kolaborasi, namun mengakui film sejarah memiliki tantangan besar dari sisi pembiayaan dan pasar.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mendorong produksi film sejarah Syekh Yusuf Al-Makassari sebagai bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia di tingkat global. Langkah ini seiring momentum peringatan 400 tahun tokoh ulama dan pejuang nasional tersebut.

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan pihaknya membuka peluang kolaborasi dengan Mizan Group. Terutama dalam pengembangan film berbasis sejarah dan spiritualitas Syekh Yusuf Al-Makassari.

"Kita juga baru buka untuk development fee dan post-productionkhusus film. Sekarang juga ada lomba penulisan skenario film sejarah, serta rencana afirmasi lima film sejarah," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Selasa, 7 April 2026.

Ia menambahkan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema dukungan industri film. Mulai dari Dana IndonesiaRaya untuk matching fund, pembiayaan pengembangan (development fee), hingga dukungan pascaproduksi.

Selain itu, Kemenbud juga mendorong produksi film sejarah melalui program afirmasi dan lomba penulisan skenario. "Kementerian Kebudayaan juga baru saja meluncurkan Dana Indonesia Raya yang bisa digunakan untuk matching fund," ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Mizan Group, Haidar Bagir, menyambut baik peluang kolaborasi tersebut. Ia mengungkapkan ketertarikan mengangkat kisah Syekh Yusuf sejak lama karena sosoknya kompleks sebagai ulama, pemikir tasawuf, dan pejuang anti-kolonialisme.

Namun, Ia mengakui produksi film sejarah memiliki tantangan tersendiri. Terutama dari sisi pembiayaan dan dinamika pasar yang kompetitif.

"Mizan berpengalaman dalam memproduksi berbagai film nasional, termasuk film Laskar Pelangi. Namun produksi film sejarah atau biografi memiliki tantangan tersendiri, terutama dari sisi pembiayaan dan dinamika pasar yang sangat kompetitif," ujarnya.

Dalam pengembangannya, tim kreatif Mizan Production merancang pendekatan naratif yang menggabungkan kisah sejarah dengan sentuhan kontemporer. Pendekatan ini diharapkan dapat membuat cerita Syekh Yusuf Al-Makassari lebih relevan dan menarik bagi generasi muda.

Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap film tidak hanya menjadi karya seni. Tetapi juga media strategis untuk memperkenalkan nilai-nilai sejarah dan spiritualitas Indonesia ke kancah internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....