Reuni Haru Reda Gaudiamo dan Sahabat Masa Kecil Warnai Nobar Film 'Na Willa'

  • 01 Apr 2026 23:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya setelah lebih dari 60 tahun.
  • Momen nobar Na Willa di Surabaya berlangsung emosional dan penuh kenangan.
  • Film Na Willa diangkat dari kisah nyata masa kecil yang penuh kehangatan dan persahabatan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Momen hangat dan penuh haru tercipta dalam acara nonton bareng film ‘Na Willa’ di Tunjungan Plaza 1 XXI, Surabaya, Selasa, 31 Maret 2026. Dalam kesempatan istimewa itu, penulis sekaligus inspirasi cerita, Reda Gaudiamo, kembali dipertemukan dengan sahabat masa kecilnya, Ibu Farida.

Keduanya merupakan bagian dari kisah nyata di balik film ‘Na Willa’, yang diangkat dari pengalaman masa kecil Reda di Krembangan, Surabaya. Setelah lebih dari 60 tahun berpisah, mereka akhirnya kembali duduk berdampingan di bioskop, menyaksikan kenangan yang kini dihidupkan di layar lebar.

Suasana menjadi semakin emosional saat beberapa adegan menyentuh hati Ibu Farida. Salah satunya ketika adegan Na Willa ingin ikut mengaji bersama Farida, momen sederhana yang kini terasa begitu dalam.

Dalam film ini, karakter Farida diperankan oleh Freya Mikhayla, sementara Na Willa dimainkan oleh Luisa Adreena. Sosok Farida digambarkan sebagai anak ceria dengan ciri khas tidak bisa mengucapkan huruf ‘R’.

Reda mengungkapkan harapannya agar film ini bisa membawa penonton kembali ke masa kecil. Ia juga berharap film tersebut dapat menjadi jembatan untuk kembali terhubung dengan teman lama.

Ibu Farida pun mengaku terharu saat menonton film tersebut. Ia merasa banyak adegan yang begitu mirip dengan pengalaman masa kecilnya bersama Reda, terutama dalam momen mengaji dan beribadah.

Pas nonton itu, kok Faridanya mirip sekali sama saya pas kecil ya, apalagi saat adegan mengaji dan salat. Si Linda, nama kecil Reda Gaudiamo, ambil sprei, aduh, terharu sekali nontonnya, tidak bisa berkata-kata,” kata Ibu Farida dalam keterangan resmi, dikutip Rabu 1 April 2026.

Tak hanya menghadiri nobar, Reda juga menyempatkan diri mengunjungi Krembangan, tempat ia tumbuh. Ia bahkan datang ke rumah Ibu Farida dan keduanya kembali berpelukan, melepas rindu yang telah lama tertahan.

Meski banyak perubahan terjadi di Krembangan, tempat itu tetap menyimpan kenangan mendalam bagi Reda. Terlebih, sahabat lamanya masih tinggal di sana.

Reda juga menegaskan bahwa latar, tokoh, hingga cerita dalam ‘Na Willa’ berasal dari kehidupan nyatanya. Nama-nama seperti Farida, Dul, dan Bud merupakan sosok nyata dari masa kecilnya.

“Masa kecil saya di Surabaya, dan itu menjadi setting cerita Na Willa. Tumbuh di Surabaya dengan berbagai macam teman dan tetangga dari berbagai ras, dan itu menjadi bagian penting dari cerita ini,” ujar Reda.

Ia mengenang janji lama kepada Farida untuk kembali, yang akhirnya baru terwujud setelah puluhan tahun. Sementara itu, Ibu Farida juga mengungkapkan rasa harunya karena penantian panjang tersebut akhirnya terbayar.

Lebih dari sekadar tontonan, Na Willa menjadi pengalaman yang menyentuh banyak penonton. Film ini menghadirkan perjalanan kembali ke masa kecil, keluarga, dan kehangatan sederhana yang dekat dengan kehidupan banyak orang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....