Kisah Nyata di Balik Na Willa, Penuh Nostalgia dan Kenangan Masa Kecil

  • 29 Mar 2026 14:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Cerita Na Willa berasal dari pengalaman masa kecil Reda Gaudiamo di Gang Krembangan.
  • Penuh nostalgia masa kecil penulis, adegan sederhana seperti bermain dan rasa penasaran anak-anak membuat penonton merasa relate.
  • ‘Na Willa’ memunculkan pembahasan soal parenting hingga membuat penonton lebih memahami sudut pandang anak.

RRI.CO.ID, Jakarta - Cerita Na Willa terasa begitu dekat dengan pengalaman masa kecil banyak orang. Sejumlah adegan seperti bermain di pasar, berkumpul dengan teman, hingga rasa penasaran khas anak-anak berhasil membangkitkan nostalgia penonton.

Film ini ternyata diangkat dari kisah nyata penulis novelnya, Reda Gaudiamo. Ia membagikan kenangan tentang Gang Krembangan yang menjadi latar utama cerita.

Menurut Reda, lingkungan yang dulu sederhana dengan pagar kayu kini telah berganti menjadi bangunan yang lebih modern. Perubahan tersebut membuatnya teringat suasana lama yang penuh kesederhanaan.

“Dulu sangat sederhana sebenarnya, jadi bentuknya dan pagarnya dari kayu. Sekarang sudah dari besi, lalu ada rumah yang pakai tiang-tiang, pakai pilar-pilar,” kata Reda dalam keterangan resmi, dikutip Jumat 27 Maret 2026.

Saat kembali berkunjung, Reda juga menyempatkan diri mendatangi rumah sahabatnya, Farida. Ia menyebut rumah tersebut masih berdiri kokoh seperti dulu, bahkan kini dipenuhi lebih banyak tanaman karena hobi sang pemilik.

“Saya iseng-iseng tanya apakah ada yang namanya Bu Farida di sini? Ternyata dia langsung muncul. Lalu saya bilang, ‘Eh, kamu masih ingat nggak sama saya? Saya dulu tinggal di seberang,” ujar Reda.

Pertemuan Reda dengan Farida kembali terjadi pada 2023 saat ia berada di Surabaya. Momen tersebut berlangsung hangat dan penuh tawa, terutama ketika mereka saling mengenang masa kecil yang telah lama berlalu.

Namun, di balik kebahagiaan itu, terselip kabar duka. Reda mengetahui salah satu temannya, Dul, telah meninggal dunia, sementara teman lainnya, Bud, sudah tidak lagi tinggal di Gang Krembangan.

Penulis sekaligus sutradara ‘Na Willa’, Ryan Adriandhy, turut menyampaikan apresiasi kepada penonton. Ia berterima kasih karena penonton mau memahami cerita dari sudut pandang anak-anak dan berempati terhadap perjalanan tokohnya.

Sejak tayang di bioskop, film ini juga memicu berbagai diskusi di kalangan penonton. Mulai dari pola asuh orang tua hingga rekomendasi buku anak, menjadi topik yang banyak diperbincangkan.

Kehadiran ‘Na Willa’ membuat banyak penonton merasa terhubung dengan ceritanya. Mereka seolah menjadi bagian dari dunia yang ditampilkan, sekaligus merasakan kembali kebahagiaan sederhana masa kecil.

Film ini hadir sebagai tayangan Lebaran yang penuh makna. ‘Na Will’ masih dapat disaksikan di bioskop Indonesia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....