Joko Anwar: Cerita Autentik Jadi Kunci Film Indonesia Tembus Pasar Global

  • 01 Apr 2026 15:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Joko Anwar sebut kekuatan cerita autentik dan naskah yang kuat menjadi kunci film Indonesia bersaing di pasar global.
  • Generasi muda sebagai penonton kritis mendorong hadirnya film dengan cerita jujur dan relevan.
  • Kekayaan budaya, termasuk genre horor, menjadi potensi besar sekaligus alat soft power Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Produser dan Sutradara Joko Anwar menegaskan bahwa kekuatan cerita autentik menjadi kunci utama film Indonesia untuk menembus pasar global. Ia menilai, kejujuran dalam bercerita menjadi faktor penting yang membuat sebuah film dapat diterima oleh penonton luas.

“Pertama, kita harus punya naskah yang kuat, teman-teman. Visi yang jelas, serta keberanian untuk bercerita secara jujur,” ujar Joko Anwar di CGV Grand Indonesia, Rabu 1 April 2026.

Menurutnya, film Indonesia tidak akan mampu bersaing di tingkat global tanpa memiliki cerita yang kuat dan dekat dengan realitas masyarakat. Cerita yang relevan dinilai mampu membangun koneksi emosional dengan penonton, baik di dalam maupun luar negeri.

Joko Anwar juga menyebut bahwa generasi muda saat ini menjadi penonton yang kritis. Mereka cenderung menyukai film yang menggambarkan kehidupan sehari-hari dan realitas yang mereka hadapi.

“Generasi muda ini adalah para penonton yang haus sekali untuk menonton film-film yang menceritakan secara jujur realita. Kalau kita lihat film-film yang laris di Indonesia beberapa tahun belakangan ini adalah film-film yang menyajikan kehidupan yang nyata,” katanya.

Hal ini menjadi peluang besar bagi sineas untuk mengangkat cerita-cerita lokal yang kuat. Dengan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia, potensi cerita dinilai tidak akan pernah habis untuk terus dieksplorasi.

Ia juga menyoroti genre horor sebagai salah satu kekuatan khas Indonesia. Kedekatan masyarakat dengan unsur budaya dan kepercayaan membuat genre ini memiliki daya tarik tersendiri di kalangan penonton.

“Kekuatan cerita kita yang paling besar itu adalah kepustakaan horror. Nah, kedalaman budaya kita, kompleksitas sosial, dan keautentikan khas Indonesia, ini adalah satu potensi kita,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa film bukan hanya sekadar hiburan. Film juga dapat menjadi alat soft power untuk memperkenalkan budaya Indonesia ke dunia internasional.

“Mudah-mudahan film Indonesia bisa mendapat tempat yang lebih besar lagi di dunia. Sehingga kita bisa punya soft power yang lebih besar untuk kesejahteraan kita bersama,” katanya

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....