Tembus Pasar Global, Film 'Ghost in the Cell' Bakal Tayang di 86 Negara
- 31 Mar 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Film Ghost in the Cell karya Joko Anwar telah dibeli oleh 86 negara sebelum tayang di Indonesia pada 16 April 2026.
- Penayangan mencakup berbagai wilayah seperti Asia Tenggara, Amerika Utara, Eropa, hingga Amerika Latin, menunjukkan jangkauan global yang luas.
- Tema universal tentang kekuasaan, korupsi, dan pencarian kebenaran membuat film ini relevan dan diminati pasar internasional.
RRI.CO.ID, Jakarta - Film terbaru karya sutradara Joko Anwar, ‘Ghost in the Cell’, mencatat pencapaian besar dan akan tayang ke 86 negara. Film ini bahkan sudah menarik perhatian internasional sejak tampil di Berlinale 2026.
Keberhasilan ini menandakan tingginya minat pasar global terhadap film tersebut. ‘Ghost in the Cell’ sendiri dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 16 April 2026.
Film produksi Come and See Pictures ini bekerja sama dengan RAPI Films, Legacy Pictures, dan Barunson E&A untuk distribusi internasional. Sejumlah negara di Asia dan Asia Tenggara seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Filipina, hingga Taiwan dipastikan akan menayangkan film ini.
Di kawasan Amerika Utara, film ini akan hadir di Amerika Serikat dan Kanada. Sementara itu, untuk wilayah Rusia dan negara-negara CIS mencakup Rusia, Kazakhstan, hingga Georgia.
Penayangan juga menjangkau Eropa, termasuk Jerman, Prancis, Spanyol, Belanda, serta kawasan Britania Raya dan Irlandia. Selain itu, film ini juga akan tayang di Australia dan Selandia Baru.
Untuk kawasan Amerika Latin, beberapa negara seperti Meksiko, Brasil, Argentina, dan Chile turut masuk dalam daftar penayangan. Film ini juga menjangkau wilayah India dan sekitarnya seperti India, Pakistan, dan Bangladesh.
Menurut Joko Anwar, film ini mengangkat isu yang dekat dengan realitas, seperti kekuasaan, sistem korup, hingga perjuangan mencari kebenaran. Ia menilai tema tersebut bersifat universal dan dapat dipahami oleh penonton di berbagai negara.
Hal itu pula yang membuat film ini diterima luas secara global. Joko menyebut cerita dalam filmnya tidak hanya relevan bagi Indonesia, tetapi juga mencerminkan kondisi di banyak negara lain.
“Walaupun ini adalah film yang gampang dinikmati karena bergenre komedi horor, ini adalah film tentang kekuasaan. Tentang apa yang terjadi ketika kebenaran ditutupi, dan apa yang terjadi ketika ia akhirnya muncul ke permukaan,” kata Joko Anwar dalam keterangan resmi, dikutip Selasa, 31 Maret 2026.
Sebelum tampil di Berlinale, film ini juga telah diakuisisi oleh distributor asal Jerman, Plaion Pictures. Kerja sama ini membuka peluang penayangan di kawasan Eropa, khususnya negara-negara berbahasa Jerman.
Produser Tia Hasibuan menyebut capaian ini menjadi bukti kualitas produksi film Indonesia semakin diakui dunia. Banyaknya negara yang membeli hak tayang menunjukkan daya tarik film ini di pasar internasional.
‘Ghost in the Cell’ dibintangi oleh sejumlah aktor ternama seperti Abimana Aryasatya, Bront Palarae, hingga Arswendy Bening Swara. Hadir juga Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, dan Tora Sudiro.
Film ini menjadi salah satu film Indonesia dengan distribusi global terbesar. ‘Ghost in the Cell’ diharapkan dapat semakin memperkuat posisi industri perfilman Indonesia di kancah internasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....