Joko Anwar Gandeng 6 Ilustrator Lokal Kelas Dunia di Film 'Ghost in the Cell'

  • 05 Mar 2026 12:18 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Penulis sekaligus sutradara Joko Anwar menggandeng enam ilustrator Indonesia berkelas dunia untuk proyek film terbarunya, ‘Ghost in the Cell’. Mereka dipercaya menciptakan konsep seni berupa instalasi kengerian yang menjadi elemen visual penting dalam film horor komedi tersebut.

Enam ilustrator yang terlibat adalah Anwita Citriya, Benediktus Budi, Benny Bennos Kusnoto, Coki Greenway, Hafidzjudin, dan Rudy AO. Mereka merancang visual yang indah namun tetap menghadirkan nuansa menyeramkan sebagai bagian dari dunia film.

Joko Anwar mengatakan sejak awal ia ingin ‘Ghost in the Cell’ tidak hanya menjadi sebuah film. Dia juga ingin menjadikannya ruang kolaborasi lintas seni bagi para kreator lokal.

Menurutnya, Indonesia memiliki banyak ilustrator berbakat dengan gaya visual yang kuat dan khas. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkaya tampilan film sekaligus memperkuat ekosistem kreatif lintas medium.

Dia juga menjelaskan bahwa setiap adegan instalasi horor dirancang melalui diskusi bersama. Konsep yang dihadirkan merepresentasikan ketakutan kolektif yang kerap dirasakan masyarakat.

Salah satu ilustrator yang terlibat adalah Anwita Citriya, seniman asal Bandung yang dikenal lewat karya komik bergaya horor psikologis. Anwita mulai mendapat perhatian penerbit Amerika Serikat sejak 2021 dan kemudian merilis karya bersama BOOM! Studios.

Ilustrator lain, Benediktus Budi, berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. Dia banyak membuat ilustrasi untuk merchandise dengan tema visual yang cenderung gelap, salah satunya poster dan merchandise untuk band Toxicholocaust.

Kemudian, Benny Bennos Kusnoto merupakan seniman storyboard yang telah berkarya lebih dari 17 tahun. Benny pernah terlibat sebagai ghost layout artist untuk komik Justice League Dark serta bekerja dengan Namco Bandai dan Stone Blade Entertainment.

Coki Greenway adalah ilustrator asal Jakarta yang kini menetap di Purwokerto. Selama lebih dari 15 tahun berkarier, dia banyak membuat karya untuk musisi rock dan metal internasional seperti AC/DC, Mötley Crüe, Judas Priest, dan DragonForce.

Ilustrator berikutnya adalah Hafidzjudin yang dikenal dengan gaya visual gelap, seram, dan penuh detail. Sejumlah band metal Indonesia seperti Seringai, Dead Squad, dan Down For Life pernah bekerja sama dengannya.

Sementara itu, Rudy AO juga terlibat sebagai macabre concept artist sekaligus ilustrator poster film ‘Ghost in the Cell’. Seniman asal Bandung ini dikenal lewat karya potret hiper-realistis tokoh budaya populer.

Film ‘Ghost in the Cell’ diproduksi oleh Come and See Pictures bekerja sama dengan RAPI Films dan Legacy Pictures. Perusahaan Barunson E&A juga bertindak sebagai sales agent untuk distribusi internasional.

Menghadirkan tema horor dengan kritik sosial, film ini diharapkan mendapat sambutan positif dari penonton Tanah Air. ‘Ghost in the Cell’ dijadwalkan tayang di bioskop mulai 16 April 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....