Mengenal Mbok Tun 'Na Willa', Figur Penyayang yang Mencuri Perhatian
- 26 Mar 2026 13:54 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Diangkat dari cerita Reda Gaudiamo, film ini menghadirkan masa kecil yang hangat, polos, dan penuh makna.
- Sosok Mbok Tun, figur asisten rumah tangga yang penyayang, sederhana, dan berjasa besar dalam keluarga, meski memiliki keterbatasan pendidikan.
- Hubungan unik Mbok Tun dan Na Willa memperkuat nuansa hangat, nostalgia, serta relevansi kisah keluarga lintas generasi.
RRI.CO.ID, Jakarta - Belum lama ini, film Na Willa berhasil menarik perhatian penikmat film Indonesia. Film ini berdasarkan kisah nyata Reda Gaudiamo yang diangkat dari buku dengan judul yang sama.
Film ini menghadirkan cerita masa kecil yang hangat, sederhana, namun penuh makna. Melalui sudut pandang anak, penonton diajak menyelami dunia yang polos, jujur, sekaligus penuh imajinasi.
Dari sekian puluhan pemeran, ada salah satu sosok yang tidak luput dari perhatian penonton, yaitu Mbok Tun. Sosok asisten rumah tangga yang setia dan penyayang dalam film dan buku Na Willa.
Penulis novel Na Willa, Reda Gaudiamo sempat membeberkan kisah Mbok Tun dalam laman pribadi Instagramnya. Menurutnya, sosok Mbok adalah pribadi yang sangat penyayang.
Lantas, siapakah sosok Mbok Tun yang penyayang itu? Melansir dari instagram pribadi Reda Gaudiamo, berikut adalah kisahnya.
Diceritakan, pada masa awal pernikahan orang tua Na Willa, sang ayah kerap memasak setiap hari karena ibunya hanya menyiapkan nasi. Namun, ketika aktivitas semakin padat, kehadiran Mbok menjadi solusi penting yang kemudian mengambil alih urusan dapur.
"Mbok berasal dari Tuban dan dikenal tidak bisa membaca maupun menulis. Meski demikian, ia memiliki keterampilan memasak dan mengurus rumah tangga yang mumpuni," katanya mengutip Instagram pribadi Reda Gaudiamo, Rabu, 25 Maret 2026.
Meskipun tidak pandai membaca dan menulis, Mbok tidak pernah khawatir dengan keadaannya. "Yang penting bisa masak, cuci baju, setrika, dari sana sudah dapat uang," ujar Reda.
Bahkan, kata dia, Mbok tidak pernah tanggung-tanggung untuk memarahi ibunya ketika salah bumbu masakan. "Umurnya lebih tua dari Mak (ibu), jadi kadang-kadang dia merasa baik-baik saja mengomeli Mak kalau salah bumbu masak," ucapnya, mengenang.

Mbok Tun (Asli) dan Reda Gaudiamo saat masih kecil. (Foto: Instagram/@reda.gaudiamo)
Memiliki Hubungan Unik dengan Na Willa
Dalam keseharian, Mbok juga dikenal memiliki hubungan unik dengan Na Willa. Ia tidak menyukai tangisan anak, namun kerap menggoda hingga membuat Na Willa menangis.
Di sisi lain, keduanya tetap memiliki kedekatan yang hangat dan penuh warna. Sosok Mbok Tun menjadi representasi figur sederhana yang penuh kasih, sekaligus menghadirkan nuansa autentik dalam cerita Na Willa.
"Na Willa juga tak suka diganggu Mbok. Tetapi kadang-kadang, ketika Mbok sibuk menggosok baju, Na Willa suka mengganggunya," ucapnya.
Sama dengan lainnya, Mbok memiliki tradisi setiap tahunnya untuk pulang kampung ketika Hari Raya Lebaran. Meskipun tidak mempunyai anak, Mbok masih memiliki keponakan yang harus dibiayainya untuk bersekolah.
Sosok Mbok Tun menjadi representasi figur sederhana yang penuh kasih, sekaligus menghadirkan nuansa autentik dalam cerita Na Willa. Karakter ini memperkuat kesan hangat dan nostalgia yang menjadi kekuatan utama film tersebut.
Sutradara film Na Willa, Ryan Adriandhy memberikan tanggapan pada film besutannya yang baru saja rilis. Ia mengatakan bahwa Na Willa memiliki cerita yang mendalam dan lekat dengan keluarga-keluarga di Indonesia.
Meskipun latarnya tahun 1960-an, ia yakin kisahnya tetap relevan untuk tiap keluarga di segala zaman. "Di dalamnya banyak sekali momen dan peristiwa yang mengajak aku kembali ingat masa kecil," ucap Ryan, menjelaskan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....