Kemenekraf Nilai ‘Pelangi di Mars’ Bukti Perkembangan Film Indonesia Garap Sci-Fi

  • 14 Mar 2026 11:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Menjelang peluncuran film ‘Pelangi di Mars’, Kementerian Ekonomi Kreatif menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim produksi. Hal tersebut diutarakan oleh Deputi Kreativitas Media dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu.

Ayu menegaskan, film ini menjadi film Indonesia pertama yang memanfaatkan teknologi Extended Reality berbasis Unreal Engine. Hal ini memungkinkan penggabungan live action dengan XR secara real time.

Ia menilai, ‘Pelangi di Mars’ menunjukkan bahwa industri film Indonesia juga berkembang dari sisi kemajuan teknologi produksinya. “Film ini menunjukkan keberanian Indonesia untuk mengeksplorasi genre sci-fi yang selama ini masih jarang digarap dalam perfilman nasional,” ujar Ayu, saat Intimate Screening film Pelangi di Mars, di Plaza Senayan XXI, Jakarta, Jumat 13 Maret 2026.

Deputi Kreativitas Media dari Kementerian Ekonomi Kreatif, Agustini Rahayu, dalam Intimate Screening film Pelangi di Mars yang digelar di Plaza Senayan XXI, Jakarta, pada Jumat, 13 Maret 2026 (Foto: RRI/Hana Syarif)

Apalagi, menurutnya, film ini juga mengangkat isu keberlanjutan lingkungan. Pesan ini menjadi penting terutama bagi generasi muda yang semakin peduli dengan bumi yang kita tinggal bersama.

Sutradara ‘Pelangi di Mars’, Upie Guava menjelaskan, film ini adalah bentuk dedikasi kreatif untuk generasi muda Indonesia. Menurutnya, karya ini dirancang untuk mendampingi anak-anak Indonesia melalui kisah kepahlawanan versi modern yang inspiratif.

"Ada karakter Pelangi yang mewakili sosok astronot, serta Batik yang merepresentasikan robot canggih kebanggaan Indonesia. Harapan kami, rasa penasaran itu akan menjadi bekal berharga bagi generasi muda kita untuk mewujudkan visi 'Indonesia Mars' di masa depan,” kata Upie.

Pihak Kemenekraf berharap, ‘Pelangi di Mars’ dapat menjadi inspirasi sineas Indonesia untuk bereksperimen dengan berbagai genre dan teknologi baru. “Sekaligus menunjukkan bahwa sineas lokal mampu menghadirkan karya science fiction berstandar global,” ungkapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....