Mengulas Sejarah Hari Persatuan Artis Film Indonesia

  • 10 Mar 2026 14:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Setiap tanggal 10 Maret diperingati sebagai Hari Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI). Peringatan ini menjadi momen penghormatan terhadap peran para seniman film dalam perkembangan industri perfilman nasional.

Melansir laman resmi PARFI, organisasi Persatuan Artis Film Indonesia lahir sebagai wadah profesi bagi para pekerja seni peran film di Indonesia. Organisasi ini memiliki sejarah panjang dalam perjalanan perkembangan perfilman nasional.

Sejarah Berdirinya PARFI

Persatuan Artis Film Indonesia didirikan pada awal Maret 1956 melalui kongres para pemain dan pekerja film Indonesia. Sejumlah tokoh perfilman nasional menjadi penggagas berdirinya organisasi tersebut.

Tokoh yang terlibat dalam pembentukan organisasi ini antara lain Usmar Ismail dan Djamaludin Malik. Keduanya dikenal sebagai tokoh penting dalam perkembangan industri film Indonesia.

Secara resmi PARFI didirikan pada 10 Maret 1956 di Gedung SBKA Manggarai, Jakarta. Sekretariat organisasi tersebut kemudian berlokasi di Jalan Kramat V, Jakarta Pusat.

Ketua umum pertama PARFI adalah Suryo Sumanto yang memimpin organisasi tersebut pada masa awal berdirinya. Kepemimpinannya menjadi bagian penting dalam penguatano rganisasi profesi artis film Indonesia.

Awal Mula Organisasi Artis Film

Melansir laman Kecamatan Kubutambahan Buleleng, gagasan membentuk organisasi profesi artis sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1940. Pada masa itu para seniman membentuk organisasi bernama Sarikat Artis Indonesia atau SARI.

Organisasi SARI menaungi berbagai profesi seni seperti pemain sandiwara, penari, penyanyi, sutradara, hingga pelukis. Kehadiran organisasi tersebut menjadi cikal bakal terbentuknya wadah seniman film di Indonesia.

Perkembangan organisasi tersebut kemudian berlanjut dengan lahirnya Persatuan Artis Film dan Sandiwara Indonesia pada 1951. Organisasi tersebut dikenal dengan nama Persafi yang menjadi kelanjutan dari SARI.

Pada tahun 1953 kemudian digelar kongres di Manggarai yang menjadi embrio pembentukan PARFI. Kongres tersebut menjadi langkah awal menuju berdirinya organisasi artis film nasional.

Peran PARFI dalam Industri Perfilman

Persatuan Artis Film Indonesia berperan sebagai organisasi yang menaungi para artis film Indonesia. Organisasi ini menjadi wadah bagi seniman seni peran di tingkat nasional maupun regional.

Selain menaungi artis film, PARFI juga berupaya meningkatkan kualitas profesi para anggotanya melalui pendidikan dan pelatihan. Berbagai kegiatan sosial juga dilakukan untuk mendukung perkembangan industri perfilman.

PARFI turut menjembatani hubungan antara para artis film dengan masyarakat luas. Organisasi ini juga berperan dalam mendukung perkembangan budaya dan industri film nasional.

Seiring perjalanan waktu, cabang organisasi PARFI berkembang di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran organisasi ini tidak hanya terpusat di Jakarta, tetapi juga menjangkau berbagai kota besar lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....