Tari Pakarena, Warisan Budaya Sulawesi Selatan

  • 09 Feb 2026 15:09 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Pakarena dikenal sebagai salah satu tari klasik Sulawesi Selatan yang paling populer dan memiliki nilai sejarah budaya tinggi. Tarian ini tumbuh dalam tradisi masyarakat Gowa, Takalar, Jeneponto, serta Bulukumba dengan latar kisah turun-temurun.

Dilansir dari laman Indonesia Kaya, Tari Pakarena memiliki sejarah yang berkaitan dengan kisah puteri kayangan turun ke bumi. Masyarakat Gowa meyakini para puteri tersebut mengajarkan nilai kewanitaan seperti berhias dan menenun kepada perempuan bumi.

Gerakan Tari Pakarena terinspirasi dari aktivitas puteri kayangan saat membimbing perempuan dalam kehidupan sehari-hari. Unsur tersebut tercermin melalui ragam gerak sanrobeja dan angani yang sarat makna simbolik.

Tari Pakarena biasanya dibawakan oleh penari perempuan yang tersusun dalam dua baris saat pementasan. Setiap baris umumnya berisi tiga hingga lima penari meskipun aturan ini kini fleksibel.

Dalam perkembangan pertunjukan modern, jumlah penari disesuaikan dengan luas panggung tanpa menghilangkan peran utama. Salah satu peran penting adalah punggawa pakarena yang bertugas memimpin sambil memukul genrang.

Dari segi busana, penari Pakarena umumnya mengenakan baju bodo berwarna merah dengan berbagai aksesori tradisional. Aksesori tersebut meliputi kalung, gelang, anting, ikat pinggang, hiasan kepala, kipas, serta sarung sutera senada.

Tari Pakarena diiringi musik tradisional seperti genrang, puik-puik, dan sia-sia dengan irama menghentak. Meski musiknya dinamis, gerakan tari tetap lembut menggambarkan karakter perempuan Bugis yang anggun dan mandiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....