Tari Gandrung, Ikon Kesenian Tradisional Banyuwangi

  • 07 Feb 2026 12:44 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Tari gandrung merupakan kesenian tradisional ikonik dari Kabupaten Banyuwangi yang dikenal luas sebagai hiburan rakyat dalam berbagai acara adat. Tarian ini masih satu aliran dengan jaipong dari Jawa Barat serta ronggeng dari Jawa Tengah yang berkembang di wilayah berbeda.

Dilansir dari laman Indonesia Kaya, tari gandrung kerap ditampilkan untuk menyambut musim panen raya serta berbagai hajatan masyarakat Banyuwangi. Selain itu, tarian ini juga dipentaskan pada resepsi pernikahan, khitanan, dan kegiatan seremonial sebagai bentuk penghormatan kepada tamu.

Tari gandrung ditampilkan sebagai simbol penghargaan bagi para hadirin yang menghadiri perhelatan adat maupun kegiatan masyarakat setempat. Kehadiran tarian ini menciptakan suasana meriah sekaligus mempererat hubungan antara tuan rumah dan undangan.

Terdapat beragam versi mengenai asal-usul kemunculan tari gandrung di tengah masyarakat Blambangan pada masa lalu. Salah satu kisah menyebutkan tarian ini lahir setelah kekalahan pahit rakyat Blambangan dalam perlawanan melawan VOC.

Pada masa awal, kesenian gandrung berfungsi sebagai sarana pemersatu rakyat Blambangan yang tercerai berai akibat kekalahan tersebut. Tarian ini awalnya dibawakan oleh kaum pria yang berdandan seperti perempuan sebelum akhirnya dimainkan penari wanita.

Dalam satu pertunjukan, tari gandrung terdiri dari tiga bagian utama yang memiliki makna serta fungsi berbeda. Bagian awal disebut jejer, menampilkan penari menari sendiri atau berkelompok tanpa melibatkan tamu undangan.

Busana penari gandrung masa kini meliputi penutup badan beludru berbenang emas, jarik batik motif gajah oling, serta hiasan kepala omprok. Selain kostum tersebut, penari gandrung biasanya membawa satu hingga dua kipas sebagai properti pendukung pertunjukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....