Tari Pamonte, Simbol Syukur Masyarakat Kaili
- 01 Feb 2026 14:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Pamonte merupakan tarian tradisional khas Sulawesi Tengah yang berasal dari masyarakat Suku Kaili. Tarian ini menggambarkan aktivitas panen padi yang sarat makna kebersamaan.
Kata Pamonte berasal dari bahasa Kaili yang berarti menuai padi. Makna tersebut tercermin dalam setiap gerakan yang dibawakan para penari.
Tari Pamonte diciptakan oleh seniman Sulawesi Tengah, Hasan M. Bahasyua, pada sekitar tahun 1957. Tarian ini terinspirasi dari kehidupan masyarakat agraris setempat.
Dalam pertunjukannya, Tari Pamonte umumnya dibawakan oleh penari perempuan. Mereka mengenakan busana tradisional petani lengkap dengan caping sebagai properti utama.
Gerakan tari Pamonte menggambarkan tahapan panen, mulai dari memetik hingga menapis padi. Seluruh gerakan disesuaikan dengan iringan musik dan syair lagu.
Jumlah penari dalam Tari Pamonte biasanya ganjil, seperti sembilan atau tiga belas orang. Pola tersebut dipercaya menambah keindahan dan kekompakan gerakan.
Awalnya, Tari Pamonte berfungsi sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen. Seiring waktu, tarian ini juga menjadi hiburan rakyat, kerap ditampilkan dalam acara adat dan festival budaya hingga menyambut tamu penting.
Keberadaan Tari Pamonte menjadi bagian penting dalam pelestarian budaya Sulawesi Tengah. Tarian ini terus diwariskan kepada generasi muda sebagai pelestarian budaya nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....