Tari Indang, Warisan Islami Budaya Minangkabau Pariaman
- 27 Jan 2026 14:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Tari Indang merupakan tarian tradisional Pariaman yang menampilkan irama rebana serta lantunan syair Islami khas Minangkabau. Tarian ini menjadi bagian penting dalam upacara tabuik yang rutin digelar masyarakat Minangkabau setiap bulan Muharam.
Dilansir dari laman Indonesia Kaya, pementasan tari Indang diawali kemunculan penari dengan busana adat khas Pariaman yang mencolok. Gerakan awal berupa menunduk sambil menyentuh lantai melambangkan sikap hormat dalam tradisi masyarakat Minangkabau setempat.
Tari Indang diciptakan oleh Rapa’i yang merupakan pengikut setia Syekh Burhanuddin, tokoh penting penyebaran Islam di Pariaman. Kesenian ini berkembang seiring tradisi peringatan wafat cucu Nabi Muhammad dalam upacara tabuik masyarakat Minang.
Dilihat dari pola gerakannya, tari Indang kerap disandingkan dengan tari Saman dari Aceh karena memiliki kemiripan ritme. Meski demikian, tarian ini menampilkan variasi gerak lebih beragam dengan iringan gendang rebana khas Pariaman.
Dalam masyarakat Pariaman, rebana dikenal sebagai gendang Rapa’i yang menjadi penentu utama ritme pementasan tari Indang. Instrumen berbahan kulit kambing tersebut berfungsi sebagai elemen musik inti sepanjang pertunjukan berlangsung.
Selain bunyi rampak gendang Rapa’i, iringan musik diperkaya alunan marwas, perkusi, kecrek, dan biola tradisional. Sepanjang pementasan, seorang syekh melantunkan syair Islami berisi ajaran kebaikan dan penghormatan kepada Nabi.
Seiring perkembangan waktu, tari Indang tidak lagi terbatas pada upacara tabuik masyarakat Pariaman. Pementasannya kini kerap hadir dalam penyambutan tamu, pengangkatan penghulu, hingga festival budaya sebagai kekayaan seni Nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....