Lenong Betawi, Teater Rakyat dari Jakarta
- 27 Jan 2026 12:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Lenong Betawi merupakan seni teater tradisional yang berasal dari masyarakat Betawi di Jakarta. Pertunjukan ini menggabungkan dialog, akting, musik, dan unsur komedi.
Lenong berkembang sejak akhir abad ke-19 di Batavia. Kesenian ini tumbuh dari pengaruh teater rakyat seperti komedi stambul dan komedi bangsawan.
Melansir dari berbagai sumber, Lenong awalnya dipentaskan secara sederhana di kampung-kampung. Para pemain kerap berpindah tempat dan mengandalkan sumbangan penonton.
Ciri utama Lenong Betawi terletak pada penggunaan bahasa Betawi dalam dialognya. Cerita yang dibawakan umumnya ringan, penuh humor, namun sarat pesan moral.
Pertunjukan Lenong biasanya diiringi musik tradisional Betawi. Alat musik yang digunakan antara lain gambang kromong, kendang, gong, suling, dan kecrek.
Dalam perkembangannya, Lenong terbagi menjadi dua jenis utama. Lenong Denes mengangkat kisah bangsawan, sementara Lenong Preman menampilkan cerita rakyat dan tokoh jawara.
Sementara, Lenong Preman lebih dikenal luas oleh masyarakat. Ceritanya dekat dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dipahami penonton.
Pada era 1970-an, Lenong mulai tampil di panggung-panggung resmi seperti Taman Ismail Marzuki. Kesenian ini juga sempat populer melalui tayangan televisi.
Seiring masuknya hiburan modern, eksistensi Lenong sempat mengalami penurunan. Meski begitu, berbagai komunitas budaya terus berupaya melestarikannya.
Hingga kini, Lenong Betawi masih dipentaskan dalam acara budaya dan perayaan tertentu. Kesenian ini menjadi simbol identitas dan kekayaan budaya Betawi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....