Review "Creature Commandos" : Animasi Brutal Pembuka DC Universe

  • 18 Jan 2025 14:02 WIB
  •  Kendari

KBRN, Kendari : Serial Creature Commandos telah rilis. Serial yang berformat animasi ini dirilis pada tanggal 5 Desember 2024 dan berakhir pada tanggal 9 Januari 2025 kemarin dirilis pada platform streaming HBO Max dengan berjumlah 7 episode, yang setiap episodenya memiliki durasi 27 menit. Disutradarai oleh James Gunn, serial animasi Creature Commandos menjadi proyek pertama yang memperkenalkan babak baru DC Universe (DCU) di Chapter 1: Gods and Monsters. Serial ini dirancang sebagai pembuka cerita sebelum film Superman (2025), yang juga disutradarai oleh James Gunn, sekaligus menjadi langkah awal James Gunn sebagai Kepala Eksekutif DC Studios. James Gunn, kreator di balik kesuksesan Guardians of the Galaxy Trilogy di Marvel Studios dan The Suicide Squad (2021), serta serial The Peacemaker (2022), serial ini menjadi pondasi utama untuk semesta sinematik baru yang menjanjikan cerita mendalam, karakter unik, dan aksi seru. Dengan gaya khas James Gunn yang memadukan humor, emosi, dan ledakan aksi, Creature Commandos berhasil memberikan nuansa segar sekaligus menjadi pembuka yang menjanjikan bagi DCU yang baru.

Mengusung tema yang mirip dengan The Suicide Squad (2021), Creature Commandos membawa pendekatan segar dengan karakter-karakter yang tidak biasa—para monster yang membentuk Task Force M (M untuk Monster), atau yang dijuluki Task M. Tim ini dipimpin oleh Rick Flag Sr. (Frank Grillo), ayah dari mendiang Rick Flag Jr., dan bekerja di bawah arahan Amanda Waller (Viola Davis) untuk menjalankan misi-misi berbahaya.

Rekap Setiap Episodenya :

Episode 1: "The Collywobbles"

Episode dimulai dengan suasana serius di sebuah fasilitas rahasia milik pemerintah, Belle Reve. Amanda Waller (Viola Davis) menyaksikan berita di televisi tentang ancaman yang datang dari negara Pokolistan. Dalam berita tersebut, dijelaskan bahwa penyihir Circe (Anya Chalotra), seorang wanita dari Themyscira, telah membangun pasukan bernama Sons of Themyscira. Pasukan ini, yang terdiri dari pria yang tunduk pada pengaruh magisnya, mengancam menghancurkan negara tersebut untuk membangun Themyscira baru.

Amanda Waller menegaskan ke orang yang dipercayakan bahwa ancaman ini membutuhkan pendekatan yang tidak konvensional. Dia memperkenalkan Task Force M (M untuk Monster), sebuah tim yang berisi monster-monster unik. Amanda Waller memilih Rick Flag Sr. (Frank Grillo) untuk memimpin tim ini sekaligus orang yang dia percayakan, dan menyebutkan bahwa tugas ini dapat menjadi cara untuk menghormati mendiang putranya, Rick Flag Jr., yang tewas saat misi Project Starfish di The Suicide Squad (2021). Amanda Waller mengenalkan ke Rick Flag Sr. anggota timnya satu per satu melalui ruang pengawasan.

The Bride (Indira Varma), Wanita mayat hidup yang diciptakan oleh Victor Frankenstein, diciptakan sebagai pasangan dari Eric Frankenstein (David Harbour)

The Weasel (Sean Gunn), Makhluk menyerupai musang dengan tingkah laku liar dan tak terduga.

G.I. Robot (Sean Gunn): Sebuah robot tempur era Perang Dunia II yang kini diaktifkan kembali untuk misi ini.

Nina Mazursky (Zoe Chao): Wanita yang menyerupai makhluk amfibi, dimana dikepalanya terdapat helm yang berisikan air untuk bernafasnya.

Dr. Phosphorus (Alan Tudyk): Mantan ilmuwan dengan rangka tubuh bercahaya akibat radiasi nuklir.

Task Force M diterbangkan ke Pokolistan dengan pesawat militer. Sesampainya di sana, mereka disambut oleh Alexi, seorang jenderal yang setia kepada Putri Ilana Rostovic (Maria Bakalova), pemimpin negara tersebut. Alexi membawa tim ke istana, tempat mereka akan menetap selama menjalankan misi.

Saat sore tiba, anggota Task Force M berkumpul di pekarangan istana untuk bersantai setelah perjalanan panjang. Di salah satu sudut, Rick Flag Sr. duduk bersama Putri Ilana Rostovic. Dalam momen ini, Putri Ilana mencoba menggali lebih jauh tentang Rick Flag Sr., memintanya berbicara tentang masa lalunya. Rick Flag Sr. menceritakan pengalamannya sebagai tentara dan menyebutkan mendiang putranya, Rick Flag Jr., yang tewas saat menjalankan misi Project Starfish. Dengan nada penuh kesedihan, ia mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam. Putri Ilana, yang mendengarkan dengan seksama, mencoba merayunya dengan lembut, tetapi Rick Flag Sr. dengan tegas menolak.

Saat malam tiba setelah perjamuan makan malam, Rick Flag Sr. kembali di kamarnya dan mencoba untuk beristirahat. Namun, Dr. Phosphorus diam-diam menyelinap masuk, berniat mencuri alat pemicu detonator yang disimpan oleh Rick. Ketika Rick Flag Sr. terbangun dan menyadari aksi Dr. Phosphorus, pertarungan sengit pun terjadi. Dr. Phosphorus menggunakan kekuatannya dengan cahayanya yang sangat panas, sementara Rick Flag Sr. mengandalkan pengalaman militernya untuk melawan. Pertarungan berlangsung sengit, hingga membuat mereka tembus ke dapur istana. Suara gaduh membangunkan Putri Ilana Rostovic, yang datang untuk memeriksa apa yang terjadi. Rick Flag Sr. akhirnya berhasil melumpuhkan Dr. Phosphorus, merebut kembali alat pemicu detonator, tetapi ia terluka dalam prosesnya. Putri Ilana membawa Rick ke ruang medis untuk dirawat.

Di waktu yang sama, The Bride diam-diam meninggalkan kamarnya. Nina Mazursky, yang penasaran dengan tindakannya, memutuskan untuk mengikutinya. Mereka keluar dari istana dan menyewa taksi, menuju lokasi yang tidak diketahui.

Perjalanan membawa mereka ke sebuah kastil tua, yang ternyata adalah tempat di mana The Bride diciptakan—kastil Victor Frankenstein. Nina Mazursky terlihat bingung tetapi juga terkesan dengan keberanian The Bride untuk kembali ke tempat yang memiliki kenangan pahit baginya. Episode berakhir dengan pemandangan kastil Victor Frankenstein, The Bride berdiri di depan kastil, menatap dengan perasaan campur aduk. Sementara itu, Nina Mazursky berdiri di belakangnya, bertanya-tanya tentang rahasia yang disimpan oleh rekan timnya ini.

Episode 2: "The Tourmaline Necklace"

Episode ini dibuka dengan adegan masa lalu terciptanya The Bride. Diperlihatkan bagaimana Victor Frankenstein (Peter Serafinowicz) menghidupkan The Bride dengan cara menyatukan potongan tubuh dari berbagai mayat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pasangan dari Eric Frankenstein (David Harbour). Setelah menciptakannya, Eric Frankenstein menghampirinya dan seketika membuat The Bride sangat ketakutan dengan kemunculan yang tiba-tiba dari Eric Frankenstein, yang pada akhirnya Victor Frankenstein yang merawat The Bride seperti seorang mentor, mengajarinya berbicara, memahami dunia, dan bahkan merasakan emosi.

Setelah kejadian itu, hubungan antara Frankenstein dan The Bride penuh dengan konflik. The Bride terus menolak cinta Frankenstein, yang membuat mereka bertikai selama bertahun-tahun. Hingga akhirnya, The Bride bergabung dengan Task Force M untuk mencari makna baru dalam hidupnya.

Adegan kembali beralihdi era sekarang, dimana terlihat Rick Flag Sr. (Frank Grillo) dan Putri Ilana Rostovic (Maria Bakalova) yang semakin dekat secara emosional. Dalam percakapan yang tenang di wc, Putri Ilana membuka diri tentang bebannya sebagai pemimpin yang harus melindungi rakyatnya dari ancaman Circe. Rick Flag Sr., yang biasanya bersikap tegas dan serius, terlihat lebih santai di dekat sang putri. Momen ini menjadi lebih intens ketika Putri Ilana mencoba mencium Rick Flag Sr., namun Rick Flag Sr. bersikeras tetap untuk menolaknya, hal menunjukkan perasaan yang lebih dalam. Namun pada akhirnya Rick Flag Sr. juga luluh akan rayuan dari Putri Ilana Rostovic, sekaligus memperlihatkan sisi manusiawi dari Rick Flag Sr.

Sementara itu, di kastil Victor Frankenstein, The Bride akhirnya mendapatkan kalung yang ia cari yamg didapatkan oleh Nina Mazursky. Namun, sebelum mereka bisa keluar, mereka disergap oleh pasukan Sons of Themyscira yang dikirim oleh Circe (Anya Chalotra). Pertarungan brutal terjadi. Ketegangan meningkat ketika Circe sendiri muncul di kastil. Dengan kekuatan magisnya, ia mengendalikan medan pertempuran. Circe menghajar The Bride habis-habisan, bahkan menggunakan sihir untuk mengubah salah satu tangan The Bride menjadi balon, membuatnya tidak bisa melawan. Helm air Nina Mazursky akhirnya pecah sepenuhnya, membuatnya terkapar di lantai, hampir tidak bisa bertahan hidup.

Di istana, Rick Flag Sr. mendapatkan laporan bahwa The Bride dan Nina Mazursky telah menyelinap keluar. Dengan cepat, ia mengorganisasi anggota tim lainnya—Dr. Phosphorus, G.I. Robot, dan The Weasel—untuk pergi mencari mereka. Dibantu oleh pasukan Pokolistan, mereka menuju kastil Victor Frankenstein setelah mendapatkan informasi dari alat pelacaknya.

Episode 3: "Cheers to The Tin Man"

Episode dimulai dengan Rick Flag Sr. (Frank Grillo) dan anggota Task Force M lainnya—Dr. Phosphorus (Alan Tudyk), The Weasel (Sean Gunn), dan G.I. Robot (Sean Gunn)—bersama dengan pasukan Pokolistan yang dipimpin oleh Alexi, mendatangi kastil Victor Frankenstein. Mereka datang untuk menyelamatkan The Bride (Indira Varma) dan Nina Mazursky (Zoe Chao), yang sebelumnya dihajar habis-habisan oleh Circe (Anya Chalotra) dan pasukannya.

Sesampainya di kastil, suasana terasa sunyi dan mencekam. Mereka tidak menemukan Circe atau pasukannya. Yang tersisa hanyalah The Bride yang diikat dengan rantai dengan mulut di tutup di ruang utama kastil, dan Nina Mazursky yang terbaring di dalam bathtub berisi air yang dikelilingi kawat berduri, kondisinya sangat lemah akibat helm airnya yang pecah.

Rick Flag Sr. segera memerintahkan tim untuk membebaskan mereka. Dr. Phosphorus membakar rantai yang mengikat The Bride, sementara itu G.I Robot menemukan Nina Mazursky yang ada di bathtub yang dikelilingi dengan kawat berduri. Saat mereka masih di kastil, Rick Flag Sr. mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia mendengar suara aneh dan Rick menyadari bahwa ini adalah jebakan. Circe telah meninggalkan tempat ini dengan sengaja untuk mengalihkan perhatian mereka, sementara pasukannya menuju istana Putri Ilana Rostovic untuk membunuhnya. Rick Flag Sr. memerintahkan timnya untuk segera keluar dan masuk ke dalam van dan terlihat G.I. Robot mengangkat bathtub berisi Nina Mazursky ke atas bahunya.Setelah tim melarikan diri, cerita beralih ke kilas balik asal-usul G.I. Robot.

Pada era Perang Dunia ke 2, dimana G.I. Robot adalah hasil proyek militer rahasia Amerika Serikat untuk membantu pasukan sekutu melawan Nazi. Didesain dengan kecerdasan buatan yang canggih, ia diprogram untuk mendeteksi dan mengeliminasi Nazi dengan presisi tinggi. Dalam berbagai misi, G.I. Robot membuktikan dirinya sebagai senjata yang efektif dan mematikan.

Pada tahun 1960an: Setelah perang usai, G.I. Robot diperkenalkan kepada masyarakat umum melalui acara televisi sebagai ikon teknologi militer Amerika. Namun, ketika perang dingin meningkat, ia diserahkan kepada William Magnus (Alan Tudyk) untuk proyek Metal Men.

Tahun 1990an: G.I. Robot ditemukan dalam keadaan rusak di sebuah toko barang antik oleh Sam Fitzgibbon (Michael Rooker), seorang kolektor. Sam membawanya pulang, memperbaikinya, dan menjadikannya seperti teman. Hubungan mereka tampak hangat, hingga suatu hari Sam mengajak G.I. Robot ke sebuah pertemuan. Tanpa sepengetahuan G.I. Robot, ternayata pertemuan itu adalah pertemuan para simpatisan neo-Nazi. Sistem G.I. Robot yang masih memprioritaskan eliminasi Nazi segera aktif. Ia membunuh semua orang di ruangan tersebut, termasuk Sam yang tanpa sengaja dianggap sebagai ancaman. Setelah insiden ini, G.I. Robot dihentikan dan dipenjarakan di fasilitas Belle Reve.

Adegan kembali beralih di era sekarang, dimana Rick Flag Sr. dan timnya tiba di istana Putri Ilana Rostovic, dan menemukan bahwa Circe dan Sons of Themyscira telah memulai serangan mereka. Pasukan Pokolistan berusaha keras menahan serangan, tetapi mereka kewalahan menghadapi kekuatan magis Circe.

Rick Flag Sr. memimpin serangan balasan bersama Task Force M. G.I. Robot, akhirnya diaktifkan oleh Rick Flag Sr., yang mana dalam salah satu momen heroiknya, ia menghancurkan pasukan Sons of Themyscira dengan senjata otomatis di tangannya. Rick menyebut pasukan itu "Nazi" untuk memotivasi G.I. Robot, dan sistemnya merespons dengan agresi penuh. Namun sayang dalam pertempuran sengit ini, Circe menggunakan kekuatannya berhasil mengenai G.I. Robot dan menghancurkannya. Nina Mazursky yang menyaksikan kehancuran G.I. Robot dengan perasaan sedih. Kehilangan G.I. Robot, yang selalu bertindak tanpa pamrih, memberikan momen emosional bagi seluruh tim.

Yang pada akhirnya The Weasel yang melihat Circe berusaha menyerang Putri Ilana Rostovic, The Weasel dengan kelincahannya berhasil menjatuhkan Circe dari kamar Putri Ilana dengan mencakarnya. Circe terhempas keluar melalui jendela dan jatuh dari ketinggian. Dr. Phosphorus pun tiba, dengan membakar wajah sebagian wajah dari Circe untuk membuatnya tidak berdaya. Dengan Circe yang sudah tidak berdaya akibat serangan The Weasel dan Dr. Phosphorus, Rick Flag Sr. memerintahkan penangkapannya, namun seketika Circe memperingatkan ke Task Force M disaat penangkapannya bahwa ini akan menjadi akhir dunia. Circe dibawa ke fasilitas khusus Belle Reve untuk diinterogasi.

Episode 4: "Chasing Squirrels"

Episode memperlihatkan suasana tegang di penjara Belle Reve. Circe (Anya Chalotra), yang sebelumnya berhasil ditangkap oleh Task Force M, kini berada dalam ruang interogasi. Amanda Waller (Viola Davis) memimpin interogasi tersebut dengan tujuan menggali alasan Circe melakukan kekacauan besar di Pokolistan. Namun, Circe tetap tenang dan penuh teka-teki, mengungkap bahwa ia memiliki kemampuan melihat masa depan—kemampuan yang diwarisinya sebagai penyihir dari Themyscira.

Dalam percakapan mereka, Circe memperingatkan Amanda Waller tentang sebuah bencana besar di masa depan. Ia mengklaim bahwa Putri Ilana Rostovic (Maria Bakalova), pemimpin Pokolistan yang awalnya dianggap sebagai sekutu, akan berubah menjadi ancaman terbesar umat manusia. Circe bahkan menyebutkan bahwa Putri Ilana akan bersekutu dengan Gorilla Grodd untuk menghancurkan umat manusia dan menguasai dunia. Amanda Waller, yang awalnya skeptis, memutuskan untuk menguji kebenaran pernyataan Circe.

Rick Flag Sr. (Frank Grillo), yang turut hadir, memperingatkan Amanda Waller untuk tidak percaya pada tipu daya Circe. Namun, Amanda tetap bersikeras dan masuk ke ruang interogasi. Dengan mantra yang dilantunkan Circe, Amanda masuk ke dalam alam bawah sadarnya dan menyaksikan penglihatan yang mengerikan: kehancuran dunia, dengan Putri Ilana dan Gorilla Grodd memimpin pasukan besar yang menghancurkan kota-kota. Dalam penglihatan itu, para pahlawan super, termasuk Superman, Batman, dan Wonder Woman, terlihat tewas. Amanda keluar dari alam bawah sadar dengan rasa panik yang nyata, menyadari bahwa ancaman ini mungkin lebih serius dari yang ia bayangkan.

Untuk menyakinkan hal itu, Amanda Waller memanggil Profesor yang bernama Aisla MacPherson (Stephanie Beatriz), seorang psikolog dan ahli Themyscira, untuk menganalisis gerak-gerik Circe. Setelah pemeriksaan mendalam, Aisla menyimpulkan bahwa peringatan Circe tampaknya benar adanya, semakin menguatkan keyakinan Amanda Waller bahwa misinya harus segera dilaksanakan.

Setelah interogasi, Amanda Waller segera memerintahkan Task Force M untuk kembali ke Pokolistan dengan misi baru—membunuh Putri Ilana Rostovic sebelum bencana terjadi. Keputusan ini memicu konflik. Rick Flag Sr. dengan keras menentang perintah tersebut, meyakini bahwa Circe hanya mencoba memanipulasi Amanda. Ketegangan meningkat saat Rick Flag Sr. memutuskan keluar dari tim dan pergi mencari bukti kalau itu hanyalah tipu daya Circe sekaligus untuk memperingatkan Putri Ilana tentang ancaman ini. Amanda Waller, tidak terpengaruh oleh keluarnya Rick Flag Sr. dari tim, karena pada akhirnya Amanda Waller menunjuk The Bride (Indira Varma) sebagai pemimpin baru Task Force M.

Di sisi lain, cerita berpindah ke pengacara Elizabeth Bates (Linda Cardellini), yang datang ke Belle Reve untuk bertemu kliennya, The Weasel alias John Monroe. Bates membawa dokumen berisikan foto-foto anak kecil terkait tuduhan bahwa The Weasel bertanggung jawab atas kematian 8 anak kecil.

Melalui kilas balik, kita melihat bagaimana The Weasel dianggap sebagai monster yang membunuh anak-anak. Namun, kenyataannya, ia sebenarnya memiliki hubungan yang hangat dengan anak-anak. Mereka sering bermain bersama hingga suatu hari sebuah kesalahpahaman terjadi. Seorang pria tua melihat The Weasel bersama anak-anak di sebuah sekolah dan salah mengira bahwa ia sedang menyerang mereka, dia juga melihat seolah The Weasel yang mengajak masuk anak-anak tersebut ke dalam sekolah, sehingga dia bergegas menghubungi polisi. Hal ini memicu serangkaian peristiwa tragis yang menyebabkan ledakan besar di basement sekolah tersebut, menewaskan 7 anak.

Cerita kembali ke masa kini, di mana Rick Flag Sr. pulang ke rumah setelah keluar dari tim. Namun, sesampainya di depan pintu rumahnya, dia dicegat oleh kedatangan Eric Frankenstein (David Harbour), yang mencurigai Rick Flag Sr. memiliki hubungan khusus dengan The Bride. Frankenstein, yang masih terjebak dalam perasaan cemburu, menyerang Rick Flag Sr. Pertarungan sengit terjadi, dengan Rick Flag Sr. berusaha meyakinkan Frankenstein bahwa tidak ada hubungan romantis antara dirinya dan The Bride. Ketegangan akhirnya mereda ketika Rick Flag Sr. mengajaknya minum teh dan mengusulkan kerja sama untuk menyelidiki kebenaran tentang Circe dan menghentikan misi yang diberikan Amanda Waller.

Episode ini diakhiri dengan adegan Task Force M yang dipimpin oleh The Bride sudah tiba di Pokolistan dan disambut oleh Alexi beserta pasukannya.

Episode 5 : "The Iron Pot"

Episode ini dibuka dengan Rick Flag Sr. (Frank Grillo) dan Frankenstein (David Harbour) yang kini bekerja sama. Mereka memutuskan untuk menyelidiki lebih jauh tentang Aisla MacPherson (Stephanie Beatriz), seorang profesor psikologi dan kehidupan seputar Themyscira yang sebelumnya dinilai janggal oleh Rick Flag Sr. Adegan dimulai dengan Aisla yang sedang mengajar di sebuah kampus. Dalam kelasnya, ia menjelaskan kehidupan di Themyscira, tetapi dengan cara yang aneh dan terkesan tidak sesuai fakta. Tingkah laku ini semakin memperkuat kecurigaan Rick Flag Sr., yang kemudian memutuskan untuk menyelidiki rumah Aisla bersama Frankenstein.

Setelah dari kampus dan meneliti profesor tersebut, mereka langsung menuju ke rumah Aisla dan menyusup ke dalam rumahnya untuk mencari bukti-bukti. Rick Flag Sr. dibantu oleh Eric Frankenstein untuk mencari bukti, namun ketika mereka naik ke lantai atas rumah Aisla, terlihat kamar dengan pintu yang terbuka sedikit, dan akhirnya mereka menemukan hal yang tidak terduga. Didalamnya, mereka menemukan tubuh Aisla MacPherson yang asli dengan leher tergorok. Temuan ini mengejutkan mereka dan mempertegas bahwa sosok yang terlihat di kampus bukanlah Aisla yang asli. Saat Rick Flag Sr. sedang menyusun strategi dan menghubungi Putri Ilana Rostovic, sosok yang menyerupai Aisla tiba di rumah. Rick dan Frankenstein bersembunyi di balik dibalik tangga, menyaksikan sosok itu menutup semua jendela yang sama sekali tidak menyisakan cahaya, duduk di sofa, menyetel TV, dan memainkan video game. Namun, tak lama kemudian, ia berubah wujud menjadi makhluk besar dan mengerikan, yaitu Clayface (Alan Tudyk).

Rick Flag Sr. dan Frankenstein mencoba menyelinap keluar, tetapi mereka gagal. Clayface telah menyadari keberadaan mereka sejak awal dan segera menyerang. Pertarungan brutal pun terjadi. Clayface, dengan kekuatannya yang luar biasa, menghajar Rick Flag Sr. hingga tak berdaya. Frankenstein mencoba bertarung dengan menyalurkan listrik dari stop kontak ke tubuh Clayface, yang akhirnya berhasil melumpuhkan makhluk tersebut. Namun, Rick Flag Sr. terluka parah dalam pertempuran ini.

Adegan kemudian beralih ke kilas balik masa lalu Eric Frankenstein. Di adegan ini kembali lagi diperlihatkan momen ketika ia membunuh Victor Frankenstein, penciptanya, karena rasa cemburu terhadap kedekatan Victor dengan The Bride. Kilas balik ini juga menunjukkan bagaimana Frankenstein dibakar hidup-hidup oleh The Bride, menyebabkan tubuhnya hanyut di sungai dan ditemukan oleh seorang wanita tua yang tinggal di dekat kastil. Wanita tua tersebut merawat Frankenstein, mengajarkan arti kasih sayang, dan memberikan kesempatan baginya untuk memahami sisi manusiawi. Namun, dalam momen tragis, saat Eric Frankenstein meninggalkan wanita tua tersebut untuk kembali mencari The Bride, Eric Frankenstein membunuh wanita tua itu agar ia tidak kesepian saat ditinggalkan. Anjing peliharaan wanita itu kemudian mengikuti Frankenstein dalam petualangannya. Kilas balik ini memberikan pandangan mendalam tentang moralitas kompleks Frankenstein.

Cerita kembali ke masa kini, ketika Task Force M yang kini dipimpin oleh The Bride (Indira Varma) tiba di Pokolistan untuk menjalankan misi membunuh Putri Ilana Rostovic (Maria Bakalova). Pasukan Ilana menyambut dengan curiga, karena tidak adanya Rick Flag Sr. dalam rombongan. Namun, sebelum mereka mencapai istana, Ilana yang sudah mendapat peringatan dari Rick Flag Sr. memerintahkan Alexi, pengemudi yang membawa tim Task M, untuk memperlambat perjalanan mereka. Alexi membawa mereka ke rute yang salah, yang akhirnya membuat Task Force M menyadari pengkhianatannya. Di sebuah pertigaan, kendaraan mereka dihentikan oleh pasukan Ilana, dan pertempuran sengit pun terjadi. Dalam kekacauan tersebut, Alexi berusaha mau menembak The Bride, namun dengan cepat Dr. Phosphorus (Alan Tudyk) membunuh Alexi secara brutal hanya dengan satu pukulan.

Situasi semakin kacau ketika Task Force M memutuskan untuk berpencar, baik untuk mengelabui pasukan Ilana maupun mencari jalan menuju istana. Adegan ini diisi dengan aksi mendebarkan, memperlihatkan bagaimana setiap anggota tim menggunakan kemampuan unik mereka untuk bertahan hidup.

Episode 6 : "Priyatel Skatel"

Episode ini dimulai dengan kilas balik tragis Alexander Sartorius (Alan Tudyk), alias Dr. Phosphorus, yang mencoba melarikan diri dari van milik mafia Gotham pimpinan Rupert Thorne (Benjamin Byron Davis). Tubuhnya yang lemah dan lengan kirinya yang berdarah membuatnya gagal meloloskan diri. Ia diseret kembali ke dalam van, menandakan awal dari kisah kelam yang akan terungkap.

Cerita kembali ke masa kini, di mana Dr. Phosphorus bersembunyi dari kejaran pasukan Pokolistan. Ia berlindung di dalam bak sampah, menunggu situasi tenang. Begitu aman, ia melanjutkan perjalanannya menuju Istana Putri Ilana Rostovich, meski dengan langkah hati-hati.

Di tempat lain, The Bride (Indira Varma) dan Nina Mazursky (Zoe Chao) secara tidak sengaja bertemu saat mencoba melarikan diri. Namun, mereka segera menyadari bahwa mereka terjebak. Pasukan Putri Ilana Rostovich mengepung dari depan dan belakang. Dalam situasi putus asa, mereka menemukan perlindungan di sebuah rumah bordil.

Pemilik rumah bordil, seorang wanita tangguh, menyembunyikan mereka dari para tentara. Ketegangan meningkat ketika dua pria mabuk memasuki rumah bordil dan mencoba memaksakan kehendak mereka pada para wanita di sana. Salah satu wanita yang menolak dihajar hingga babak belur. Pemilik rumah bordil naik untuk melerai, tetapi ia juga menjadi korban kekerasan. Saat The Bride dan Nina mencoba mengintervensi, terungkap bahwa dua pria tersebut adalah manusia meta. The Bride, yang tidak bisa menahan amarahnya, melawan mereka dengan brutal. Ia menghajar kedua pria tersebut habis-habisan, menunjukkan kekuatan luar biasanya. Adegan ini tidak hanya memperlihatkan keberanian The Bride tetapi juga sisi kemanusiaannya dalam melindungi yang lemah.

Di tengah hutan, The Weasel (Sean Gunn) menghadapi segerombolan serigala. Meski awalnya terlihat terancam, ia dengan caranya yang unik berhasil menjinakkan mereka. Dengan bermain lempar tangkap menggunakan tongkat, The Weasel mendapatkan kepercayaan kawanan serigala tersebut, menciptakan momen yang mengejutkan sekaligus menyentuh.

Sementara itu, Rick Flag Sr. (Frank Grillo) yang terluka parah akhirnya diamankan dan dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Di sisi lain, Frankenstein (David Harbour) membajak sebuah pesawat dan memaksa pilot untuk mengantarnya ke Pokolistan, berharap dapat bertemu kembali dengan The Bride dan timnya.

Cerita berpindah ke masa lalu Alexander Sartorius. Ia digambarkan sebagai seorang ilmuwan yang berdedikasi untuk mengembangkan alat pengobatan kanker. Namun, demi membiayai proyeknya, ia terpaksa bekerja sama dengan mafia Gotham, Rupert Thorne. Ketegangan muncul ketika istrinya khawatir bahwa keputusan ini akan membawa malapetaka.

Ketakutan itu menjadi kenyataan ketika Rupert membunuh istri dan anak Alex dengan brutal. Dengan kejam, Rupert juga membuat Alex terlihat seperti pelaku pembunuhan dengan merekayasa bukti. Akhirnya Alex dibawa ke labnya sendiri dan dimasukkan ke alat eksperimental yang ia ciptakan. Alat tersebut, yang menggunakan radiasi nuklir, mengubah tubuhnya menjadi Dr. Phosphorus—sosok rangka bercahaya dengan kekuatan destruktif, tetapi kehilangan kemanusiaannya.

Dalam amarahnya, Dr. Phosphorus membalas dendam pada Rupert dan anak buahnya. Ia menghabisi mereka satu per satu, termasuk Rupert beserta keluarga, lalu menguasai bisnis kriminal dari Rupert Thorne. Setelah menguasai jaringan kejahatan Rupert, Dr. Phosphorus menjadi salah satu penjahat paling ditakuti di Gotham, hingga akhirnya dia ditangkap oleh Batman di tengah malam yang mencekam.

Dr. Phosphorus, yang sedang bersembunyi di rumah penduduk Pokolistan, melihat foto-foto keluarga pemilik rumah tersebut. Momen ini membawanya kembali ke kenangan keluarganya yang telah tiada. Ketika anak kecil dari keluarga itu mendekatinya dengan rasa penasaran, Dr. Phosphorus memasak makanan sederhana untuk anak tersebut, menunjukkan sisi lembut yang jarang terlihat. Namun, keesokan paginya, teriakan anak itu membangunkan kedua orang tuanya. Mereka menemukan Dr. Phosphorus bersama anaknya yang sedang bermain, mereka tampak ketakutan namun terheran, tapi disatu sisi Dr. Phosphorus dengan sadar harus pergi meninggalkan anak tersebut beserta orang tuanya dengan inisiatif dirinya sendiri dan melanjutkan perjalanan ke istana Putri Ilana Rostovic. Di sepanjang perjalanan, Dr. Phosphorus akhirnya bertemu kembali dengan The Bride, The Weasel, dan Nina Mazursky. Mereka bersatu lagi dalam perjalanan menuju istana.

Episode 7 : "A Very Funny Monsters"

Episode terakhir dari Creature Commandos ini menjadi penutup musim pertama yang penuh aksi, pengungkapan, dan momen emosional yang membekas. Cerita dimulai dengan ketegangan tinggi ketika Task Force M akhirnya tiba di Istana Putri Ilana Rostovich, menyusul Frankenstein yang juga telah sampai di Pokolistan.

Task Force M menyelinap ke dalam istana dengan langkah hati-hati. Langkah pertama mereka adalah menara pengawasan, yang menjadi pusat kendali CCTV istana. Setelah membunuh penjaga ruang pengawasan, mereka mulai memeriksa rekaman-rekaman CCTV sebelumnya untuk menemukan bukti apakah Putri Ilana Rostovich benar-benar ancaman seperti yang diramalkan Circe.

Saat memutar rekaman, mereka terkejut menemukan bukti bahwa Putri Ilana memiliki hubungan rahasia dengan seseorang yang mendatanginya. Dalam rekaman, terlihat seseorang dengan wujud yang tidak biasa datang ke istana dan berbicara dengan Putri Ilana, menciptakan spekulasi bahwa ia terlibat dalam konspirasi yang lebih besar.

Ketegangan meningkat ketika Frankenstein tiba-tiba memanjat menara untuk menemui The Bride. Keinginannya untuk bertemu dan berdamai dengan The Bride berubah menjadi situasi yang memanas. Dengan rasa tidak nyaman dan marah, The Bride menembak Frankenstein beberapa kali, membuatnya jatuh dari jendela menara pengawas dan tewas seketika. Aksi ini membuat anggota lain dari Task Force M terkejut dan bingung, tetapi mereka tidak punya waktu untuk bereaksi karena misi harus dilanjutkan.

Adegan berpindah ke kilas balik asal-usul Nina Mazursky (Zoe Chloe). Terlihat bagaimana ia lahir dengan kondisi cacat yang membuat paru-parunya berada di luar tubuhnya. Kisah Nina Mazursky dimulai dengan adegan kelahirannya. Ayahnya, Dr. Edward Mazursky (Gregg Henry), seorang ahli biologi molekuler, dan ibunya menanti kelahiran putri mereka dengan penuh harap. Namun, kebahagiaan itu berubah menjadi kesedihan ketika Nina lahir dengan kondisi medis langka: paru-parunya membesar hingga terlihat seperti berada di luar tubuhnya.

Meskipun kondisinya sangat memprihatinkan, Dr. Edward tidak pernah menyerah. Sebagai ilmuwan, ia bertekad untuk menyelamatkan putrinya. Namun, sang ibu merasa kondisi Nina terlalu berat untuk ditangani, dan ketegangan dalam keluarga meningkat. Memasuki usia 3 tahun, terlihat Nina sedang bermain dengan mainannya, namun ditubuhnya terdapat seperti baju besi yang tentunya berfungsi sebagai pelindung sekaligus alat untuk pernafasannya. Melihat hal tersebut, Ibu Nina tidak tega dengan putrinya yang berpenampilan seperti itu, dengan tubuhnya yang kecil namun di tutupi dengan baju besi yang berat sehingga membuatnya kesulitan untuk bergerak. Yang pada akhirnya Ayah dan Ibu dari Nina berseteru mengenai putrinya itu, dimana Ibu dari Nina memutuskan untuk meninggalkan mereka berdua. Sehingga Dr. Edward atau Ayah dari Nina yang merawat Nina seorang diri.

Ketika Nina memasuki usia balita, Dr. Edward mulai merasakan dampak dari kondisi anaknya. Di usia lima tahun, Nina harus memakai baju besi ke sekolah, membuatnya menjadi kesusahan bergerak, dan membuat nafasnya menjadi terengah-engah. Sang ayah, yang sangat mencintainya, merasa bahwa baju besi itu tidak cukup. Ia ingin Nina bisa hidup tanpa batasan, bernapas seperti anak-anak normal lainnya. Di laboratoriumnya, Edward mulai merancang eksperimen radikal: menggabungkan DNA hewan laut dengan manusia untuk menciptakan kemampuan adaptasi biologis baru. Dengan bantuan asistennya, Edward melakukan prosedur pada Nina. Dalam adegan yang penuh ketegangan, Nina dibius di meja operasi, sementara sang ayah menyuntikkan serum yang mengandung DNA dari berbagai hewan laut. Asisten Edward meragukan eksperimen ini, tetapi Edward yakin bahwa ini adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan Nina.

Ketika prosedur selesai, tubuh Nina mengalami perubahan drastis, kulitnya berubah menjadi biru kehijauan dengan sisik halus, tangan dan kakinya berselaput mirip dengan hewan amfibi, dan insang tumbuh di lehernya memungkinkannya untuk bernafas di bawah air. Namun, transformasi ini juga membuat Nina kesulitan bernapas di daratan tanpa air. Sehingga Ayahnya segera membawanya ke wastafel berisi air, dan untuk pertama kalinya, Nina bernafas tanpa alat bantu. Adegan ini menunjukkan keberhasilan Edward sekaligus rasa syukur Nina, yang akhirnya bisa terbebas dari baju besi beratnya.

Meski transformasi itu menyelamatkan nyawanya, kehidupan Nina tetap sulit. Penampilannya yang aneh membuatnya tampak tidak wajar, sehingga Edward menyekolahkan Nina di rumah untuk beberapa tahun saja. Ketika Edward berusaha mendaftarkan Nina ke sekolah unggulan, kepala sekolah awalnya menolak karena penampilan Nina dianggap tidak wajar. Namun, setelah Nina membuktikan kecerdasannya, dia langsung diterima. Namun, di sekolah, Nina menjadi korban bullying. Anak-anak laki-laki sering mengejeknya dengan julukan seperti "kodok," bahkan mengisi lokernya dengan kodok hidup. Momen ini menjadi salah satu yang paling memilukan dalam kehidupan Nina, membuatnya merasa tidak diterima oleh dunia.

Setelah insiden bullying yang parah, Nina kabur dari rumah dan meninggalkan pesan singkat untuk ayahnya. Ia menyelinap ke gorong-gorong kota dan bertahan hidup dengan memakan ikan mentah. Beberapa waktu kemudian, Edward melihat berita tentang makhluk aneh di danau yang mengganggu warga yang ada disekitaran danau tersebut, yang dimana makhluk tersebut menyerupai hewan amfibi yang ternyata adalah anaknya sendiri yaitu Nina Mazursky. Ketika pihak berwenang menangkap Nina dan menempatkannya di fasilitas proteksi hewan, Edward segera datang ke lokasi kejadian perkara untuk menyelamatkannya.

Dalam adegan yang emosional, Edward berhasil menerobos halangan dari para polisi yang menjaga tempat perkara dan menemui Nina, tetapi salah satu polisi salah mengira Edward sebagai ancaman dan menembaknya di depan putrinya. Kematian Edward adalah pukulan terbesar bagi Nina, meninggalkannya dalam kondisi putus asa. Dia kemudian ditangkap dan dimasukkan ke penjara Belle Reve, di mana dia akhirnya direkrut oleh Amanda Waller untuk menjadi bagian dari Task Force M.

Adegan kembali lagi ke era sekarang, dimana tampak Task Force M berhasil masuk dalam istana berkat Dr. Phosphorus yang dapat melelehkan dinding istana. Setelah mendapatkan informasi bahwa Putri Ilana akan berenang di kolam renangnya, Task Force M menyusun rencana untuk membunuhnya. Karena tidak ada yang mampu berenang dengan baik, mereka memutuskan untuk mengandalkan Nina Mazursky, yang memiliki kemampuan berenang dan bernafas di bawah air, sehingga The Bride memberikan pisau kepadanya untuk mengeksekusi Putri Ilana Rostovic di dalam air.

Sementara itu di Rumah Sakit tempat dimana Rick Flag Sr. dirawat, Amanda Waller (Viola Davis) menjenguk dari Rick Flag Sr. yang telah sadar dari masa kritisnya dan mendapatkan sebuah laporan yang menyadarkannya. Rick Flag Sr. mengungkapkan bahwa ramalan Circe dan keterlibatan Aisla MacPherson adalah bagian dari tipu daya Clayface. Waller, yang marah dan kecewa, menyadari bahwa dia telah dimanipulasi.

Ditemani oleh John Economos (Steve Agee), Amanda Waller menuju rumah Aisla, Amanda dan Economos mendapati pintu rumah tidak terkunci. Setelah masuk, mereka menemukan ruang tamu yang tampak biasa. Saat mereka melakukan penyelidikan, mereka menemukan jejak pertempuran di ruang tengah. Economos memberitahu ke Amanda Waller bahwa Clayface bisa berubah wujud dengan bentuk tubuh apapun. Tidak lama mereka juga mencium bau tidak sedap yang berasal dari lantai atas, mereka menaiki tangga dengan hati-hati, dan mendapati kamar tidur Aisla dalam keadaan terbuka. Amanda dan Economos seketika melihat tubuh asli Aisla ditemukan sudah tidak bernyawa yang duduk di kursi kerjanya, dengan luka sayatan di lehernya. Amanda dengan dingin menatap tubuh tersebut, menyadari bahwa kecurigaan Rick Flag Sr. benar. Dan kemudian, Amanda Waller lansgung menghubungi di Pokopolistan.

Kembali lagi di adegan di istana Pokopolistan, terlihat Putri Ilana sedang berenang santai, dan Nina Mazursky perlahan mendekatinya dari dalam air dengan pisau di tangannya. Namun, The Weasel, yang merasa tidak nyaman dengan misi ini karena The Weasel melihat Putri Ilana Rostovic mirip seperti anak kecil yang dia selamatkan di insiden kebakaran sekolah saat itu, dan secara impulsif The Weasel langsung melompat ke kolam meskipun ia tidak bisa berenang. Tindakan cerobohnya membuat rencana mereka terbongkar.

Putri Ilana Rostovic, yang menyadari ancaman di bawah air, sehingga melawan Nina dengan brutal. Dalam perkelahian sengit, Putri Ilana berhasil merebut pisau Nina dan menikamnya berkali-kali. Tubuh Nina yang tidak bernyawa mengapung ke permukaan kolam, membuat The Bride dan anggota lainnya sangat terpukul. Dan disaat itu, Sergei pun datang berlari membawakan telepon untuk The Bride, yang dimana telepon itu adalah telepon dari Amanda Waller yang mengatakan dirinya keliru dengan misi tersebut, dan seketika membatalkan misi untuk membunuh Putri Ilana Rostovic.

Setelah kematian Nina, The Bride memutuskan untuk bertemu langsung dengan Putri Ilana di kantornya. Dalam percakapan mereka, The Bride mengungkapkan bahwa dia tidak bersalah atas ramalan Circe dan mengetahui bahwa Task Force M telah dijebak oleh Putri Ilana Rostovic. The Bride juga telah melihat bukti dari rekaman CCTV dan mengingat manipulasi Clayface, menyadari kebenaran, Putri Ilana sebenarnya adalah dalang di balik konspirasi untuk menguasai bumi. Dengan penuh emosi, The Bride menembak Putri Ilana di kepala, membunuhnya di tempat. Tindakannya tidak hanya untuk menggagalkan rencana jahat Putri Ilana, tetapi juga sebagai balas dendam atas kematian sahabatnya, Nina Mazursky.

Setelah membunuh Putri Ilana, The Bride dan anggota Task Force M yang tersisa meninggalkan istana dengan tenang, menyembunyikan apa yang telah terjadi. Mereka berhasil keluar tanpa mencurigakan siapa pun.

Beberapa bulan berikutnya di penjara Belle Reve, Amanda Waller menerima laporan dari Rick Flag Sr., yang sementara memulihkan diri. Sementara itu The Bride kini resmi menjadi pemimpin Task Force M, menggantikan Rick Flag Sr. yang masih dalam pemulihan. Ia bertemu dengan anggota baru tim yang diperkenalkan oleh John Economos, yang meliputi, Dr. Phosphorus dan The Weasel yang tentunya masih menjadi anggota tetap dari Task Force M. Nosferata, vampir perempuan bersayap kelelawar. Khalis, mumi Mesir yang penuh misteri namun mempunyai kekuatan sihir. King Shark, mantan anggota Task Force X yang kini bergabung Task Force M yang berwujud ikan hiu dan mempunyai kekuatan yang hebat. Dan, G.I. Robot, yang kembali dengan tubuh yang diperbarui dengan lebih besar dan lebih kuat. Mereka memulai babak baru sebagai tim, dengan The Bride sebagai pemimpin yang tegas namun bijaksana.

Aspek-Aspek Hebat Dalam Serial Ini :

James Gunn sekali lagi membuktikan keahliannya sebagai sutradara dan penulis cerita dalam genre superhero bertim-tim melalui Creature Commandos. Dengan pendekatan unik yang telah ia terapkan di proyek-proyek sebelumnya, seperti Guardians of the Galaxy (Marvel), The Suicide Squad (2021), dan serial Peacemaker (2022), James Gunn menyusun serial ini dengan formula yang sempurna untuk menggabungkan karakterisasi mendalam, alur cerita yang terstruktur, dan emosi yang kuat.

Salah satu kekuatan utama James Gunn adalah kemampuannya memberikan porsi yang adil untuk setiap karakter, bahkan dalam tim yang terdiri dari banyak anggota dengan keunikan masing-masing. Dalam Creature Commandos, James Gunn menampilkan karakter seperti The Bride, Nina Mazursky, Dr. Phosphorus, The Weasel, Rick Flag Sr., G.I. Robot, dan Eric Frankenstein dengan penggalian cerita yang seimbang. Setiap karakter memiliki momen mereka sendiri untuk bersinar, baik melalui kilas balik emosional maupun interaksi yang memperlihatkan dinamika tim. James Gunn memberikan ruang untuk penonton memahami motivasi, latar belakang, dan sisi manusiawi setiap karakter. Hal ini mengingatkan kita pada caranya menggarap superhero tim dalam Guardians of the Galaxy atau dalam The Suicide Squad, di mana setiap anggota memiliki cerita unik yang saling melengkapi tanpa satu pun terasa terabaikan.

Walaupun berformat serial yang berepisode, James Gunn dikenal dengan kecerdasannya dalam membangun struktur ceritanya dengan tiga babak, di mana dia membangun alur dengan ketegangan yang terus meningkat, sehingga klimaks terasa memuaskan. Dalam Creature Commandos juga, James Gunn memiliki kemampuan luar biasa dalam menyeimbangkan berbagai emosi dalam cerita, dari humor yang jenaka hingga momen sedih yang menggugah hati, seperti Kematian Nina Mazursky di tangan Putri Ilana, The Weasel yang dituduh memakan anak kecil, dsb. Selain itu, James Gunn juga selalu menonjolkan hubungan emosional dengan hewan dalam ceritanya, seperti terlihat dalam Guardians of the Galaxy Vol. 3 yang berfokus pada Rocket Raccoon. Dalam Creature Commandos, hubungan emosional The Weasel dengan serigala atau perjuangannya menyelamatkan anak-anak membawa elemen kehangatan di tengah kekacauan. Ini adalah bentuk nyata dari kecintaan James Gunn terhadap hewan, yang dia tuangkan dalam cerita dengan sangat tulus.

Walau dalam format serial dengan durasi hanya sekitar 27 menit per episode, James Gunn telah berhasil mengemas cerita Creature Commandos dengan rapi dan tidak bertele-tele. Setiap adegan memiliki tujuan yang jelas, baik untuk mengembangkan karakter, membangun dunia, maupun menyampaikan plot utama.

Tentunya, sebagai pembuka Chapter 1 : Gods and Monsters dalam semesta DC Universe (DCU), James Gunn juga memanfaatkan serial ini untuk membangun semesta yang dipimpinnya ini. Melalui world-building yang solid, ia menyisipkan elemen-elemen penting yang akan menjadi fondasi bagi cerita-cerita DCU di masa depan. Salah satunya adalah dengan menghadirkan cameo-cameo maupun easter egg yang tidak terduga, yang menjadi penghubung antara film dan serial lain. Peralihan dari semesta DCEU ke DCU dilakukan dengan sangat mulus. James Gunn memastikan bahwa dunia ini terasa seperti dunia yang sudah dihuni oleh para superhero. Beberapa mention tentang peristiwa dalam The Suicide Squad (2021), seperti misi Project Starfish dan kematian Rick Flag Jr., serta Peacemaker (2022) menambah kontinuitas yang kuat tanpa terasa dipaksakan. Transisi ini memberikan rasa familiar kepada penggemar lama, sekaligus memperkenalkan DCU kepada penonton baru dengan cara yang segar dan menarik.

Salah satu kekuatan utama dari Creature Commandos adalah kualitas voice acting yang luar biasa dari para pemerannya. Setiap pengisi suara tidak hanya membawa keunikan pada karakter masing-masing, tetapi juga memberikan kedalaman emosional yang membuat setiap karakter terasa hidup, bahkan dalam format animasi.

Frank Grillo sebagai Rick Flag Sr. menghadirkan suara yang tegas dan penuh wibawa, mencerminkan kepemimpinan seorang veteran perang. Indira Varma sebagai The Bride membawa suara yang dingin namun emosional, sesuai dengan latar belakangnya sebagai makhluk ciptaan Victor Frankenstein. Zoe Chao memberikan nuansa lembut tetapi emosional pada Nina Mazursky, terutama dalam adegan tragis masa lalunya.

Sean Gunn menampilkan dua peran, sebagai The Weasel, dengan suara liar dan mengundang tawa, serta G.I. Robot, yang memiliki suara mekanis tetapi tetap terasa sedikit manusiawi. Alan Tudyk sebagai Dr. Phosphorus tampil serbaguna, dengan suara menyeramkan dan sinis, tetapi tetap memiliki humor khasnya. Maria Bakalova memberikan aksen Rusia yang otentik untuk Putri Ilana Rostovic, memperkuat karakternya sebagai pemimpin Pokolistan.

Sementara itu, Viola Davis tetap mempertahankan karakteristik khas Amanda Waller, dengan suara otoritatif, dingin, dan tanpa kompromi. Anya Chalotra sebagai Circe menghadirkan suara penuh aura berbahaya dan misterius, dengan intonasi menggoda tetapi tetap mengancam. Terakhir, David Harbour sebagai Eric Frankenstein memanfaatkan suara baritonnya untuk menciptakan karakter yang kuat tetapi penuh emosi, menunjukkan kecemburuan, kesedihan, serta sisi humor yang unik dari makhluk besar ini, dan juga voice acting dari pemeran lainnya dalam serial ini yang menambah keseruan dalam serial ini, seperti Steve Agee yang kembali lagi dengan karakter yang sama seperti di The Suicide Squad (2021) dan Peacemaker (2022) sebagai John Economos yang menjadi asisten Amanda Waller.

Kemudian, yang memukau juga dari serial ini adalah visual dari animasinya yang sangat hebat. Walau hadir dalam format animasi 2D, Creature Commandos tidak kalah dari produksi live-action dengan skala besar. Animasi yang ditangani oleh Warner Bros. Animation berhasil menciptakan gerakan yang tidak kaku, tetapi lebih fluid dan realistis. Adegan-adegan aksi, terutama yang melibatkan kekerasan dan brutalitas, digambarkan dengan detail yang sangat memuaskan.

Salah satu kekuatan utama animasi ini adalah kemampuan untuk mengekspresikan intensitas melalui setiap gerakan. Ketika para tim melawan musuh-musuhnya, setiap adegan terasa hidup dan mendebarkan. Format animasi ini juga memberi kebebasan kreatif untuk mengeksplorasi visual yang lebih berani dan unik, terutama dalam menggambarkan karakter-karakter monster yang tidak biasa.

Namun, perlu diingat bahwa Creature Commandos bukanlah tontonan untuk anak-anak, hal ini dikarenakan dalam serial animasi ini banyak sekali adegan-adegan yang mengandung kekerasan yang brutal, darah atau organ tubuh yang berceceran, serta tema-tema gelap menjadikan serial ini lebih cocok untuk penonton dewasa. Dengan balutan animasi 2D yang memukau dan nuansa cerita yang matang, Creature Commandos sukses memberikan pengalaman sinematik yang berani dan berbeda.

Salah satu elemen paling menonjol dalam karya-karya James Gunn adalah penggunaan musik yang bukan hanya sekadar latar suara, tetapi menjadi bagian integral dari narasi. Dalam Creature Commandos, James Gunn kembali menggunakan pendekatan khasnya dengan memasukkan playlist musik yang beragam—dari rock klasik, musik klasik Rusia, hingga lagu-lagu populer yang pas dengan momen-momen tertentu. Musik dalam serial ini memperkuat emosi, menggambarkan suasana, dan memberikan pengalaman sinematik yang unik bagi penonton. James Gunn memanfaatkan lagu-lagu rock klasik untuk adegan-adegan aksi besar atau momen humor, menciptakan kontras yang menyenangkan dan menghibur, kemudian sebagai latar tempat fiktif dengan pengaruh budaya Eropa Timur, Pokolistan dihidupkan melalui musik klasik Rusia yang bertempo cepat, dan tentunya James Gunn juga dikenal suka menggunakan musik yang kontras untuk menciptakan humor, dan ini diterapkan dalam beberapa adegan di serial ini.

Musik dalam Creature Commandos berfungsi lebih dari sekadar latar suara; setiap pilihan lagu mencerminkan emosi dan tema dari adegan tersebut. Hal ini mengingatkan pada bagaimana James Gunn menggunakan mixtape dalam Guardians of the Galaxy Trilogy atau dalam The Suicide Squad (2021), ataupun dalam serial Peacemaker (2022) untuk memperkuat hubungan emosional antara karakter dan penonton.

Sebagai pembuka resmi Chapter 1: Gods and Monsters dalam DC Universe (DCU) yang baru, Creature Commandos sukses menjadi serial yang memadukan elemen aksi brutal, narasi emosional, dan world-building yang solid. James Gunn kembali menunjukkan kepiawaiannya dalam menciptakan cerita tim superhero yang penuh karakter unik dan intrik mendalam. Dengan durasi yang hanya sekitar 27 menit per episode, Gunn berhasil mengemas kisah ini secara rapi tanpa terasa bertele-tele, menyisipkan momen-momen epik, emosional, dan penuh kejutan, termasuk beberapa cameo yang tidak terduga.

Serial ini juga menawarkan kualitas animasi 2D yang luar biasa, dengan gerakan fluid dan detail yang memanjakan mata, terutama dalam adegan-adegan brutal yang menyajikan aksi berdarah yang memuaskan penggemar genre dewasa. Penggunaan musik playlist khas Gunn menambah dimensi emosional, membawa intensitas pada setiap momen aksi maupun drama.

Penampilan voice acting para pemerannya adalah salah satu kekuatan terbesar serial ini. Mulai dari Frank Grillo sebagai Rick Flag Sr. yang tegas, Zoe Chao sebagai Nina Mazursky yang emosional, hingga David Harbour sebagai Eric Frankenstein yang membawa sisi kompleks makhluk besar yang terpecah antara cinta dan amarah. Kehadiran mereka memberikan nyawa pada karakter yang tidak hanya menarik, tetapi juga memiliki kedalaman emosional yang kuat.

Creature Commandos adalah langkah awal yang ambisius dan sukses untuk DCU yang baru. Dengan perpaduan aksi memukau, karakter yang kuat, dan narasi yang mendalam, serial ini menetapkan standar tinggi untuk proyek-proyek DC yang akan datang.

Serial Creature Commandos kini telah dirilis secara lengkap dengan 7 episode dan tersedia untuk streaming di HBO Max. Bagi Anda yang ingin menyaksikan kisah penuh aksi, emosi, brutalitas, dan intrik, serial ini wajib masuk dalam daftar tontonan Anda.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....