Awal Mula Es Lumut Manja di Kota Gunungsitoli
- 27 Jan 2026 15:53 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Berawal untuk komsumsi sendiri dan banyak yang suka, Es Lumut Manja atau minuman Luma kini mulai dikenal warga kota Gunungsitoli.
Adalah 3 perempuan yang penasaran ingin mencari tahu seperti apa minuman yang mereka produksi ini disukai jika diperkenalkan dan dipasarkan ke publik yang lebih luas. Maka sebuah event bertajuk RRI Fest bulan September 2025 yang lalu menjadi debut mereka memproduksi dan memasarkan Luma secara konsisten hingga hari ini.
Ketiganya tampil menjadi bintang tamu di acara Pos UMKM Pro 1 Gunungsitoli, Senin 26 Januari 2026.
Owner Luma yakni Hainun, Resna dan Eva tidak menyangka ternyata respon pasar terhadap mereka sangat bagus hingga mereka kemudian serius menekuni usaha ini.
“Jadi awalnya itu pas kita mengikuti RRI Fest, kita kepikiran bagaimana yah kalau kita coba jualan, ikutlah di acara itu dan ternyata responnya sangat bagus, sekitar 200 botol saat itu langsung habis terjual,” kata Resna, Senin 26 Januari 2026.
Saking seriusnya mereka menjalankan usaha Luma ini, mereka memiliki rumah produksi, memiliki izin usaha dan sedang proses pengurusan P-IRT dan izin halal. Setiap hari Jum’at mereka produksi untuk dipasarkan pada hari Sabtu dan Minggu, namun bisa juga lebih awal pada hari Kamis untuk memenuhi permintaan customer kantoran.
Saat ini Luma terdiri dari 10 varian rasa, dari yang awal produksinya hanya 5 yakni mangga, strawberry, capucino, lychee bubble gum dan taro, kemudian bertambah lagi 3 varian rasa berikutnya yakni matcha, red velvet dan oreo serta terbaru ocean breeze dan magic blush dengan harga per botol Rp8 ribu.