PLTMG Nias Gelar Sosialisasi dan Simulasi Tanggap Darurat Bencana

  • 03 Okt 2026 11:57 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) Nias menggelar kegiatan sosialisasi dan simulasi tanggap darurat bencana alam sebagai upaya penguatan kapasitas kelembagaan dalam menghadapi potensi bencana gempa bumi dan tsunami, Jumat, 2 Oktober 2026.

Kegiatan ini Kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) Nias sebagai mitra strategis, mengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan penanggulangan bencana di wilayah rawan bencana seperti Kota Gunungsitoli.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Gunungsitoli Adiman Perwira Harefa,S. Th., M.Si., hadir sebagai Narasumber yang didampingi oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Rahman Yan Putra Lase, S.STP., M.AP., dan Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Ir. Amonita Telaumbanua, ST., dan beberapa Pejabat Struktural Eselon IV dan Pelaksana sebagai Fasilitator.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Gunungsitoli menyampaikan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan menjadi hal yang sangat penting bagi setiap institusi, khususnya yang berada di wilayah dengan tingkat kerawanan bencana tinggi serta untuk memastikan bahwa setiap institusi memiliki pemahaman, prosedur, dan kesiapan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat karena bencana alam seperti gempa bumi dan tsunami maupun bencana non alam seperti Gas bertekanan tinggi, suhu ekstrem, kebakaran dan ledakkan, kegagalan teknologi dan sistem secara khusus seperti instansi Pembangkit Listrik Tenaga Mesin dan Gas (PLTMG) Nias yang dikategorikan sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) di bidang Energi dan Sumber Daya Mineral karena infrastruktur ini menyangkut hajat hidup orang banyak dan strategi ketahanan Energi Nasional.

Ia menekankan bahwa penguatan kapasitas kelembagaan mencakup peningkatan pengetahuan sumber daya manusia, pemahaman terhadap sistem peringatan dini, kesiapan jalur dan titik evakuasi, serta kemampuan koordinasi internal saat bencana terjadi. Menurutnya, kesiapan tersebut sangat menentukan dalam meminimalisir risiko korban jiwa dan dampak kerugian.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diisi dengan simulasi tanggap darurat, yang memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam mempraktikkan prosedur evakuasi dan penyelamatan diri. Simulasi tersebut bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori kebencanaan, tetapi juga mampu mengambil keputusan cepat dan tepat saat berada dalam kondisi darurat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....