BPBD Kota Gunungsitoli dan PPA Sendroro Laksanakan Sosialisasi KIE Rawan Bencana
- 12 Sep 2026 18:15 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Upaya penanggulangan bencana membutuhkan keterlibatan dan peran aktif model kerja sama atau kolaborasi yang melibatkan unsur pemangku kepentingan utama (Pentaheliks) termasuk unsur keagamaan melalui Gereja dan Komunitasnya.
Untuk itu sebagai bentuk upaya meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana di Kota Gunungsitoli, Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kota Gunungsitoli berkolaborasi dengan PPA IO-0154-Sendroro Jemaat BNKP Teluk Belukar, Kecamatan Gunungsitoli Utara, Kota Gunungsitoli untuk melaksanakan kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana Tahun 2026, bertempat di Gedung Gereja BNKP Jemaat Teluk Belukar Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan dihadiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli, Adiman Perwira Harefa, S.Th., M.Si., sebagai Narasumber dan Para Pejabat Strukural Eselon III dan IV beserta Pelaksana.
Dalam penyampaian Materi, Kepala BPBD Kota Gunungsitoli menekankan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dimulai dari tingkat Individu, Keluarga dan masyarakat.
Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan ditegaskannya antara lain:
1. Membangun Resiliensi Komunitas
Resiliensi komunitas merupakan kemampuan masyarakat dalam menghadapi tekanan dan dampak bencana, mengurangi kerentanan, serta memulihkan kondisi kehidupan secara cepat setelah terjadi bencana.
Penguatan resiliensi komunitas dapat dilakukan dengan membangun kapasitas masyarakat di tingkat lokal, meningkatkan kerja sama antarwarga, serta mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di desa atau wilayah secara mandiri.
2. Keluarga Tangguh Bencana (Katana)
Keluarga Tangguh Bencana (Katana) merupakan konsep kesiapsiagaan yang menempatkan keluarga sebagai unit terkecil dalam menghadapi risiko bencana.
Setiap anggota keluarga perlu memahami potensi ancaman bencana di lingkungan tempat tinggal, mengenali karakteristik rumah yang aman terhadap bencana, serta menyusun rencana kesiapsiagaan dan jalur evakuasi bersama keluarga.
3. Menyiapkan Tas Siaga Bencana
Tas Siaga Bencana merupakan tas darurat atau go-bag yang berisi kebutuhan dasar dan dapat segera dibawa ketika terjadi keadaan darurat atau evakuasi. Tas tersebut idealnya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan dasar selama tiga hari pertama setelah terjadi bencana.
Beberapa perlengkapan penting yang perlu disiapkan antara lain dokumen dan surat-surat berharga, pakaian ganti untuk tiga hari, selimut, makanan ringan yang tahan lama, air minum, kotak pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), obat-obatan pribadi, senter, peluit, masker, serta uang tunai.
Kegiatan Sosialisasi KIE Rawan Bencana Tahun 2026 di PPA IO-0154-Sendroro Jemaat BNKP Teluk Belukar berlangsung dengan baik dan lancar. Kegiatan diawali dengan acara pembukaan, dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber, serta sesi diskusi dan tanya jawab bersama peserta.
Koordinator IO-0154-Sendroro Jemaat BNKP Teluk Belukar Ridwan Mas Gea, SE., menyampaikan bahwa kegiatan masih tahap awal dan akan tetap berlanjut Kolaborasi ini dengan BPBD Kota Gunungsitoli, harapnya Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat, khususnya keluarga dan komunitas gereja, semakin meningkat dalam mengenali potensi risiko bencana, melakukan upaya pencegahan, serta mengambil langkah yang tepat ketika terjadi bencana di lingkungannya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....