Konsistensi Kelompok Tani Tuhegeo, dari Jagung Kini Cabai dan Padi
- 10 Sep 2026 10:56 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Guna memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan secara berkelanjutan, Pemerintah Kota Gunungsitoli gencar melakukan pendampingan kepada kelompok tani. Salah satu aksi nyata ditunjukkan melalui penanaman perdana cabai merah keriting dan cabai rawit di Desa Tuhegeo I, Kecamatan Gunungsitoli Idanoi, yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Sowa’a Laoli, SE, M.Si, Rabu 9 September 2026.
Selain mengapresiasi keaktifan para penyuluh pertanian di lapangan, Wali Kota menekankan bahwa gerakan ini sangat krusial untuk membangun kemandirian pangan lokal, sehingga masyarakat Gunungsitoli tidak lagi bergantung pada pasokan dari luar daerah. “Langkah strategis ini kami lakukan untuk memastikan kebutuhan pangan warga tercukupi dari hasil bumi sendiri, serta meningkatkan taraf hidup petani dan masyarakat," ucap Wali Kota.
Kelompok Tani Pemula Desa Tuhegeo I memulai periode tanam ke-3 dengan melakukan penanaman perdana cabai. Katimker Penyuluh Pertanian Kota Gunungsitoli, Oktameyer P. Samosir mengatakan, penanaman kali ini menerapkan sistem tumpang sari bersama padi gogo rancah varietas Situ Bagendit. Setelah sebelumnya sukses dengan komoditas jagung, penerapan pola tanam baru ini diharapkan mampu mengoptimalkan pemanfaatan lahan dan memicu produktivitas. Konsistensi ini sekaligus menandakan peningkatan kapasitas dan kemandirian kelompok tani tersebut.
Perluasan program pendampingan ke berbagai wilayah kini menjadi harapan besar Pemerintah Kota Gunungsitoli agar dampak positifnya tidak hanya dinikmati oleh sebagian kecil petani, melainkan mampu memperkokoh ketahanan pangan daerah secara menyeluruh.
Merespons program tersebut, salah seorang anggota kelompok tani bernama Murni Hura menyatakan rasa terima kasihnya. Ia mengakui bahwa kehadiran pemerintah melalui pendampingan ini sangat membantu petani dalam memperluas pengetahuan sekaligus mengamankan pasokan pangan mereka. “Kami sangat senang dengan perhatian dari pemerintah. Sekarang kami merasa lebih terbantu karena sebagian kebutuhan pangan sudah bisa kami penuhi sendiri tanpa harus selalu membeli di pasar,” kata Murni.
Warga setempat, termasuk Tiati Larosa, menyambut baik program yang dinilai mampu meningkatkan semangat bertani dan menghemat pengeluaran rumah tangga ini. Tiati mengaku masyarakat sangat terbantu karena kini bisa memanen kebutuhan harian. Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Gunungsitoli untuk memperkuat komitmennya dalam menjaga kemandirian pangan lokal. Melalui pembinaan kelompok tani yang berkesinambungan, pemerintah optimistis dapat meletakkan dasar yang kokoh demi terciptanya ketahanan pangan masa depan yang inklusif dan tangguh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....