Penyuluhan Agama di Lapas Gunungsitoli Bekal Kembali ke Masyarakat

  • 12 Agt 2026 15:56 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Untuk meningkatkan pembinaan kepribadian dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Penyuluh Agama Kristen dari Kementerian Agama Kabupaten Nias melaksanakan kegiatan penyuluhan agama bagi Warga Binaan beragama Nasrani yang bertempat di Gereja Oikumene Fa’omasi Lapas Kelas IIB Gunungsitoli, Rabu 12 Agustus 2026.

Kegiatan penyuluhan agama ini menjadi salah satu bentuk pembinaan rohani yang diberikan kepada Warga Binaan agar mereka dapat semakin mendekatkan diri kepada Tuhan, memperkuat iman, serta memperoleh motivasi untuk menjalani masa pembinaan dengan penuh pengharapan. Melalui kegiatan tersebut, Warga Binaan diajak untuk memahami dan menerapkan nilai-nilai kasih, pengampunan, kejujuran, kesabaran, serta tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan penyuluhan agama Kristen bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan Warga Binaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, membentuk karakter yang lebih baik, serta memberikan pembinaan mental dan spiritual selama menjalani masa pidana. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Gunungsitoli, Sahat Bangun, dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan penyuluhan agama yang diberikan kepada Warga Binaan.

“Pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pemasyarakatan. Kami berharap melalui kegiatan ini, Warga Binaan semakin kuat dalam iman, mampu melakukan introspeksi diri, dan memiliki tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika nantinya kembali ke masyarakat, mereka diharapkan dapat menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga maupun lingkungan,” katanya.

Pelaksanaan penyuluhan berlangsung dengan penuh khidmat dan diikuti oleh Warga Binaan beragama Nasrani dengan antusias. Kehadiran Penyuluh Agama Kristen diharapkan dapat terus memberikan pendampingan dan penguatan rohani sehingga proses pembinaan di Lapas tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga menyentuh pembentukan mental, karakter, dan kehidupan spiritual Warga Binaan.

Melalui sinergi antara Lapas Kelas IIB Gunungsitoli dan Kementerian Agama Kabupaten Nias, kegiatan pembinaan keagamaan diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Dengan demikian, Warga Binaan memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, memperkuat iman, dan mempersiapkan diri menjadi pribadi yang lebih baik serta siap kembali menjalani kehidupan secara positif di tengah masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....