Pemprov Sumut Percepat Pembangunan 4 Kabupaten 3T di Kepulauan Nias lewat PHTC

  • 11 Agt 2026 19:20 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CI.ID, Medan – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkomitmen mempercepat pembangunan di empat kabupaten Kepulauan Nias yang masih masuk kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar atau 3T. Percepatan dilakukan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Proyek Strategis Daerah (PSD).

Komitmen itu disampaikan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut Basarin Yunus Tanjung dalam Dialog Interaktif Peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI Provinsi Sumut yang disiarkan RRI Medan, Selasa 11 Agustus 2026. Dialog bertema “Membangun Sumatera Utara dari Daerah 3T untuk Mencapai Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

“Secara nasional maupun regional, ada empat kabupaten di Sumut yang masih dalam kategori tertinggal. Maka perlu akselerasi percepatan pembangunan di wilayah yang masih kategori 3T,” kata Basarin.

Basarin menyebut salah satu terobosan percepatan adalah kehadiran Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution dan Wakil Gubernur Surya yang berkantor langsung di Kepulauan Nias.

Langkah itu bertujuan mendekatkan pelayanan publik sekaligus menjemput aspirasi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Artinya menjemput bola, supaya apa-apa yang terjadi, fenomena, fakta-fakta, data-data yang ada di lapangan bisa dirumuskan menjadi kebijakan yang sesungguhnya dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Melalui PHTC, Pemprov Sumut telah merealisasikan sejumlah program prioritas untuk Kepulauan Nias.

Antara lain Program Berobat Gratis (Probis), penyediaan akses internet di ruang publik dan sekolah melalui Digitalisasi Pelayanan Publik (CERDAS), serta pembangunan Infrastruktur Strategis Terintegrasi (INSTANSI) berupa jalan dan jembatan.

Pembangunan jalan mencakup ruas Nias Selatan–Nias Barat, koridor Dola dan Duria, serta Opiatumbeherua di wilayah Nias Selatan dan Nias Barat.

“Gubernur berencana membangun pelabuhan dan gudang-gudang logistik. Ini untuk menambah pelayaran ke sana, bagaimana logistik bisa diangkut dengan harga yang terjangkau,” sebut Basarin.

Di sisi lain, melalui PSD Pemprov membangun infrastruktur seperti talud, turap, dan dinding penahan tanah di sejumlah ruas jalan.

Pemprov juga meningkatkan fungsi puskesmas. Dua puskesmas di Mandrehe, Nias Barat, dan Lahewa, Nias Utara, akan ditingkatkan menjadi puskesmas rawat inap.

“Karena hanya ada satu rumah sakit yang operasional saat ini di Gunungsitoli. Maka supaya aksesnya lebih dekat. Dua puskesmas ini sedang proses pembangunan dan nantinya dilengkapi dokter spesialis,” ucap Basarin.

Ketua DHD BPK 45 Sumut Mayjen TNI (Purn) M Hasyim menilai program Gubernur dan Wagub berkantor di Nias merupakan upaya mewujudkan keadilan sosial.

Pihaknya juga berkolaborasi dengan siswa SMA di Kepulauan Nias untuk membina wawasan kebangsaan dan semangat ’45.

“Kami melihat program gubernur sangat baik dan kami sangat mendukung program ini,” kata, Mayjen TNI (Purn) M Hasyim .

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....