Dinas Perdagangan Pantau Fluktuasi Harga Sembako dan Jamin Ketersediaan Stok
- 03 Agt 2026 15:35 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaankota Gunungsitoli, kondisi terkini harga rata-rata komoditas sembako utama seperti beras, minyak goreng, gula, bawang, dan cabai di wilayah kota Gunungsitoli sedang mengalami kenaikan harga. Diketahui bahwa hambatan distribusi dari daerah produsen turut memicu kelangkaan stok di pedagang eceran di kota Gunungsitoli. Pemerintah juga terus berupaya meredam gejolah harga di pasaran melalui kegiatan operasi pasar agar warga masyarakat tetap mampu membeli dan mendapatkan komoditas dengan harga terjangkau.
“Dari rilis BPS kita memang mengalami tingkat inflasi. Dimana beberapa bahan pokok yang memberikan andil seperti beras dan minyak goreng. Selanjutnya, dalam info harga bulan Juli 2026, memang ada beberapa komoditas sembako yang mengalami kenaikan harga tetapi tidak signifikan sekali. Jika di minggu ketiga bulan Juli, cabe rawit mengalami kenaikan harga namun di minggu ke empat ada indikasi menurun. Kita bisa melihat sekarang kalau pada komoditas cabe rawit minggu ketiga bisa mencapai Rp.63.000, untuk minggu ke empat turun di harga Rp.60.000. Namun demikian harga ini masih relative naik, kita coba lagi menghimbau kepada para pedagang khususnya yang menyuplai cabe dari luar pulau Nias supaya lebih menekan harga. Kalau cabe merah pada minggu ketiga harganya sedikit menurun sekitar 35ribu rupiah. Dan anomaly yang terjadi minggu ke empat ini, cabe merah ada indikasi kenaikan menjadi Rp.40.000 tetapi cabe rawit ada indikasi menurun,” ujar Kabid Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Ketenagakerjaan kota Gunungsitoli Karnius Zalukhu.
Adapun faktor utama yang menyebabkan fluktuasi atau kenaikan harga pada komoditas ini, kata Karnius, disebabkan adanya bencana alam banjir bandang di daerah Tapanuli beberapa waktu yang lalu sehingga hal itu menyebabkan terhambatnya distribusi. Namun demikian, untuk ketersediaan stok sembako di awal Agustus 2026 sangat tersedia. “Dari pantauan kita, ketersediaan sembako ini bertahan sampai 3 bulan kedepan,” ucapnya.
Sebagai langkah konkret yang akan dilakukan oleh Dinas Perdagangan untuk menjaga menstabilkan harga, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan Dinas Pertanian dan TPID untuk melaksanakan GPM guna menekan laju inflasi. “Pada bulan ini Pemko Gunungsitoli menyikapi melalui TPID kota Gunungsitoli dengan melaksanakan beberapa kegiatan antaralain kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar di 5 kecamatan, bagaimana kita mau supaya bisa mentralisir harga beras yang lumayan tinggi dan kegiatan ini kita laksanakan dalam 1 bulan terakhir. Langkah yang kita ambil juga dengan terus melaksanakan koordinasi, melaksanakan GPM dan melihat beberapa komoditi yang investnya lebih mencolok tetapi kami yakin bahwa fluktuasi ini sudah biasa,” kata Karnius.
Terkait kondisi harga sembako saat ini, Dinas Perdagangan mengeluarkan imbauan tegas agar para pedagang tidak menaikkan harga barang secara sembarangan demi menjaga stabilitas pasar dan melindungi daya beli masyarakat.
“Jadi kita juga terus memberikan himbauan kepada para pedagang khususnya pedagang besar sembako untuk lebih menekan harga barang kebutuhan pokok yang lain yang anomalinya memang tidak bisa kita pastikan sampai untuk saat ini. Kita juga menghimbau para pedagang supaya jangan menaikan harga agar seluruh harga sembako ini tetap dalam keadaan normative,’ ujarnya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....