Nelayan Berhenti Melaut akibat Cuaca Buruk
- 06 Agt 2026 11:34 WIB
- Gunung Sitoli
RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi, sebagian besar nelayan terpaksa berhenti melaut untuk menghindari risiko kecelakaan fatal di tengah laut. Hal ini otomatis memicu penurunan drastis pada hasil tangkapan ikan dan penurunan ekonomi keluarga nelayan. Seperti diungkapkan Razali Zebua salah seorang nelayan tradisional di Kecamatan Gunungsitoli, gelombang tinggi disertai angin kencang sangat membahayakan perahu kecil.
“Beberapa hari ini cuaca di kota Gunungsitoli memang nggak bagus. Akibat cuaca buruk dan gelombang tinggi seperti ini, kami sebagai nelayan ya terpaksa berhenti melaut. Kalau aktifitas melaut sudah terhenti total selama berhari-hari begini, ya kami nggak ada pemasukan sama sekali. uang tabungan juga udah menipis. Palingan, untuk sementara kami jadi buruh harian dulu atau memperbaiki jarring,’ ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.
Dengan kondisi seperti ini, BMKG Binaka Gunungsitoli menghimbau masyarakat mewaspadai perubahan cuaca agar terhindar dari potensi bencana. Forecaster BMKG Binaka Gunungsitoli Hanggar Perdana Harefa menghimbau warga tetap memantau update cuaca real-time melalui aplikasi info BMKG.
Situasi ini juga turut berdampak pada kenaikan harga beberapa komoditas di pasar kota Gunungsitoli. Kepala Bidang Perdagangan Kota Gunungsitoli Karnius Zalukhu menyampaikan, kenaikan harga sejumlah komoditas paling mencolok akhir-akhir ini terjadi pada beras dan cabe. “Kondisi ini semakin sulit akibat bencana alam banjir bandang di daerah pemasok beberapa waktu yang lalu sehingga menyebabkan terhambatnya distribusi bahan pokok khususnya di kota Gunungsitoli,” ucap Karnius.
Prakirawan Cuaca BMKG kembali mengimbau para nelayan agar selalu memantau info maritim terkini dan tidak memaksakan diri melaut sebelum status perairan dinyatakan aman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....