Sejumlah SD Negeri di Gunungsitoli Resmi Digabung

  • 23 Jul 2026 11:34 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Guna mewujudkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas dan efektif, Pemerintah Kota Gunungsitoli merealisasikan kebijakan regrouping sejumlah UPTD SD Negeri. Dinas Pendidikan setempat telah menyerahkan berita acara penggabungan tersebut, menyusul diterbitkannya Keputusan Wali Kota Gunungsitoli Nomor 100.3.3.3-267 Tahun 2026.

Wali Kota Gunungsitoli didampingi Sekretaris Daerah menyerahkan dokumen penggabungan sekolah secara simbolis, setelah sebelumnya ditandatangani oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan beserta para kepala sekolah terkait. Adapun daftar sekolah yang digabung meliputi: SDN 070994 Tabaloho Dahana ke SDN 074040 Madula; SDN 070976 dan SDN 070977 Gunungsitoli ke SDN 075018 Afilaza; serta SDN 075017 Bogalito ke SDN 078081 Saombo.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kota Gunungsitoli, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Gunungsitoli, Camat Gunungsitoli, Sekretaris Camat Gunungsitoli, Pengawas Sekolah, para Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru, serta Ketua Komite Sekolah sebagai perwakilan orang tua murid.

“Kebijakan regrouping dilakukan bukan hanya karena penurunan jumlah siswa. Langkah strategis ini diambil untuk menyatukan sarana dan prasarana, mengoptimalkan potensi guru, serta mengefektifkan anggaran. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat, berkualitas, dan kompetitif. Selain itu, regrouping merupakan upaya bersama untuk menyajikan layanan pendidikan yang lebih baik bagi masa depan generasi penerus di Kota Gunungsitoli,” ujar Wali Kota Gunungsitoli.

Ia menegaskan agar Dinas Pendidikan mengintegrasikan seluruh proses administrasi, pembaruan data Dapodik, dan mutasi siswa. Langkah ini harus dipastikan tidak membebani orang tua sekaligus menjamin tidak ada anak yang putus sekolah akibat kebijakan regrouping. Di sisi lain, Dinas Pendidikan juga diinstruksikan segera memetakan kebutuhan jam mengajar demi melindungi hak, status, dan profesionalitas para guru yang terdampak.

Dalam momentum regrouping sekolah, Wali Kota meminta seluruh insan pendidikan mulai dari kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan untuk terus berinovasi demi meningkatkan kualitas pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum nasional. Ia juga berpesan agar siswa didampingi dengan baik selama masa adaptasi agar mereka merasa aman dan nyaman di lingkungan baru. Di sisi lain, orang tua diharapkan tetap mendukung kebijakan ini dan tidak ragu berkomunikasi dengan sekolah atau Dinas Pendidikan jika ada kendala adinistrasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....