Adaptasi Era Digital, Penyuluh KUA Tuhemberua Kini Dibekali Teknologi AI

  • 09 Jul 2026 15:41 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli - Komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan penyuluhan keagamaan di era digital terus diwujudkan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Tuhemberua. Salah satunya melalui peningkatan kompetensi sumber daya manusia dalam pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Oleh karena itu, Penyuluh Agama Kristen KUA Tuhemberua, Marihot P. Sirait, S.Th., mengikuti Coaching Clinic Pintar Batch 1 bertema "Menyusun Bahan Penyuluhan Agama dengan AI" yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis 9 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan membekali para penyuluh agama dengan keterampilan memanfaatkan teknologi AI untuk menyusun materi penyuluhan yang lebih kreatif, efektif, sistematis, dan mudah dipahami oleh masyarakat.

Pelatihan menghadirkan narasumber Dr. Nasrulloh, S.Ag., M.Hum., Widyaiswara Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Kementerian Agama RI, yang memaparkan berbagai strategi pemanfaatan AI secara bijak dalam mendukung tugas penyuluhan. Peserta diperkenalkan pada teknik menyusun prompt yang tepat, menghasilkan materi penyuluhan yang terstruktur, hingga melakukan penyuntingan hasil AI agar tetap sesuai dengan nilai-nilai keagamaan, etika, dan kebutuhan masyarakat.

Dalam pemaparan Dr. Nasrulloh menekankan bahwa AI bukanlah pengganti peran penyuluh agama, melainkan alat bantu yang mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas penyusunan bahan penyuluhan. Oleh karena itu, setiap materi yang dihasilkan tetap memerlukan verifikasi, penyempurnaan, serta sentuhan nilai-nilai keagamaan dari penyuluh agar informasi yang disampaikan tetap akurat, relevan, dan bertanggung jawab.

Usai mengikuti kegiatan, Marihot P. Sirait menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan wawasan baru dalam memanfaatkan teknologi AI sebagai pendukung tugas penyuluhan. Menurutnya, penggunaan AI dapat membantu mempercepat proses penyusunan materi tanpa mengurangi substansi dan kualitas pesan keagamaan yang akan disampaikan kepada masyarakat.

"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pemahaman tentang cara memanfaatkan AI secara tepat dalam menyusun bahan penyuluhan. Dengan teknologi ini, penyuluh dapat lebih fokus mengembangkan metode penyampaian yang menarik sehingga pesan-pesan keagamaan semakin mudah diterima oleh masyarakat," ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam Coaching Clinic Pintar Batch 1 ini, KUA Kecamatan Tuhemberua berharap kompetensi digital para penyuluh agama terus meningkat sehingga mampu menghadirkan layanan penyuluhan yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta semakin profesional dalam mendukung transformasi digital Kementerian Agama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....