Penyuluh Agama Kemenag Jadi Garda Depan Cegah Radikalisme dan Terorisme

  • 18 Sep 2026 14:02 WIB
  •  Gunung Sitoli

RRI.CO.ID, Gunungsitoli – Guna memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kerukunan masyarakat, Kementerian Agama Kota Gunungsitoli bersama Polres Nias mengikuti Sosialisasi Penanggulangan Terorisme, Radikalisme, dan Intoleransi Tahun 2026, Rabu 16 September 2026.

Kegiatan daring yang berpusat di Kakorbinmas Baharkam Polri ini disaksikan bersama dari Aula Grha Santika Satyawada Polres Nias. Langkah kolaboratif ini diambil sebagai upaya bersama dalam menangkal berkembangnya paham intoleransi di Kota Gunungsitoli.

Dalam agenda tersebut, Kemenag Kota Gunungsitoli diwakili Seksi Urusan Agama Kristen serta Kantor Urusan Agama (KUA) kecamatan. Kehadiran para penyuluh ini sangat krusial karena berhadapan langsung dengan warga untuk mengkomunikasikan pesan-pesan keagamaan yang moderat dan konstruktif.

Sosialisasi ini menekankan deteksi dini dan langkah pencegahan terhadap ancaman terorisme, radikalisme, serta intoleransi melalui pemahaman bersama. Salah satu pilar penting dalam menjaga ketahanan publik adalah memperkuat sinergisitas antara aparat keamanan, pemerintah, tokoh, dan penyuluh agama. Kesamaan pemahaman ini diharapkan mampu mencegah potensi konflik dan penyebaran ideologi yang merusak persatuan sedini mungkin.

“Penyuluh agama memiliki peran strategis dalam menyebarkan pemahaman keagamaan yang damai dan harmonis.Oleh karena itu, pesan moderasi beragama harus konsisten disampaikan ke masyarakat karena moderasi beragama bukan hanya soal teori ajaran agama, melainkan tentang sikap saling menghargai, menjaga kerukunan, dan membentengi diri dari informasi yang profokatif,” ujar Fati Invokavit Telaumbanua, Penyuluh Agama Kemenag Gunungsitoli.

Menurut Fati, upaya pencegahan yang efektif memerlukan kerja sama lintas sektor, khususnya antara Kementerian Agama dan aparat keamanan. Penyuluh agama dapat mengambil peran strategis sebagai jembatan informasi dan edukasi, sekaligus mengidentifikasi potensi gangguan di masyarakat. “Melalui koordinasi dan komunikasi yang terjalin baik, tindakan preventif dapat dieksekusi secara lebih cepat, tepat, serta persuasive,” ucapnya.

Kemenag Kota Gunungsitoli terus mengampanyekan moderasi beragama dan toleransi demi mewujudkan kehidupan masyarakat yang rukun. Melalui kolaborasi berkelanjutan bersama Polres Nias dan berbagai pihak, upaya cegah dini terhadap terorisme, radikalisme, serta intoleransi kian diperkuat. Sinergitas ini menjadi kunci dalam mempertahankan suasana Kota Gunungsitoli yang aman, damai, dan harmonis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....